4 Tren Pre-Fall 2017

Your reference before the coming fall

Pre-fall merupakan periode fashion antara bulan September dan Februari. Dalam musim ini, rumah-rumah mode meluncurkan koleksi yang akan menjadi preview dari desain untuk koleksi musim gugur mereka yang resmi. Dianggap sebagai musim terpanjang di kalender fashion, berbeda dengan musim spring/summer dan fall/winter dalam beberapa hal. Koleksi pre-fall diresmikan secara informal dan pada skala yang lebih rendah. Koleksi ini menetapkan tren yang akan datang. Penting bagi pengamat mode untuk memahami tren musim gugur. Dan pre-fall secara komersial ditujukan untuk para shopaholic yang ingin mulai berbelanja tren fashion terkini yang akan datang.

Peragaan busana untuk koleksi pre-fall 2017 berlangsung di Hotel Ritz, Paris dari tanggal 28 November sampai 16 Desember 2016. Rumah-rumah mode memiliki tujuan untuk mengembalikan desain old-school dengan sentuhan modern. Desainer membawa tren terkenal yang ditetapkan sepanjang tahun. Berikut adalah empat tren utama pre-fall yang dapat menjadi referensi Anda dari koleksi busana yang akan diluncurkan di bulan-bulan mendatang:

1. The Formal and Informal Pantsuit

Berkat Hillary Clinton dan kampanye kepresidenannya, pantsuit telah menjadi sangat populer. Pantsuits dalam nuansa yang sama telah menjadi favorit perempuan dari segala umur dan profesi. Chanel, master of pantsuits, memberi ensemble klasik tersebut sebuah sentuhan yang menyenangkan. Mereka secara kreatif mengubah panjang pantsuit dengan menambahkan hiasan dan nuansa yang lebih muda ke dalamnya. Sedangkan, desainer lainnya lebih memilih gaya update dengan siluet kontemporer seperti celana longgar dan material lembut (seperti beludru) untuk menghasilkan tampilan yang bold dan modern.

2. The Modern Midi-Calf

Lewatlah sudah hari-hari ketika gaun mid-calf dianggap sebagai gaya berpakaian konservatif. Elemen desain seperti hemlines yang lebih panjang, frills, siluet parasut, siluet yang rapat dan lurus, logo yang bold, membuat gaun old-fashion ini terlihat modern. Sementara Valentino menunjukkan keseimbangan sempurna dengan material semi transparan dan panjang gaun ala Victoria, Coach memamerkan ragam jaket dan rok mid-calf dengan sentuhan nan youthful. Desainer kenamaan Oscar de la Renta memperkenalkan konsep ‘dressing up’ dengan memotong panjang rok dan gaun klasik mereka menjadi crop. Sedangkan Marchesa menambahkan shimmer dan jumlah volume pada busana potongan mid-calf-nya untuk menciptakan aksen drama.

3. The Less Controversial Sheer Garments

Sementara banyak perancang memasukkan konsep ‘Free the Nip’ musim ini, rumah mode kenamaan seperti Versace dan Valentino menggunakan sulaman bunga untuk menutupinya. Versace memamerkan pakaian tipisnya dengan hiasan warna-warni dengan pola yang tak ada bandingannya, sementara Valentino dengan elegan menyulam warna gelap untuk efek menawan. Desainer lain meracang lengan puffy, lace trim, dan busana siluet maxi-length untuk membuat sheer terlihat lebih innocent. Gucci secara elegan mengaksentuasi shirt dress-nya dengan pita warna kontras. Zac Posen menggunakan bordir bunga berwarna-warni, membuat desainnya terlihat cerdas. Sheer siap untuk menjadi tren baru dalam musim pre-fall ini.

4. Fur Is Everywhere

Bulu memang telah menjadi lambang produk mewah, dan senantiasa digunakan secara berinovasi oleh desainer. Desainer menambahkan warna pada bulu untuk tampilan yang lebih berani. Chanel dengan cerdas mencelup dan menyulam bulu untuk mengelevasi busananya. Seluruh koleksi Roberto Cavalli musim ini juga didasarkan pada bulu. Sedangkan desainer lain menggunakan pom-pom, fur stoles, dan collars untuk menciptakan nuansa bulu.

Comments

Share this article: