7 Fase Penting dalam Hubungan yang Membuktikan “If He’s The One for You”

In which phase are you?

image source: converstionabouther.com

Kesan sekilas yang muncul ketika melihat seseorang pada pandangan pertama dapat menjadi awal terjalinnya sebuah hubungan. Namun setiap orang memiliki permulaan yang berbeda-beda, ada yang berawal dari ketidaksengajaan, the-soulmate-instinct at the first sight, atau bahkan kebencian. Bagaimana pun permulaan kisah cinta Anda dan pasangan, suatu hubungan akan mengalami tahap-tahap penting yang membuktikan if he is the one for you or not. Pada tahap-tahap itu, Anda akan mengetahui bagaimana pasangan Anda sebenarnya di balik kesan yang Anda dapatkan ketika pertama kali bertemu.

Dengan segera Anda akan mengetahui sisi baik dan buruk pasangan Anda. Ada saat-saat di mana Anda merasa tidak tahan dengan kebiasaan buruknya atau berada dalam pertengkaran berminggu-minggu dan ingin cepat-cepat menyudahi hubungan. But, hey, you have to remember all the promises and the reason why you love each other! Untuk dapat bertindak dalam masalah-masalah hubungan Anda dengan pasangan, Anda harus mengetahui fase apa yang saat ini sedang Anda alami.

  1. The Crazy-in-Love Stage

Anda dan pasangan sedang berada dalam tahap yang fresh dan selalu bersemangat setiap kali bertemu. Seseorang dalam suatu hubungan akan cenderung menginginkan kedekatan yang intens dan clingy terhadap satu sama lain. Ada rasa sensitif seperti, “He is mine, don’t you dare take a step closer,” dan perasaan cinta berbunga-bunga yang uncontrollable. Anda akan lebih memilih menghabiskan waktu dengan pasangan Anda ketimbang istirahat di rumah sepulang kerja. Tetapi umumnya dalam tahap ini Anda belum mengetahui sisi negatif pasangan Anda yang sebenarnya, because you are madly in love!

  1. The Understanding-Each-Other Stage

Pada tahap ini Anda dan pasangan mulai mengganti topik pembicaraan yang fun menjadi topik yang menjurus ke cerita masa lalu pribadi. Misalnya cerita tentang mantan kekasih masing-masing dan latar belakang keluarga. Seseorang yang sedang mengalami tahap ini perlahan membangun hal paling mendasar dalam hubungan, yaitu rasa percaya. Walaupun rasa percaya yang diberikan satu sama lain belum 100%, Anda dan pasangan akan lebih mengerti kepribadian dan situasi yang dialami masing-masing.

  1. The Intrusion Stage

Pertengkaran mulai terjadi. Mulai dari hal-hal kecil hingga menjadi pertengkaran berminggu-minggu. Dalam tahap ini umumnya penyebab-penyebab konflik suatu hubungan terletak pada komunikasi. Kemudian sisi-sisi negatif yang ada baik dalam diri Anda maupun pasangan juga sudah mulai terlihat, seperti kebiasaan mendadak membatalkan rencana dinner atau sekadar lupa memberi kabar ketika seharian sibuk. Anda harus lebih sabar melalui tahap ini karena Anda dan pasangan akan lebih memiliki rasa saling pengertian dan hubungan yang lebih romantis.

  1. The Best-for-Relationship Stage

Setelah Anda dan pasangan berjuang menghadapi konflik-konflik dalam hubungan, rasa sayang akan tumbuh semakin kuat dan menimbulkan keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik. Baik Anda maupun pasangan saling memberikan effort besar untuk mengubah sifat buruk masing-masing demi mempertahankan keberlanjutan hubungan. Keegoisan pribadi perlahan mulai dikesampingkan dan lebih mementingkan kepentingan bersama.

image source: seroword.com

  1. The Happy Stage

Melalui lika-liku dalam hubungan dan berusaha meredam keegoisan akan berbuah manis. Dalam tahap ini Anda dan pasangan akan lebih dewasa menghadapi satu sama lain dan mengetahui seluk beluk baik dan buruk pasangan Anda lebih dalam. Tahap ini sangat memungkinkan Anda untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

  1. The Distrust Stage

Memasuki tahap the happy stage bukan merupakan happy-ending dari sebuah hubungan. Tidak menutup kemungkinan bahwa keraguan dan kecurigaan terhadap pasangan dapat  muncul, walaupun sudah benar-benar mengenal satu sama lain dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena kecemburuan Anda melihat kedekatan pasangan dengan teman kantor perempuannya atau ketakutan Anda yang muncul dengan sendirinya apabila pasangan Anda kembali dengan mantan kekasihnya. Namun hal ini juga bukan merupakan akhir dari sebuah hubungan, Anda dan pasangan harus membuang prasangka-prasangka buruk dan memperjelas komunikasi untuk memperbaiki hubungan. Make sure to bring the good times and the happiness back!

  1. The Full-Trust Stage

Jika Anda dan pasangan berhasil melewati tahap keraguan satu sama lain, welcome to the full-trust relationship! Keraguan, ketakutan, dan prasangka buruk Anda terhadap pasangan menjadi modal untuk memoles fondasi kepercayaan dalam suatu hubungan yang lebih kokoh. Anda dan pasangan secara tidak langsung belajar dari kesalahan masing-masing hingga akhirnya yakin dengan diri Anda dan pasangan Anda. Dalam tahap ini rasa cinta tak perlu lagi selalu ditunjukkan dengan memberi bunga atau hal yang bersifat material lainnya. Kehadiran dan instict Anda secara otomatis mengetahui rasa kasih sayang pasangan Anda. It’s all about trust baby!

Comments

Share this article: