Aksi 5 CEO Perempuan Indonesia dalam ‘Manage The Managers’

Dalam sebuah literatur management berjudul The Leadership Pipeline, research pada ribuan petinggi perusahaan menyatakan bahwa managing the managers adalah hal yang paling menantang dari sederet tanggung jawab lain yang mereka emban. Namun ketujuh CEO perempuan tanah air ini membuktikannya. Frederica Widyasari Dewi Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia “Enam tahun duduk dalam posisi ini,… View Article

Questions for Double Deer • Bisa ceritakan proses kreatif serta latar belakang saat membentuk Double Deer? • Peluang apa yang Double Deer lihat dan temukan hingga memutuskan untuk menjadi salah satu pemain dalam industri musik? • Apa tantangan terbesar Double Deer untuk terus bisa kompeten bertahan dalam pasar industri musik yang kian progresif dan agresif? • Founder dari Double Deer terdiri dari 4 orang, bagaimana formula untuk dapat solid menyatukan berbagai persepsi menjadi satu keputusan? • Fasilitas sepesial apa saja yang disediakan oleh Double Deer bagi clients yang ingin menekuni industri musik, yang menjadi ciri khas Double Deer di antara rumah produksi musik lainnya? • Teknologi digital telah mengubah peta dunia musik, termasuk di Indonesia. Pendekatan apa saja yang diterapkan oleh Double Deer untuk merangkul teknologi digital dalam musik? • Apa kelebihan dan kekurangan dari kemajuan teknologi digital dalam dunia musik menurut Double Deer? Dan bagaimana Anda menyerapnya untuk mengambil sisi positifnya? • Apakah dampak signifikan yang dirasakan Double Deer melalui hadirnya kemajuan teknologi dalam menciptakan musik? • Apakah strategi tersendiri dari Double Deer untuk treatment platform musik digital? • Internet masif kini telah memudahkan proses pemasaran dan distribusi musik. Bagaimana strategi Double Deer untuk mendapatkan benefitnya secara positif dan maksimal? • Eksplorasi terbaru apa saja yang sudah dan akan dilakukan oleh Double Deer dalam menciptakan musik? • Berbicara tentang clients, menurut Double Deer, seperti apa karakter dan musikalisasi para clients masa kini? • Adakah tantangan terbesar yang pernah dihadapi oleh Double Deer saat bekerja sama dengan clients dalam menciptakan musik di era kini? • Seperti apa proyeksi Double Deer terhadap industri kreatif dalam menciptakan musik di Indonesia masa depan?

Dalam sebuah literatur management berjudul The Leadership Pipeline, research pada ribuan petinggi perusahaan menyatakan bahwa managing the managers adalah hal yang paling menantang dari sederet tanggung jawab lain yang mereka emban. Namun ketujuh CEO perempuan tanah air ini membuktikannya.

Frederica Widyasari Dewi
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia

“Enam tahun duduk dalam posisi ini, saya menganggap jabatan adalah sebuah kewajiban, bukan hak. Seperti ketika berhadapan dengan fakta bahwa saya harus membawahi para manajer saya yang lebih senior. Saya wajib membuktikan bahwa saya memang patut mendapatkan jabatan tersebut. I earned the position, it’s not given. Ketika berada pada posisi manajer, pendekatan saya adalah directive dan into details dari hulu ke hilir. Namun ketika kini saya memimpin para manajer, strong communication and delegation adalah pendekatan yang saya pilih. Walau begitu, karakter masing-masing manajer yang berbeda menjadi tantangan tersendiri. Itulah mengapa, dalam memberikan arahan, saya selalu mendengarkan pendapat mereka. Walaupun pada akhirnya keputusan berada di tangan saya. Saya juga tidak menganggap mereka sebagai bawahan, melainkan partner kerja. Saya memberikan kepercayaan bahwa mereka mampu menuntaskan pekerjaan tepat waktu dan memenuhi target yang ditetapkan. Pemimpin yang berhasil adalah ketika ia mampu menghasilkan pemimpin baru. Kerja keras saya terbayar ketika salah satu manajer di bawah saya dipromosikan menjadi salah satu direktur di divisi lain. Belakangan, tantangan yang saya dan para direktur lain hadapi, ialah ketika harus menerapkan kebijakan yang tidak populis. Namun sekali lagi, komunikasi yang baik adalah kuncinya. Meyakinkan mereka bahwa segala bentuk keputusan atau kebijakan merupakan didasari atas kepentingan bersama. Apabila kita melakukannya secara tegas dan konsisten, kebijakan tersebut dapat diterima dan akhirnya dilaksanakan dengan baik.”

Michelle Tjokrosaputro
CEO PT Dan Liris

“Memikul tanggung jawab atas hidup 11.000 orang yang bekerja di bawah saya, tak ada hari yang terlewat tanpa memikirkan apa yang harus saya perbuat agar perusahaan tidak hanya survive, tapi juga bertumbuh. Ketika ada masalah dalam produksi atau operasional yang berdampak fatal, sebagai atasan yang tertinggi, semua kesalahan itu adalah kesalahan saya. It’s my responsibility to be at the front line defending and act on the behalf of my people. Saat menjadi atasan bagi para staf, saya hanya bisa mengikuti standard operating procedure (SOP) yang ada, namun sekarang saya bebas mengubah SOP yang dapat memengaruhi para manajer untuk mengambil keputusan yang lebih baik untuk perusahaan, serta para pegawai di bawahnya. Satu hal lagi yang saya tekankan baik untuk para manajer atau staf di bawahnya adalah, work smart, then work hard. Mengapa harus bekerja 10 jam jika bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 8 jam? Saya menantang para pekerja untuk tidak sering bekerja lembur. Karena bekerja lembur tidak hanya berdampak buruk bagi perusahaan, tapi juga untuk para karyawan. Saya lebih memilih berdiskusi dengan para manajer untuk menyusun rencana dan membuat strategi yang membuat mereka tidak harus bekerja lembur. Beberapa atasan mungkin menyukai saat melihat para staf menunjukkan loyalitas dengan bekerja lembur, namun bagi saya, bekerja lembur artinya perusahaan akan merugi karena harus membayar uang lembur dan biaya listrik tambahan. Dan yang lebih parah bagi para pekerja lembur, ialah waktu mereka untuk diri sendiri dan keluarga yang berkurang, hingga memicu persoalan pribadi yang pada akhirnya akan berdampak pada perusahaan. Membangun hubungan baik dengan para manajer juga menjadi perhatian saya selama menjabat sebagai CEO. Saya ingin membiasakan mereka untuk lebih sering lagi berdiskusi bahkan berdebat dengan saya. Dengan begitu, saya bisa tahu sudut pandang mereka dalam menangani suatu hal, dan bisa meminimalisasi keputusan yang salah. Kami bahkan kerap voting, dan tidak jarang bila saya kalah ketika harus membuat keputusan yang sangat sulit dengan mereka.”

Putri Rusli
AVP Business Development PT Cardig Aero Services, Tbk
“Berada di top position sekilas terlihat sangat menyenangkan, tetapi tidak semua orang tahu bahwa menjaga hubungan profesional dengan para bawahan yang merupakan manajer, merupakan hal yang challenging. Kepedulian, optimisme, kejujuran, dan kerja keras adalah sederet hal yang perlu diterapkan pada masing-masing individu termasuk pada seorang pemimpin. Respect is earned, not given. Itulah yang harus diingat baik oleh para atasan atau bawahan. Seorang pemimpin yang baik mempunyai compassion terhadap karyawannya, dan tidak melulu melihat segala hal dari kacamata keuntungan secara materi. Walaupun semua usaha pada akhirnya dibuat untuk menghasilkan keuntungan maksimal, saya percaya seorang pemimpin yang baik juga akan berinvestasi kepada para karyawannya. Doing people-oriented as well as profit-oriented agar suatu usaha yang dibangun akan bertahan lebih lama dan dapat memberikan nilai lebih dalam jangka panjang terhadap para shareholders. Saya mengadakan meeting reguler dan brainstorming sessions dengan mereka untuk mendapatkan update dan masukan. Di sini, kemampuan saya sebagai pendengar yang baik selalu diasah, karena hanya dengan mendengar dan mengerti mereka, baru kita bisa mengerti ‘bahasa’ satu sama lain.”

Debora Herawati Sadrach
Refreshments and Marketing Services Director PT Unilever Indonesia Tbk
“Dengan pengalaman selama 27 tahun di Unilever Indonesia, saya telah melewati perjalanan karier yang cukup panjang hingga menduduki posisi ini. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam memimpin tim pada manajer level junior dan senior. Pada saat saya menjadi manajer, saya bertanggung jawab untuk memastikan agar tim di bawah saya fully operated dalam hal skill. Selain kemampuan, saya harus memberikan contoh yang baik dan memoles mereka dalam hal attitude, sehingga mereka siap untuk mengembangkan karier mereka di perusahaan. Sedangkan dalam memimpin manajer atau manajer senior, saya harus memastikan bahwa mereka dapat memimpin tim dan memiliki leadership competence yang tinggi. Treatment saya lebih banyak dalam hal empowering, untuk melihat seberapa jauh mereka merespon empowerment yang saya berikan. Saya menciptakan framework dengan sedikit arahan. ‘We pass the way, they drive the cars’ merupakan pedoman saya memimpin para manajer senior. Saat ini, saya membawahi tiga Marketing Manager, satu Media Manager dan satu Consumer & Market Insight Manager. Saya juga berperan sebagai challenger, di mana saya memberikan kepercayaan dan space agar mereka fully in charge. Karena saya yakin, setiap orang dapat mengakselerasi dirinya apabila diberikan tantangan. Dengan begitu, mereka dapat menunjukkan prestasi yang baik dan mengasah kemampun leadership dengan baik. Continuously challenging them with the right stimulation. Tantangan saya adalah bagaimana agar mereka tetap fokus pada pekerjaan, dengan tetap merasa happy. Apalagi dalam masa sekarang, di mana generasi muda menjadi cepat bosan dan harus diransang terus menerus.

Elvi Nasution
Country Manager of Indonesia at National Australia Bank (NAB)
“Pemimpin bukanlah hanya tentang memiliki hak istimewa atau kekuasaan tertentu, tetapi posisi ini datang dengan penuh tanggung jawab termasuk tanggung jawab untuk segala sesuatu yang tidak berjalan semestinya. Juga tanggung jawab untuk memberikan para bawahan kredit bagi pekerjaan yang berjalan baik. Bagi saya, kepercayaan dari seluruh tim adalah hal utama yang harus didapatkan seorang pemimpin. Dengan begitu, para manajer akan dengan mudah berkomunikasi dan bekerja efektif demi mewujudkan hasil kerja yang baik. Sebagai pemimpin, motivasi kepada para manajer di bawahnya harus konsisten diberikan. You have to show that you know the way, even if you have no idea what to do. Begitulah cara saya menyikapi hal-hal yang mungkin datang dari para manajer. Selain bertanggung jawab terhadap hasil yang diberikan para manajer, para atasan juga memiliki tanggung jawab moral yang sebenarnya tidak mudah untuk dilakukan.”

TEXT: Fallin Silaban

Comments

Share this article: