Alasan Mengapa Tahun Depan Tidak Akan Ada Lagi Mantel Bulu Binatang dari Gucci

Fur free for Gucci!

Material bulu mungkin menjadi salah satu elemen yang kerap menuai kontroversi kehadirannya di industri fashion. Apakah pantas bila kita mengenakan sebuah mantel bulu yang indah sementara di baliknya terdapat eksploitasi terhadap hewan? Pertanyaan tersebut kerap dilontarkan para aktivis pencinta binatang. Kini sebuah sikap lantang dicanangkan oleh rumah mode Gucci dengan mengumumkan akan berhenti menggunakan material bulu binatang per tahun depan. Ketika menjadi narasumber di acara Kering Talk di London College of Fashion pada hari rabu lalu, Marco Bizzari selaku CEO mengatakan, “memiliki rasa tanggung jawab secara sosial adalah salah satu nilai utama dari Gucci, dan kami akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dalam menjaga lingkungan dan perlakuan terhadap hewan,” terangnya.

Namun patut dicermati bahwa terdapat klasifikasi tersendiri mengenai jenis bulu yang tidak akan digunakan.  Hewan-hewan eksotis yang sengaja dimatikan untuk kepentingan penggunaan bulunya seperti mink, rakun, kelinci, dan karakul lamb tidak akan lagi digunakan oleh Gucci. Namun rumah mode basis  Milan ini akan tetap menggunakan alpaca, kambing, dan lamb. Dalam pelaksanan misi untuk menjadi lebih ramah lingkungan ini, Gucci akan dibantu oleh Human Society of the U.S dan LAV.

Memiliki citra sebagai rumah mode yang glamor dan eklektik, material bulu hampir tidak pernah absen di tiap koleksi Gucci. Alessandro Michele selaku Creative Director bahkan kerap menjadikannya seolah sebagai kanvas kosong dengan melansir mantel bulu berhiaskan ilustrasi imajinatif penuh warna yang tantalizing. Selain berupa mantel, Gucci bahkan menyisipkan material bulu pada kreasi aksesori seperti loafer yang ikonis.

Selain merefleksikan nuansa kemewahan, material bulu merupakan industri yang menguntungkan. International Fur Federation pada tahun 2014 mengeluarkan data bahwa nilai transaksi penjualan bulu binatang mencapai 40 Milliar US Dollar. Keputusan Gucci yang merupakan salah satu pemain utama di industri fashion untuk berhenti menggunakan bulu binatang tentu dianggap sebagai langkah yang mengejutkan dan dipandang positif.

Kitty Block selaku Presiden Humane Society International memberikan pernyataan dukungan akan sikap Gucci ini, “Gucci untuk berhenti menggunakan material bulu adalah sebuah perubahan yang besar. Bagi rumah mode berpengaruh ini untuk berhenti menggunakan bulu karena terdapatnya kekejaman didalamnya akan memberikan efek yang masif di dunia fashion. Sebuah fakta mengejutkan bahwa 100 juta hewan di setiap tahun menderita untuk industri bulu, namun hal tersebut dapat berlanjut selama para desainer terus menerus menggunakan bulu dan konsumen membelinya. Maka kami memuji keputusan bijak Gucci, dan untuk membantu memastikan bahwa masa depan dari industri fashion adalah fur free,”.

Gucci akan bergabung dengan Stella McCartney, Giorgio Armani, dan Ralph Lauren yang telah terlebih dahulu untuk berhenti menggunakan material bulu binatang pada rancangannya.

Comments

Share this article: