Cara Vebbyna Kaunang Memimpin Tim dalam Menghadapi Dinamika Industri Teknologi Telekomunikasi

“Di industri ini tidak ada yang konsisten, kecuali perubahan itu sendiri.”

Vebbyna Kaunang

Marketing Director IT Mobile Business Samsung Electronics Indonesia

Black chef shirt, Maha by Major Minor. Luaran wol dan akrilik, Nadia Umammi.

Her passion is always belong to marketing, namun Vebbyna justru mengambil studi Teknik Industri untuk lebih memahami seluk-beluk proses produksi agar mendapat ilmu yang tepat bagaimana untuk memasarkan sebuah produk. Berkat revolusi yang dilakukannya pada diri sendiri, ia menjadi direktur strategi termuda (32 tahun) di tempatnya dulu bekerja, sebuah produsen minuman soda yang didominasi laki-laki. Ia mematahkan sejarah struktur birokrasi konvensional bahwa capability wins over age or seniority. Pada tahun 2013, ia bergabung dengan Samsung Elctronics Indonesia dan berperan sebagai direktur pemasaran divisi mobile devices. “Kuncinya adalah selalu bersyukur, sehingga seharusnya tidak perlu ada kata ‘stres’ dalam menjalani pekerjaan hingga perubahan,” ujarnya.

Setelah berada di posisi memimpin, Vebbyna menemukan tantangan lain untuk mampu mengarahkan timnya agar berjalan sesuai visi perusahaan. Namun triknya adalah membaca talent yang dimiliki setiap personil timnya. “Kadang kita menemukan seseorang yang terlihat tidak bisa perform di satu tugas, tapi bukan berarti dia unskilled, pemimpin lah yang harus mampu membaca kemampuannya dan memaksimalkannya di bidang yang tepat,” ujarnya mengenai peran leader dalam melakukan people management. Dalam leadership miliknya, ia pun menerapkan aplikasi bagi timnya untuk berani speak up, or silent forever. Vebbyna memberi kebebasan bagi anggota timnya untuk berkreasi, namun ia menjaga arahnya agar tetap selalu menuju tujuan perusahaan. Dengan begitu, confidence dan trust mampu tercipta dalam lingkungan. Tak peduli betapa hal ini terdengar klise, namun saya setuju dengan pernyataan Vebbyna, bahwa pada akhirnya goal hanya dapat tercapai lewat kerja sama tim.

Vebbyna yang kenal betul dengan dinamisme perubahan super cepat apalagi di bidang teknologi telekomunikasi yang ia kecimpungi, memiliki teori dan aplikasi untuk bereaksi terhadap perubahan. Yakni mengerti perubahan, dan beradaptasi terhadapnya, bukan melawannya. “Di industri ini tidak ada yang konsisten, kecuali perubahan itu sendiri,” ucapnya mantap. Untuk itu, ia merevolusi langkah-langkah untuk mengomunikasikan produk baru agar diterima segmentasi masyarakat yang tepat. Karena ia melihat perbedaan revolusi generasi dahulu dan kini (setiap individu kini mampu melakukan perubahan lewat dirinya sendiri dan memutuskan apapun tanpa bersifat kolektif), ia pun menjalankan strategi untuk terlebih dahulu membuka diri pada kebutuhan konsumen, dibanding memberi masyarakat exposure tentang spesifikasi fitur-fitur produk. Menurutnya, itu pula yang memengaruhi generasi muda dalam memulai dari pikiran yang positif. Seperti sebuah movement dalam menciptakan lapangan pekerjaan, hingga berkontribusi untuk encouraging komunitas dalam berbagai bidang ke arah yang lebih baik. It’s a mental revolution, indeed!

 

PHOTOGRAPHY: Yehezkiel Aldo

 STYLING: Anung Kamaswara

MAKEUP: Lenni Rosaline

STYLING ASSISTANT: Putra Dharma

PHOTOGRAPHED AT: Verde Apartment

Comments

Share this article: