Colette untuk Menutup Bisnisnya Setelah 20 Tahun

Adieu to this pillar of Parisian cool

Colette, cult concept store yang berada di Rue Saint-Honoré nan megah, mengumumkan beberapa hari lalu bahwa mereka akan menutup pintunya pada bulan Desember setelah menjalani bisnis selama dua dekade. Dikenal dengan estetika kolaborasi yang inovatif dan unik, toko klasik Parisian tersebut telah lama menjadi destinasi one-stop-shopping bagi konsumen cerdas untuk memperoleh souvenir, buku seni, gadget cantik, atau grab bag misterius.

Berita tersebut mengejutkan banyak orang, terutama komunitas fashion yang sering menghabiskan waktu pada retail haven nan ekspansif tersebut di antara presentasi fashion week. Didirikan pada tahun 1997 oleh Colette Roussaux, toko trendi tersebut menghasilkan pendapatan sebanyak 28 juta Euro tahun lalu, dengan akuntansi e-commerce sebanyak hampir 20 persen. Penutupan Colette dilakukan setelah serangkaian serangan teroris melanda ibukota Prancis tersebut yang mempengaruhi industri turisme serta peralihan kepada tren belanja online.

Sarah Andelman yang merupakan putri Colette, telah didaulat menjadi wajah Colette sejak awal. Estetika dan dukungannya kepada desainer up-and-coming memperkuat toko tersebut sebagai model retail baru dan spesial. Colette merupakan salah satu toko pertama yang menjual Proenza Schouler, Rodarte, dan Mary Katrantzou. Kurasi produk yang eksperimental merupakan kunci. Baru-baru ini, Colette meluncurkan serangkaian brand takeover selama sebulan penuh, dimulai dengan Balenciaga dari 19 Juni sampai 5 Agustus, PR maven Lucien Pagès selanjutnya, dan diikuti oleh Sacai, Thom Browne, Chanel, dan Saint Laurent.

Saint Laurent dikatakan akan mengambil alih ruangan seluas 8,000 kaki persegi tersebut.

Images: Courtesy of Colette

Comments

Tags:

Share this article: