ESTETIKA TINDIK SEBAGAI NILAI KECANTIKAN

Karya seni modern untuk mempercantik tubuh!

 

Body piercing telah menjadi bagian dari kebudayaan oleh berbagai macam suku di dunia sejak ribuan tahun lamanya. Mulai dari kebudayaan orang Amerika, Afrika hingga Indonesia pun memakai tindikan sebagai simbol yang mempunyai arti tersendiri dalam kebudayaannya masing masing. Saat ini, tindikan menjadi hal yang lumrah dan dipakai oleh masyarakat dunia secara luas. Tanpa membedakan arti dari tindikan yang dilakukan seseorang pada badannya, pengaruh yang diberikan oleh tindikan telah meluas mulai dari efek yang dirasakan langsung oleh badan Anda, hingga sugesti yang memengaruhi kepercayaan diri Anda dalam kehidupan bersosial.

GLOBAL INTEREST

Berawal dari suku pedalaman yang menjadikan tindikan sebagai budaya mereka dan digunakan sebagai simbol eksklusifitas serta melambangkan berbagai kepentingan pada jaman itu.

INDONESIA

Suku Dayak di Kalimantan memakai tindikan di daun telinga yang hanya dipakai pemimpin suku atau panglima perang. Kaum perempuannya memakai anting-anting pemberat dan memperbesar daun telinganya untuk menyimbolkan status sosial di masyarakat.

AMERIKA SERIKAT

Suku Aztec, Suku Maya dan Suku Indian di benua Amerika, pemakaian lip labrets dari batu jade atau emas dan tindikan di lidah sebagai bagian daya tarik dan meningkatkan daya seksual.

KENYA

Suku Masaai menindik kuping dengan cara dilebarkan dan menggunakan bahan metal. Menurut www.tribu.co.uk, pada suku primitif tindikan pada kuping lebih digunakan untuk kepentingan magis, contohnya menangkal penetrasi roh jahat.

Baca juga: 4 Langkah  Mudah Memiliki Gaya Kepang ala Punk!

PLEASURE POINTS

Tindik yang merambah ke peradaban kota, telah dijadikan sebagai aksen yang berbeda dari aksesoris biasanya. Di antara tattoo, ear-lobe widening dan body modifications, tindikan telah menjadi pilihan paling menarik bagi seseorang untuk membedakan penampilannya, namun masih dalam batas yang dianggap aman. Sebagai pendiri “Indonesian Subculture” dan certified piercer, Ucha Cyberborg telah membuat komunitas sesama seniman tindik dan mengadakan seminar serta coaching clinic yang diselenggarakan di kota-kota besar, kampus maupun sekolah menengah atas mengenai penerapan standard operational procedure (SOP) untuk memberikan edukasi yang dibutuhkan bagi orang yang ingin menindik badannya ataupun bagi piercer itu sendiri. Selain dilihat dari sisi aesthethic-nya, piercing juga berkaitan dengan akupuntur.

Menurut Ucha, piercer yang pernah menindik Dian Sastrowardoyo pada tahun 2006 di bagian navel ini mengatakan, “Jika tepat ditindik pada titik tertentu, dapat langsung memengaruhi badan Anda karena titik tindik sama dengan akupuntur.” Beberapa titik yang familiar digunakan sebagai stimulasi untuk fungsi yang berbeda di antaranya adalah bagian kuping, hidung, dan genital. Untuk bagian kuping, tragus piercingbagian anak kupingdipercaya dapat membantu Anda dalam mengontrol nafsu makan. Sementara untuk bagian hidung, tindikan pada hidung bagian kiri dipakai oleh perempuan India yang dipercaya dapat membantu proses melahirkan.

“Jika tepat ditindik pada titik tertentu, akan dapat memengaruhi badan Anda karena titik tindik sama dengan titik akupuntur.”

– Ucha Cyberborg

Sementara untuk bagian genitalia, yaitu clitoris hood piercing digunakan sebagai stimulasi libido. Walaupun titik tindik sama dengan akupuntur, Anda harus benar-benar berkonsultasi pada ahli piercing yang bersertifikat dan dokter medis apabila hendak melakukan tindik pada titik-titik yang masih tidak umum. Anindita Saryuf, Fashion Director ELLE Indonesia yang juga memakai tindikan di bagian tragus dan titik kuping lainnya mengatakan bahwa tindikan lebih berupa ekspresi seni daripada sebuah aksi rebel. “Semakin ekstrem tindikannya, semakin keren. Aku melihat tindikan, yang dipakai sebagai body adornment mulai dari suku-suku pedalaman hingga sekarang dipakai oleh masyarakat modern, lebih sebagai ekspresi seni.” lanjutnya. Menurutnya, tren piercing juga telah dipakai oleh perempuan yang berumur lebih dewasa, dan telah lumrah dipakai sebagai penambah aksen estetika mereka. Hal yang perlu diingat ketika menindik dan ditindik adalah sisi higienitas dan medisnya bagi setiap orang, and then you can start express yourself!

 

THE PREP

Pierced:

-Sudah berusia 17 tahun (anak dibawah umur harus didampingi orang tua).

-Dalam keadaan sehat, tidur yang cukup dan bebas pengaruh alkohol, narkoba dan sejenisnya.

 

Piercer:

-Menggunakan jarum sekali pakai yang sudah melalui proses pembersihan, disterilisasi dan disinfeksi.

-Anting yang digunakan harus bermaterial standar piercing (surgical steel 316 L, titanium, dll), dengan macam- macam ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

 

Jika tepat ditindik pada titik tertentu, akan dapat memengaruhi badan Anda karena titik tindik sama dengan titik akupuntur.

– Ucha Cyberborg

 

Comments

Share this article: