New Designer; Miranda Mazuki

Kiprah desainer Miranda Mazuki kian bersinar di dunia fashion Indonesia. Kali ini GISELA GABRIELLA menyelami kisahnya lebih dalam dan menyajikannya khusus untuk Anda.

Semenjak masa kecilnya, Miranda Mazuki senang berkreasi dalam berbagai bidang. Namun menginjak masa remaja, ketertarikannya tersebut mulai terfokus pada bidang mode. “Saya merasa sangat tertarik dengan layar belakang dunia fashion karena seni dan struktur organik garmennya mampu menyempurnakan identitas pemakainya,” ungkapnya.

Pada awalnya, label Mazuki didirikan oleh Miranda atas dasar konsep yang beragam, yaitu global citizen, indifference of age, race, nationality, ethnicity, dan sexuality. “Saya ingin memiliki sebuah platform di mana saya dapat menceritakan sebuah kisah dan mentranslasikannya ke dalam koleksi yang dapat dinikmati dan dihargai orang-orang dari latar belakang apapun,” jelas perempuan yang akrab disapa Miru ini.

Label ready-to-wear Mazuki sendiri didedikasikan oleh Miranda untuk individual murah hati dan memiliki jiwa yang bebas. “Tiap koleksi merepresentasikan sebuah konsep atau sebuah kisah yang kemudian ditranslasikan ke dalam garmen. Inspirasi di balik tiap koleksi merefleksikan filosofi dan purely human nature,” terang Miranda. Selain itu, ia mengaku banyak menginkorporasikan draperi, serta potongan dan siluet strukutral ke dalam tiap rancangannya. Kekhasan ini pun dipersembahakan Miranda lewat kecintaannya bermain dan bereksperimen dengan teknik.

 

Kata-kata eksperimental, nyaman dan playful mampu mewakili prinsip utama rancangan Mazuki. “Every piece of the collection exudes nuances of curiosity and playfulness,” pungkas Miranda. Koleksinya dapat terdefinisi lewat teknik draperi eksperimental yang ia kombinasikan dengan tailoring inkonvensional. Walau begitu, clean finishing selalu menjadi titik berat dalam tiap kreasi Mazuki.

Bicara soal inspirasi, Miranda mengaku bahwa hal tersebut datang dari berbagai sumber. Mulai dari isu sosial politik, perubahan iklim hingga healthy living, seluruhnya mampu memberinya ilham. Banyak sekali desainer lokal maupun internasional yang menjadi panutannya. Namun apabila hanya dapat memilih satu, sebuah nama muncul dalam benaknya. “Saya tertarik dengan Martin Margiela for his boldness in execution, mad unconventional skills and humility,” ungkap Miranda.

(Teks: Gisela Gabriella, Foto: Dok. Mazuki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *