Ini Yang Harus Anda Lakukan Untuk Meraih Kulit Wajah Seperti Terlahir Kembali!

Smooth like a baby’s skin.

 

Foto: Issey Miyake Fall 2017

Di Asia, tekstur kulit wajah yang mulus seperti kulit bayi merupakan hal utama yang didambakan. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mendapati kekenyalan, volume, dan kekencangan kulit wajah yang menarik dan menjadi impian semua perempuan ini? Pastinya Anda harus mengenal lebih jauh mengenai bahan atau ekstrak yang dikandung di dalam perawatan kulit Anda, dan menjadikannya sebagai acuan untuk mencari perawatan kulit yang cocok untuk hasil yang diinginkan.

Tren kecantikan yang diidentifikasikan dengan signature trademark perempuan Korea Selatan selalu berkaitan dengan flawless skin yang mulus, bercahaya, dan sangat minimal dalam memakai makeup. Bagaimanapun juga, kanvas makeup yang terbaik adalah kulit yang sehat. Namun perempuan Korea Selatan tidak menanggapinya dengan ringan. “Sehat” bukan tujuan akhir mereka. Kulit yang hampir tidak terlihat pori sama sekali, plump, dan bertekstur semulus kulit bayi adalah tujuan akhir Anda menginvestasikan sepuluh tahap perawatan kulit, menghabiskan waktu di klinik kecantikan, dan bagi beberapa orang yang eksploratif, menghabiskan waktu di ruang operasi. Sedikit lebih jauh mengenai hal tersebut, penulis Shabrina Shim berbagi mengenai pengalaman pribadinya tentang narrow standard dari Korean beauty yang menunjukkan salah satu fakta bahwa pada tahun 2015, telah diperkirakan di antara seperlima dari sepertiga perempuan di Seoul telah menjalankan operasi plastik, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan media BBC melalui 50 persen perempuan yang berumur 20-an tahun.

Korea Selatan yang dikenal sebagai negeri ginseng, tidak serta merta menjadikan tanaman yang hanya tumbuh di iklim dingin tersebut sebagai daftar teratas untuk bahan bagi produk kecantikan. Sebagai salah satu pelopor tren kecantikan paling dilihat saat ini, Korea Selatan telah menemukan berbagai bahan alami yang mempunyai segudang manfaat dan keunggulan untuk dijadikan the next hot ingredients. Salah satunya adalah bagaimana mereka menggunakan bahan kecantikan yang berasal dari hewan. Sebut saja mulai dari susu atau minyak kuda, synthetic snake venom, plasenta, hingga lendir siput, yang menduduki posisi teratas bila Anda mencari produk kecantikan Korea Selatan saat ini.

Kiri ke Kanan: Jessica Jung, Dr. Choi, Kim Kardashian

ORIGINAL OBESSIONS

Efek glowing yang Anda lihat pada setiap wajah model Korea Selatan, atau public figure di sana, bukan dari efek highlighter. Bahkan lelakinya pun mempunyai efek glowing yang serupa. Kalaupun mereka memakai makeup, perhatian utama mereka adalah produk makeup yang memiliki manfaat lebih untuk perawatan, seperti yang Alicia Yoon (certified esthetician and founder of South Korean beauty e-commerce, Peach & Lily) contohkan ketika Ia memakai Touch-Up Skin Perfecting Cream dari 24/7, “Shimmer ini sangat subtle dan akan membuat wajah Anda terlihat dewy, namun bagian yang terbaiknya adalah cocok untuk digunakan pada kulit yang sensitif seperti kulit saya.” Dalam kandungannya, highlighter tersebut memiliki adenosine yang berfungsi untuk melembutkan dan mengencangkan kulit, glycerin yang melembapkan, dan licorice untuk anti peradangan. Walaupun mereka memerhatikan tren makeup, namun prioritas utama perempuan Korea adalah merawat kulit.

Obsesi ini kemudian didukung dengan ketersediaan bahan kecantikan yang masih terbilang ekstrem, diungkap sebagai sesuatu yang “gross” di beberapa beauty online media, dan kontroversial bagi daerah Eropa dan Amerika yang masih tinggi perhatian terhadap lingkungan. Seperti salah satu pernyataan dari Dr. Choi Won Woo, founder and chief director dari klinik kecantikan Well’s Dermatolog and Medical SPA yang berlokasi di Apgujeong, Korea Selatan, secara eksklusif dalam wawancaranya dengan saya, “Pabrik kosmetik yang berasal dari Eropa dan Amerika tidak memilih ekstrak dari hewan karena nilai environmentalism di sana sangat overwhelming. Namun berdasarkan pengalaman klinis saya, snail slime, salmon egg enzyme, dan horse leather extract oil adalah bahan yang baik untuk wound healing, anti penuaan, dan intensive moisturizing.” Walaupun demikian, Dr. Choi memberitahu lebih lanjut bahwa “Dalam aspek ilmu medis, belum terbukti secara ilmiah dan konsensus mengenai bagaimana lendir siput tersebut sebenarnya bekerja dalam proses pemulihan luka.”

“Pabrik kosmetik yang berasal dari Eropa dan Amerika tidak memilih ekstrak dari hewan karena nilai environmentalism di sana sangat overwhelming.” – Dr. Choi.

Baca juga: Mencapai Lekukan Idaman Para Perempuan

Dalam praktiknya, klinik yang berdedikasi dalam penelitian dan perawatan untuk meningkatkan pigmentasi, tekstur, elastisitas kulit, serta kontur hingga mengecilkan pori ini memprioritaskan perawatan non-operasi dan program spa medis untuk menghindari prosedur operasi yang invasif. Dengan menjalani komitmen tersebut, Dr. Choi pun mengalihkan perhatian kepada berbagai metode alami yang diteliti dan digunakan oleh tim dermatolog, salah satunya pemakaian lendir siput tersebut. Di setiap praktiknya, biasanya lendir siput dalam bentuk krim dipakaikan kepada pasien yang telah menjalani tindakan laser. Ia merekomendasikan krim lendir siput siap pakai pada bagian yang dirawat selama satu minggu, kecuali untuk luka terbuka. Berbeda dengan efek pasif dari petroleum jelly untuk pemulihan luka, lendir siput mempunyai efek aktif seperti melembapkan, anti bakteri, hingga menstimulasi regenerasi kolagen. Dari pengalamannya, lendir siput ini aman untuk dipakai dan hanya di bawah dua persen dari total pasiennya yang mengalami reaksi alergi. Para perempuan Korea Selatan telah mengenal manfaat lendir siput ini sejak delapan tahun yang lalu.

Saat ini, snail slime memang masih terdapat di berbagai produk perawatan kulit di Korea Selatan, namun untuk pemakaian snail slime telah menurun di dunia medis. Dr. Choi pun saat ini lebih memilih krim Epidermal Growth Factor (EGF), krim untuk mengatasi tanda penuaan kulit, bintik hitam, regenerasi sel, garis dan kerutan halus di sekitar mata yang biasanya dibuat dari polypeptides (memiliki lebih dari sepuluh asam amino yang berfungsi untuk memastikan sel kulit bertindak secara normal, mengurangi peradangan di dalam kulit, dan mendukung pertumbuhan kolagen), ekstrak olive atau willow bark.

 

Kiri ke kanan: Charlotte Cho, Angela Kim, Alicia Yoon

TRIED AND TESTED

Ini saatnya Anda menguji keefektifan produk skin care yang telah Anda gunakan, dengan beberapa produk yang menjanjikan akan memberikan hasil akhir tampilan baby skin yang teruji oleh esthetician Alicia Yoon dan lainnya. Selain itu, kenali produk dan treatment yang telah saya coba di Jakarta yang bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit.

GO LOCO

Searah jarum jam: 1. Snail Wrinkle Sleeping Pack – Mizon, 2. Hyaluronic Acid Serum – Skin Inc., 3. Placenta Serum – V 10 Plus, 4. Sheep Oil Cream – Kicho, 5. Super Aqua Celle Renew Snail Hydro-Gel Mask – Missha, 6. Time Returning Cream, Dr, Jart+.

Mizon – Snail Wrinkle Sleeping Pack

Sangat populer di Korea Selatan, sleeping pack yang berasal dari 50 persen ekstrak siput ini juga mengandung empat peptide yang berbeda, dicampur dengan ekstrak herba dan botanis untuk membuat tekstur kulit Anda semakin halus dengan meningkatkan kelembapan, kekencangan, serta elastisitas.

Skin Inc. – Hyaluronic Acid Serum

Serum ini mengandung hydrolyzed hyaluronic acid yang berada di dalam kapsul rumput laut. Serum ini juga dapat dicampur dengan produk serum Skin Inc. lainnya untuk mendapat manfaat yang lebih customized dan belum pernah Anda rasakan.

Kicho – Sheep Oil Cream

Diperkaya dengan lanolin–satu satunya minyak dari hewan yang diperoleh dengan cruelty-free-Pelembap ini aman untuk kulit sensitif, “mencerahkan” penampilan kulit Anda, memerangi hiperpigmentasi, dan melembapkan dari dalam dan luar kulit. Seperti yang diulas oleh Alicia Yoon sebagai “hero cream” yang ultra populer dan menonjol di antara produk lainnya ini, juga dilengkapi dengan delapan berries berbeda yang penuh akan antioksidan vitamin C.

Missha – Super Aqua Cell Renew Snail Hydro-Gel Mask

Selain anti-aging dan dapat merevitalisasi kulit, masker yang mengandung ekstrak lendir siput dan hydrolyzed baobab tree ini dapat meningkatkan kualitas tekstur kulit. Paling baik digunakan sebelum tidur dan cukup memakai masker ini selama 20 menit.

HOME BOUND

Dr. Jart+ – Time Returning Cream

Krim wrinkle free yang dapat mengembalikan elastisitas kulit yang menggunakan bahan “mucin”, alias lendir siput.

V 10 Plus – Placenta Serum

Tersedia di klinik Skinthèstic, plasenta yang satu ini berasal dari campuran ekstrak lidah buaya, chlorella, dan pueraria. Serum ini bekerja efektif untuk bintik hitam, freckles, dan kulit kusam.

 

ULTRA BEAUTY REALITY

Kembali pada obsesi beauty di Korea Selatan, selain snail slime-yang bagaimanapun masih menduduki posisi teratas bila Anda mencari tentang bahan produk kecantikan Korea secara umum di internet-, bahan yang tidak kalah krusial dalam mengembalikan struktur kulit agar terlihat seperti “terlahir kembali” adalah hyaluronic acid dan plasenta. Kandungan hyaluronic acid yang dapat mengikat molekul air di dalam sel kulit, membuatnya menjadi bahan produk kecantikan untuk meraih tingkat kelembapan kulit yang maksimal dan membuat kulit kenyal atau plump. Seringkali hyaluronic acid menjadi salah satu bahan anti-aging. Namun bila Anda ingin “merubah” tekstur kulit seperti kulit bayi kembali, plasenta menjadi bahan yang Anda cari. Seperti yang Anda pikirkan, plasenta disini memang salah satunya merujuk sebagai plasenta yang dimiliki oleh manusia, atau hewan, yaitu hewan laut seperti salmon, atau darat seperti domba dan babi. Masih ingat ketika Kim Kardashian sempat mendinginkan plasentanya tahun lalu? Artis reality tv show tersebut memperolehnya dengan proses freezedried untuk dijadikan dalam bentuk pil yang memenuhi satu mason jar.

Kim Kardhasian West yang masih menyimpan pil plasenta-nya yang diambil setelah North West lahir tahun 2013.

She never missed out a bit! Pada dasarnya plasenta bersifat sebagai penunjang dari suatu kehidupan. Plasenta menjaga, melindungi, dan menutrisi sel di dalam tubuh Anda, salah satunya sel kulit. Dalam komponennya, plasenta mempunyai bahan aktif yang di antaranya vitamin, activated peptides, asam amino, protein, hyaluronic acid, enzim, mineral dan sel induk. Beverly Hills certified esthetician, Louise Deschamps (yang memiliki klien seperti Victoria Beckham, Harry Styles, Kim Kardashian, dan Madonna) menyebutnya sebagai “a go-totreatment” yang menjadi favorit dari para selebritis A-listers di Hollywood.Perawatan dengan plasenta ini ia rujuk dengan perawatan oleh Dr. Harold Lancer yang terkenal sebagai dermatolog Beverly Hills pilihan para selebritis di sana. Menjelaskan lebih lanjut tentang perawatan ini, “Plasenta sapi yang digunakan menyerupai sel induk manusia. Ini adalah protein dasar yang dekat dengan cellular makeup kita, sehingga badan dapat menyerap dan mengenalinya sebagai hal yang serupa.” Jennifer Lopez pun memakai Plazan Placenta Collagen Mask, produk skincare asal Korea Selatan yang menggunakan plasenta tanaman, sebagai salah satu ritual perawatan kulitnya. Namun kontradiksi mengenai plasenta ini berlanjut ketika Dr. Marisa Manzano, seorang ahli bedah plastik dari Anti-aging Group Barcelona memberikan tanggapannya mengenai manfaat plasenta bahwa, “Krim dengan sel induk binatang dan vegetasi adalah penipuan. Hal tersebut tidak terbukti bekerja secara ilmiah. Seperti seekor kadal ketika Anda memotong ekornya akan tumbuh kembali. Kita [sebagai manusia] memiliki sistem yang lebih kompleks daripada hewan dan bergantung pada sistem imun yang lebih kaya.

Menaruh plasenta hewan di atas wajah Anda tidak memberikan efek apapun, karena jaringan kita tidak menyerap manfaat dari plasenta hewan,” tutupnya. Saya sempat menanyakan akan keberadaan sel induk dalam produk perawatan kulit dengan dr. Robby Christanto, pemilik dari Skinthèstic yang berlokasi di upper floor Carina Salon, Jl. Gunawarman no. 26, “Untuk sel induk, saat ini sel induk apel memang paling baik untuk anti-aging, namun secara keseluruhan, bagaimanapun juga, sel induk yang berasal dari laut tetap yang terbaik, seperti sea kelp. Namun dalam praktiknya, saya lebih menggunakan growth factor.” Walaupun perbedaan pendapat dari para ahli dermatolog masih ada, pada kenyataannya produk yang mengklaim menggunakan plasenta dan sel induk yang dilansir oleh perusahan multinasional, masih kerap bermunculan. Walaupun demikian, di antara banyaknya produk yang mengandung bahan lendir siput, dan plasenta, Anda tetap dapat memakainya dengan memilih produk yang telah diseleksi dan diuji coba oleh beberapa certified esthetician seperti Alicia Yoon yang hanya mengulas produk-produk dari Korea Selatan yang aman untuk Anda gunakan. E-commerce serupa yang lainnya ialah Soko Glam oleh Charlotte Cho dan Insider Beauty oleh Angela Kim.

Kiri ke kanan: 1. Dermaviduals, Cleansing Gel, 2. Skinthèstic at Carina, Aquaclean Treatment

OTHER TEXTURES

Dermaviduals, Cleansing Gel

Skincare brand asal Jerman ini mengandung bahan tanaman alami seperti minyak serai dan coco glucoside yang membuatnya lembut untuk kulit. Seluruh bahan yang digunakan produk Dermaviduals membuat tekstur kulit Anda seperti “baby skin” kembali.

Skinthèstic at Carina, Aquaclean Treatment

Dengan alat Aquaclean yang berasal dari EunSung Global Corp. dari Korea Selatan ini, didesain khusus untuk membersihkan kulit Anda hingga bagian terdalam. Perawatan yang bersifat non-invasif dan tidak ada downtime ini menggunakan empat tahapan mulai dari membersihkan sebum di dalam pori-pori kulit dengan lactic acid, meredakan radang dan bibit jerawat dengan salicylic acid, melembapkan dan menutrisi bagian kulit yang lebih bersih dengan ekstrak portulaca leracea, hyaluronic acid, dan diberikan finishing cream, serta lotion mist. Alat ini bekerja menggunakan alat vakum yang dirancang dengan presisi untuk mengeksfoliasi kulit, mengangkat, dan melembapkan secara bersamaan.

Comments

Share this article: