Kiat Membuka Diri pada Pengetahuan dan Tantangan Baru dalam Berkarier

Sesi belajar untuk menggali ide-ide dalam bekerja menjadi elemen penting untuk terus mengembangkan kemampuan diri kala berkarier. Di bidang apapun profesinya, kita harus mampu untuk terus menyalakan api antusiasme dalam mempelajari hal-hal baru, yang bahkan menantang kita untuk terjun ke ranah di luar comfort zone kita. Karena pada akhirnya, dengan terus membekali diri dengan pengetahuan… View Article

Sesi belajar untuk menggali ide-ide dalam bekerja menjadi elemen penting untuk terus mengembangkan kemampuan diri kala berkarier. Di bidang apapun profesinya, kita harus mampu untuk terus menyalakan api antusiasme dalam mempelajari hal-hal baru, yang bahkan menantang kita untuk terjun ke ranah di luar comfort zone kita. Karena pada akhirnya, dengan terus membekali diri dengan pengetahuan baru, kita justru mendapat akses untuk jenjang karier yang lebih tinggi sekaligus lebih luas. Lima perempuan berikut pun membuktikan bahwa melalui proses belajar dan membuka diri pada pengetahuan serta tantangan baru, justru membawa mereka menduduki puncak bangku pemimpin di bidangnya masing-masing. Lesson worth to learn!
“Belajar. Karena dari belajar, kita bisa melakukan banyak hal baru. Dari opportunity yang didapat, kita bisa mendalami yang sedang dikerjakan, sehingga diri kita pun berkembang untuk jadi lebih baik lagi dalam berkarier. Strategi saya dalam bekerja, build a good team. Karena dengan tim yang kompeten, kita tidak perlu mengerjakannya sendiri. Saya biasa memberi directions pada tim, agar mereka tahu apa yang dikerjakan, dan membagi pekerjaan sehingga pekerjaan selesai tanpa harus lembur. Sebagai perempuan berkarier, hectic-nya pekerjaan memang menyita waktu untuk keluarga, namun saya biasa menyiasatinya dengan hari Sabtu khusus untuk stay dengan keluarga. Hari Minggu pagi pun saya gunakan untuk olahraga lari pagi. Saya juga selalu meluangkan waktu sekali dalam sebulan untuk diving atau pergi keluar kota, sekalipun hanya ke Bandung atau Sukabumi, tapi ampuh untuk refresh diri lagi. Healthy mind will create a better output.” Aida Nurmala, CEO Studio One.
“Dalam bidang marketing, saya rasa kunci utamanya adalah membangun networking. Karena dengan banyak bertemu dengan orang lain, kita dapat memperoleh ilmu baru dan kesempatan yang potensial untuk meningkatkan kemampuan kita. Saya pun bukan tipe orang yang terlalu senang belajar dalam ruangan atau pendidikan formal, meskipun sesekali mengikuti training, namun potensi diri saya justru banyak terasah dan berkembang melalui networking yang saya bangun. Trust me, you’ll be surprised to see how much you can learn from the people in your network. Selain itu, eager to learn new things harus ditanam dalam diri. Dan janganlah cepat berpuas diri dengan achievement yang didapat, karena itu akan membuat kita ingin melakukan yang lebih baik, dan lebih baik lagi. Untuk menyeimbangkan kehidupan dengan keluarga, saya lebih menekankan pada kualitas ketimbang kuantitasnya. Menyadari bahwa waktu itu terbatas, saya mencoba untuk membuat setiap pertemuan menjadi berarti.” Sarah Damanik, Sr. Business Development La Mer & Bobbi Brown at The Estée Lauder Companies.
Networking di kondisi seperti saya sekarang ini adalah sangat penting. Karena dari networking yang baik, saya bisa menjadi lebih dekat dengan supplier, customer, franchisee, business client, hingga mengerti kondisi mereka lebih baik. Untuk dapat terus menggali ide-ide dalam berkarier, kita harus selalu punya waktu luang. Karena dari pekerjaan saya yang 24 jam ini, kadang ingin teriak ‘I need a vacation!’ Jadi saya meluangkan waktu setidaknya beberapa hari dalam dua bulan untuk bepergian. Karena bila terlarut dalam pekerjaan, justru ide tidak akan bisa keluar untuk meningkatkan diri. Saya juga rutin berolahraga agar tubuh sekaligus pikiran saya fresh kembali. ” Michelle E. Surjaputra, CEO & Founder Michelindo Group.
“Saya banyak belajar saat saya memulai karier dari bawah. Sedikit-sedikit, ilmu yang saya pelajari memperkaya pengalaman dan menjadikan karier saya terus naik. Karena saya percaya, ilmu yang dipelajari saat masih di bawah lah yang membuat kita memiliki kelebihan-kelebihan yang didapat sekarang. Saya juga merasa beruntung mempunyai keluarga yang selalu mendukung, jadi waktu pun mudah untuk diatur. Saya memaksimalkan waktu dengan keluarga saat sebelum berangkat kerja dan setelah pulang kerja. Selama di kantor, saya selalu membuat list down prioritas yang harus dikerjakan satu harinya. Weekend saya optimalkan waktunya dengan urusan keluarga, bahkan bila berkumpul dengan teman, saya akan bawa anak untuk have fun bersama.” Dewi Karmawan, Director of PR & Marcomm Intercontinental Bali Resort.
“Dalam bidang yang saya geluti, lewat belajar dari Public Relations lain yang sudah berhasil justru menambah wawasan saya untuk dapat membuat perusahaan jadi lebih baik lagi. Dalam studi S3 yang saya ambil, saya juga mendapatkan teori mengenai pariwisata, sehingga sebagai seorang praktisi pariwisata, saya pun tidak hanya dapat ilmu dari pengalaman, namun dari teori yang mendukung potensi diri saya dalam memajukan perusahaan. Apapun pekerjaannya, milikilah passion di sana, sehingga tidak terbebani dengan apa yang dikerjakan. Saya bekerja untuk keluarga, bahkan saya bahagia dapat menjadi kebanggaan keluarga. Komunikasi adalah waktu berkualitas saat saya bersama keluarga. Dan Agar pekerjaan tidak last minute, saya selalu membuat agenda harian manual yang ditulis, dan mengkomunikasikan segala pekerjaan. Saya bersyukur menjadi perempuan yang multitasking.” Ayu Cornelia, Marketing Communications Manager Hyatt Regency Yogyakarta.

Comments

Share this article: