Alasan Nicholas Saputra Tidak Senang Popularitas

Kepopulerannya tidak diragukan. Ia tumbuh di bawah sorotan publik, namun Nicholas Saputra memilih berada di luar ‘radar’ publik. Yup! Nicholas Saputra tidak senang popularitas. Ini alasannya.

Kepopuleran Nicholas Saputra tidak diragukan. Sejak aktingnya sebagai Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta pada tahun 2002, Nico menjadi sangat terkenal. Meski sebetulnya, ia main film hanya sekali dalam satu tahun. “Maksimal hanya satu film dalam satu tahun. Alasannya lebih kepada endurance sebagai aktor. Karena ketika terlibat dalam suatu film, saya tidak mengerjakan hal-hal lain. Dan film itu sendiri ada riset dan latihan yang kadang butuh waktu sangat panjang,” kata Nicholas Saputra.

Sukses memerankan Rangga di film romantis klasik Ada Apa Dengan Cinta, Nicholas Saputra tumbuh di bawah sorotan publik. Ada begitu banyak orang mengidolakan dirinya. Ada banyak sebabnya. Ketampanan, pembawaan yang tenang, cara berbicara yang selalu menatap mata lawan bicara, dan sikapnya seolah terkesan ‘dingin’. Ia adalah satu dari sedikit figur publik Indonesia yang tidak pernah mengumbar dan mengekspos kehidupan personalnya. Nicholas Saputra memilih berada di luar ‘radar’ publik. Ia bilang, Ia senang ketika orang membicarakan karya-karyanya. Namun sangat tidak suka saat orang-orang menyorot kehidupan pribadi yang tidak ada korelasi apa pun dengan profesinya sebagai aktor. “Saya enggak bisa menjelaskan alasan mengapa saya kurang nyaman berada under the spotlight. Motivasi saya main film bukan supaya disorot popularitas. Saya ingin mengekspresikan gagasan dan berkarya secara positif. Hanya kebetulan, film Ada Apa Dengan Cinta ditonton banyak orang. Yah, terkenal dan dikenal itu ‘efek samping’ dari apa yang saya kerjakan di film,” Nico menjelaskan.

“Saya adalah orang yang sangat menghargai nilai-nilai privasi. Ada batasan-batasan, apa yang mau saya bahas di publik dan yang saya simpan di ruang privat. Saya juga kurang paham mengapa ada banyak orang ingin tahu kehidupan pribadi saya. Mungkin di Indonesia, orang-orangnya cukup ‘longgar’ dalam menilai privasi,” Nicholas Saputra menjelaskan. Setiap orang punya pilihan sikap. Masing-masing saling berbeda tentunya. Ia sempat mengatakan, salah satu alasan ia menutup rapat-rapat kehidupan personal karena ia tidak mau keluarga dan orang-orang dekatnya menjadi terganggu. “Saya paham, setiap orang menyikap privasi secara berbeda-beda. Saya hargai itu. Tapi saya tidak merasa terbebani dengan apa yang saya lakukan. Ini prinsip hidup saya,” tegasnya. (Rianty Rusmalia, Foto: Raja Siregar / dok. ELLE Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *