Menelusuri Cerita L’Occitane dan Kota Provence

Tableaux de Provence

Produk skin care yang kian masif dan sudah menjadi the most important product dalam melengkapi beauty regime Anda sehari-sehari, seolah menjadi kunci utama dalam meraih kulit wajah yang tampak bercahaya, kencang, dan tampak muda. Menggunakan formula berbasis bahan alami, kerap menjadi andalan hampir seluruh label kecantikan ternama termasuk lini premium skin care asal Perancis, L’Occitane. Sang founder Olivier Baussan yang memiliki misi membawa kecantikan alami ke rumah-rumah di seluruh dunia, selalu terus berinovasi menghadirkan produk-produk baru yang berkualitas dan aman untuk digunakan bagi semua lapisan individu.

Into the Light

Menelisik kota indah dan romantis di mana pusat brand L’Occitane berada, pertengahan bulan September lalu ELLE terbang menuju kota Provence, Perancis, untuk menjadi saksi peluncuran satu rangkaian fragrance terbaru dari label tersebut, hingga berkesempatan mengenal langsung sosok sang founder, Olivier Baussan. Bersama rekan jurnalis Indonesia lainnya, influencer Anna Octarina, serta aktris emerging Asmara Abigail, ELLE mengikuti sederet agenda untuk berkenalan dengan produk fragrance terbaru dari L’Occitane.

Agenda aktivitas pertama kami bertempat di Provençal house, le Mas de la Rabassiè. Marina Glover selaku Fragrance Group Manager L’Occitane, mengadakan presentasi mengenai satu seri rangkaian fragrance terbaru yang akan segera diluncurkan dan hadir pada bulan November 2017 di Indonesia. Mendapati banyak cerita indah di balik L’Occitane dan kota Provence, membuat saya semakin antusias ingin mendalami lebih lanjut mengenai aroma wewangian tersebut.

Berawal dari memori dan inspirasi, cahaya yang bersinar di kota Provence menjadi salah satu elemen terpenting dalam merefleksikan kecantikan yang otentik. Momen the golden hour yang hadir di pagi hari menjadi inspirasi Olivier untuk menciptakan rangkaian seri Terre de Lumiēre. Terre de Lumiēre sendiri juga memiliki arti yang indah, yaitu The Land of Light. Diinfusi pink pepper, bergamot Italy, dan blackcurrant, Anda akan terbuai dengan aroma fresh yang kemudian membaur dengan wewangian terbesarnya, yaitu harum lembut peony petal, lalu diakhiri dengan aroma musky yang sensual. Bahkan dalam kemasannya yang didominasi warna merah muda, Anda tetap bisa melihat kilatan berwarna putih yang seolah diibaratkan layaknya cahaya Provence yang sedang menyinari.

Selain itu, Marina pun juga mengadakan mini workshop bagaimana seseorang bisa mengungkapkan emosi dan  perasaan saat kita sedang menghirup berbagai aroma wewangian.

Setelah presentasi mengenai peluncuran fragrance Terre de Lumiēre, ELLE pun diajak mengunjungi provençal villages. Menelusuri lebih dalam kota yang tenang namun terasa homey ini, kami pun diajak berkeliling melihat rumah penduduk lokal.

Aktivitas hari itu dilanjutkan dengan mengunjungi Ecomusée L’olivier, yaitu factory pertama L’Occitane. Selain museum yang berisikan alat-alat produksi serta catatan sejarah mengenai L’Occitane, Anda juga bisa beristirahat sejenak di coffee shop ataupun berbelanja souvenir dan produk olive oil asli yang diproduksi langsung oleh L’Occitane di sini.

Meet the Founder

Ada cerita menarik ketika agenda kami berlanjut bertemu sang founder, Olivier Baussan, di hotel kami menginap, Le Couvent des Minimes Hotel, Provence.  Selain bercerita mengenai fragrance seri Terre de Lumiēre terbarunya, saya pun sempat menanyakan momen paling berharga kepada Olivier saat ia membangun dinasti kecantikannya. Olivier menceritakan dengan lugas kenangannya saat mendapati kabar buruk mengenai factory-nya yang mengalami kebakaran kala itu. Rasa sedih bahkan pikiran bahwa semua usaha yang dirintisnya akan berakhir, berhasil tertepis berkat dukungan keluarga dan penduduk setempat yang tanpa akhir terus menyemangatinya agar dapat bangkit kembali. Dengan perencanaan yang baru, Olivier pun akhirnya memindahkan dan membangun factory-nya kembali ke lahan yang lebih luas, bahkan melengkapinya dengan boutique, museum, dan kebun. Tanpa mau menghilangkan kenangan indah pada factory pertamanya, Olivier pun melestarikan bangunan tersebut menjadi sebuah museum bernama Ecomusée L’olivier yang dibuka untuk umum. Selain itu, saya juga menanyakan produk terfavorit Olivier sepanjang ia menciptakan produk-produk L’Occitane. Tentu saja, Shea Butter jawabannya! Selain produk pertama yang ia buat dan terkesan klasik, saya setuju dengannya bahwa aroma ini sangat menyenangkan dan disukai banyak orang.

Holiday Is Coming!

Keesokan harinya, agenda yang terus berjalan dilanjutkan dengan pampering time lewat program luxurious  90 minutes L’Occitane spa treatment di hotel kami menginap. Pilihan scrub dan massage menggunakan seri Almond menjadi treatment pilihan saya. Tak hanya menggunakan seluruh varian produk L’Occitane, Anda juga dapat berbelanja di L’Occitane store yang berada satu lantai dengan ruangan spa, dan bebas mengeksplorasi pilihan semua varian produk from head to toe.

Kali ini, Villa St. Marc, Provence, menjadi lokasi acara yang dituju. Arsitekstur bangunan tua bergaya Mediterania, dilengkapi dengan ladang hijau yang luas, membuat kami semakin antusias untuk mengeksplorasi lebih jauh isi dalam rumah tersebut. Ruang tamu yang dilengkapi perapian tempat kami bersantai, dihiasi dekorasi dan musik bernuansa Natal yang khas, memberikan rasa nyaman layaknya berada di rumah sendiri.

Akhir tahun yang sudah tinggal beberapa bulan lagi, menjadi agenda spesial bagi brand L’Occitane. Menurutnya, momen hari raya Natal dan penyambutan pergantian tahun, menjadi momen yang tepat untuk memberikan special gift kepada orang yang Anda sayangi. Memanfaatkan momen tersebut,  L’Occitane yang terus berinovasi selalu menghadirkan koleksi produk terbatasnya lengkap dengan desain kemasan yang menarik dan terus berbeda setiap tahunnya. Saya pun beruntung bisa mengintip terlebih dahulu koleksi edisi terbatas terbarunya yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Tak hanya mengintip koleksi holiday limited edition, ELLE pun berkesempatan mengikuti aktivitas gift wrapping workshop yang fun! Selain diajarkan teknik membungkus kado melalui pattern khusus, kami pun diberikan bekal cara membuat kartu 3D yang eye catching.

Chasing the Golden Hour

Tak lengkap jika inspirasi dari Olivier Baussan mengenai fragrance terbaru seri Terre de Lumiēre tak kami rasakan langsung di kota Provence. Momen chasing the golden hour melalui hot air balloon menjadi agenda penutup press trip kami selama di kota Provence. Saya pun tidak bisa mengungkapkan kekaguman begitu melihat landscape kota Provence saat berdiri di atas 4000 kaki dengan suhu mencapai minus tiga derajat. Incredible!

 

Foto: Dok. L’Occitane

Comments

Share this article: