Menghindari Lembur di Kantor dengan Mengaplikasikan Waktu Kerja Efektif

Overtime can be overcome.

Menyelesaikan pekerjaan melebihi batas jam kerja merupakan masalah yang sering dialami banyak pekerja dalam berbagai bidang. Masuk pagi pulang larut, hingga menggunakan waktu akhir pekan untuk bekerja menjadi budaya kerja yang kemudian melekat dalam gaya hidup pekerja urban. Sejumlah pekerjaan yang tak sempat diselesaikan dalam jam kerja menuntut seseorang untuk merelakan waktu istirahat dan waktu untuk keluarganya demi menyelesaikan pekerjaannya.

Jika Anda melakukan pekerjaan hingga lembur karena tidak dapat menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu waktu, maka Anda justru dapat dinilai tidak dapat bekerja secara efisien. Walaupun begitu, hal tersebut bukan merupakan kesalahan yang disebabkan dari diri Anda semata, melainkan seni penyiasatan dan manajemen waktu yang harus Anda benahi. ELLE Indonesia memberikan empat tips memaksimalkan waktu kerja untuk menghindari lembur.

1. Have a fresh start 

Kebiasaan lembur akan membuat jam tidur dan ritme kerja Anda berantakan, oleh karena itu tinggalkan kebiasaan tidur di atas jam 11 malam dan gunakan waktu kondusif untuk bekerja di pagi hari. Selain untuk memiliki jam tidur yang cukup, membiasakan tidur lebih cepat dan disiplin memulai bekerja di pagi hari, akan membangun pola ritme kerja yang baik. Jika Anda sebelumnya selalu datang satu menit sebelum jam masuk kerja, cobalah sekarang untuk datang ke kantor 20 menit sebelumnya. Dengan datang lebih awal, Anda dapat mempersiapkan fisik Anda seperti melakukan gerakan olahraga kecil sebelum duduk di meja kantor. Kondisi tubuh dan pikiran yang fresh akan secara otomatis membangun semangat dan fokus kerja Anda.

 

2. Discuss it with your boss

Anda berhak untuk mendiskusikan tugas-tugas Anda sesuai dengan efektivitas kerja nantinya. Terutama jika Anda merasa pekerjaan yang diberikan “tidak masuk akal” untuk dapat memenuhi deadline yang ada. Atasan Anda akan dengan senang hati memberikan pekerjaan-pekerjaan lainnya lagi apabila Anda tidak mengatakan bahwa Anda keberatan dengan pekerjaan dan batas pengumpulan pekerjan tersebut. Tetapi hal tersebut bukan merupakan suatu tanda yang menunjukkan bahwa Anda tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik, melainkan sebuah negosiasi antara atasan dan karyawannya. Your boss is not a monster, Anda perlu membenarkan sesuai kebijakan jam kerja yang berlaku demi efektivitas kerja. Selain itu, Anda juga perlu mendiskusikan solusi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, contohnya dengan meminta rekomendasi aplikasi digital tertentu yang berkaitan dengan bidang pekerjaan Anda hingga dapat mempercepat dalam proses menyelesaikan tugas Anda, contohnya aplikasi Trello untuk mempermudah pengaturan jadwal proyek Anda.

3. Set your commitments 

Menurut Grudnoff, bekerja dengan waktu melebihi jam kerja bukan berarti dapat memaksimalkan produktivitas kerja. Terlalu banyak target pekerjaan yang harus Anda selesaikan dalam satu hari justru dapat mengakibatkan stres yang berujung pada gangguan kesehatan Anda. Anda perlu mengingat bahwa Anda memiliki kehidupan di luar pekerjaan, you can use your extra working time to read your favorite book or go out for dinner with your friends instead. Aturlah batas pekerjaan maksimal Anda yang harus Anda selesaikan setiap harinya. Jangan memaksakan terlalu banyak pekerjaan dalam satu hari dan fokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah Anda tetapkan dalam batas waktu kerja di kantor. Hindari mengecek notifikasi email terlebih dahulu sebelum Anda menyelesaikan tugas yang sudah Anda tentukan dalam satu hari. Be discipline and don’t get easily distracted!

4. Control your time

Tidak dapat dipungkiri bahwa sesekali Anda membutuhkan waktu ekstra apabila terdapat deadline pekerjaan dadakan yang harus diutamakan. Jika Anda telah memprediksi akan membutuhkan waktu lebih dari jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan, Anda dapat menyiasatinya tanpa harus berlarut malam di kantor. Lanjutkan pekerjaan Anda di rumah, tetapi tentukan batas waktu maksimal untuk menyelesaikan tugas tersebut. Biasakan habit untuk pulang kantor tepat waktu, Anda dapat menyelesaikan pekerjaan Anda saat perjalanan pulang di kereta atau mobil. Namun Anda juga harus memperhitungkan berapa banyak waktu ekstra yang telah Anda gunakan per harinya. Sebagai contoh, apabila dalam satu minggu Anda menggunakan waktu ekstra kerja untuk mengerjakan pekerjaan di rumah sebanyak dua kali, maka minggu berikutnya Anda tidak boleh bekerja dengan waktu ekstra lagi.

Comments

Share this article: