Menyelisik Kerajaan Bisnis Robert De Niro yang Tersebar di New York dan Melintasi Benua

The world through De Niro’s eyes.

PHOTOGRAPHY: Turi Løvik Kirknes STYLING: Jennifer Michalski-bray PHOTOGRAPHY ASSISTANT: Tammy Henderson STYLING ASSISTANT: Theodora Chytoudi POST PRODUCTION: Alina Kovban PHOTOGRAPHED AT: The Greenwich Hotel, New York

Robert De Niro adalah manifestasi dari buah pikir definisi ‘get the best of both world’. Ia mampu memaksimalkan kemampuan mumpuninya dalam akting dan menyutradarai, untuk memimpin dan menyajikan servis terbaik bagi dunia melalui venture bisnis yang divergen.

SHOWBIZ LINE

TriBeCa Productions: Pada tahun 1989, Bob bersama produser Jane Rosenthal mendirikan TriBeCa Productions untuk tujuan memfasilitasi para insan film dalam memproduksi karya mereka di New York, atau bahkan turun langsung ke jalanan kota New York, tanpa harus pergi ke filmmaking capital, Hollywood.

Tribeca Film Festival: Sejak tahun 2002, Bob membawa TriBeCa Productions tergabung dengan Tribeca Enterprises yang juga digawangi pasangan Jane dan sang suami Craig Hatkoff, hingga ketiganya menggagas Tribeca Film Festival. Ajang ini juga telah menjadi euforia apresiasi dalam dunia perfilman independen Amerika Serikat dan internasional, yang telah dikunjungi oleh tiga juta pengunjung dan menayangkan 1.500 film!

Tribeca Film Institute: Gairah Bob terhadap industri film juga diwujudkan melalui upayanya dan Jane membentuk organisasi non-profit Tribeca Film Institute untuk menampung dan menggerakkan komunitas film dalam berkarya. Ini adalah realisasi misi dan ambisi Bob untuk memberi feedback positif kepada New York yang telah membesarkannya, dan memberi tradisi bagi New York yang akan dilakukan dan dikenang sepanjang masa.

 

Read Also: EXCLUSIVE! Dari Rooftop Greenwich Miliknya, Robert De Niro Berbincang dengan ELLE Indonesia

 

GOURMET LINE

Tribeca Grill: Keputusan Bob untuk berinvestasi pada restoran Tribeca Grill pada tahun 1989 memang awalnya dilandasi oleh passion dan misinya membawa the village (sebutan local untuk Greenwich Village) menjadi pusat kultur Manhattan. And he did beyond that, karena Tribeca Grill menjadi pusat destinasi menyesap wine di New York berkat 2000 seleksi Châteauneuf du Pape hingga California Cabernets yang langka.

Nobu Restaurant: Bersama dengan Nobu Matsuhisa, Bob membangun kerajaan Nobu Restaurant hingga hadirnya 37 cabang yang tersebar di Amerika Serikat, Asia, Australia, dan Eropa. Ia mengawalinya dengan membuka cabang pertama di Hudson Street, New York, mengekspansi sayap kedai sushi mini Nobu Matsuhisa di Beverly Hills menjadi sebuah rantai restoran berlevel titan.

Locanda Verde: Restoran yang menjadi jantung The Greenwich Hotel ini merupakan investasi Bob dalam upaya untuk memberi kesan home far away from home melalui hidangan lokal Italia yang mengingatkan pada rumah, dan pusat untuk bersantap sepanjang hari.

 

SPIRITS LINE

Vdka 6100: Setelah didekati oleh sang founder James Packer untuk konsultasi branding pada tahun 2012, Bob menolak karena ia ingin lebih terlibat dalam proses pembentukan brand secara keseluruhan. Dan setelah didaulat menjadi co-creator, Vdka 6100 melanjutkan ekspansi kepopulerannya dengan meraih poin 91 dari 100 dalam ajang penghargaan Ultimate Spirits Challenge tahun lalu. Seperti predikat yang diterimanya, “Excellent, highly recommended.”

 

PROPERTY LINE

The Greenwich Hotel: Sejak didirikan Bob sembilan tahun lalu, The Greenwich Hotel telah menjadi ikon luks bagi the village, sekaligus menjadi manifestasi semua ide Bob dalam berkarya. Mulai dari desain, servis, dan value, properti sekaligus hospitality ini adalah jantung Bob dalam mengerahkan passion dan ambisinya untuk menyebarkan positivity melalui karya.

 

Click here to watch the behind the scene of Robert De Niro’s photo shoot and interview.

 

This article is originally published in ELLE Indonesia “Men Issue” November 2017.

Comments

Share this article: