More Than Just Hard Work! 6 Basic Skills Ini Perlu Anda Kuasai untuk Menggapai Sukses

Allisa Meinada mengingatkan akan 6 basic skills yang sering dilupakan namun penting untuk diasah.

 

Ketatnya kualifikasi dunia kerja profesional menuntut kualitas maksimal yang seseorang miliki. Tak hanya pengetahuan luas dan banyaknya pengalaman kerja, ternyata kemampuan dasar akan selalu menjadi pondasi utamayang nantinya menunjang kredibilitas kinerja seseorang. Mungkin kemampuan dasar yang Anda pikirkan berupa skill komunikasi atau kecepatan berhitung. Tetapi apa jadinya jika skill yang saya maksud adalah kemampuan untuk jujur terhadap diri sendiri atau kemampuan berempati pada orang lain? Meskipun saat ini Anda sedang mengernyitkan dahi, namun nyatanya skill  serupa yang selama ini tidak terlalu Anda perhatikan sebagai hal utama justru memiliki dampak positif mendalam pada diri seseorang (tentunya pada karir pekerjaan Anda juga). Tak hanya membuat individu lebih unggul, seseorang dengan kemampuan dasar tersebut dapat memberikan impact berupa energi positif yang menentukan deep impression-nya bagi orang lain. Again, deep impression, not a temporary first impression. Well, you might feel that it’s still a bit abstract to you, but it does take times and learning-by-doing practices. Anda dapat memulai penerapan metode yang baik dan benar dalam kemampuan menyimak Anda.

 

Yes, I’m Listening

Kemampuan menyimak dengan baik tak dimilik isemua orang, unless they trained themselves to be a better listener.Fokus Anda adalah lawan bicara Anda, memahami apa yang ia coba sampaikan dan memaknai the true feeling. Metode yang dapat Anda lakukan untuk memiliki kemampuan menyimak lebih baik adalah memulai dengan proses mind-focus. Alihkan internal noise dalam pikiran Anda yang secara natural datang ketika sedang menyimak seseorang dengan berfokus pada proses bernapasAnda. Dengan begitu Anda dapat menangkap pesan dari lawan bicara lebih detail. Kemudian metode selanjutnya adalah dengan menghindari sesi kritik atau pemberian komentar di tengah-tengah lawan bicara yang sedang bercerita. Be open-minded,berikan tanggapan berupa sudut pandang dalam berbagai aspek terhadap ide tersebut, bukan pernyataan„your idea is wrong“.

 

Empati

Dapatdikatakan bahwa rasa peduli muncul dalam berbagai bentuk perwujudan, begitu pula empati. Empati yang disebut sebagai sebuah skill  bukan berarti sesuatu yang bersifat kaku.Dalam hal ini, rasa empati yang dimiliki seseorang dapat diterapkan dalam dunia profesional. Ketika Anda mulai mencium  kekacauan koordinasi  tim kerja Anda, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan tenang. It sounds simple yet not that easy to do, cause not all people have the same level of sense.Mulailah untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil seperti memperhatikan hal-hal di sekitar Anda. Posisikan sudut pandang Anda dalam keadaan yang orang lain sedang hadapi, dan cobalah untuk memikirkan solusi yang akan Anda lakukan jika mengalamai hal tersebut. The key is in you to be more aware with others.

 

I Am More Capable Than This

Self-talk yang sering Anda lontarkan di dalam hati seperti “damn, I’m so stupid” mungkin telah menjadi perkataan yang secara otomatis keluar ketika Anda melakukan kesalahan.Meskipun terkesan sebagai kebiasaan yang tidak bedampak kepada orang lain,namun sugesti-sugesti negatifnya turut mempengaruhi proses bernalar seseorang yang berujung pada aksi konkret pada gaya hidupnya di kemudian hari. Ubah kebiasaan perkataan“Why am I so stupid!”menjadi“It’s okay, I will work harder next time”terhadap diri Anda.

 

Honesty Is The Best Policy

Let’s ask ourselves first, apa yang akan Anda rasakan jika dibohongi oleh sahabat atau rekan kerja terpercaya Anda? Tentunya merasa dikhianati dan tidak dihargai.Memang benar, semua orang memiliki alasan dari setiap keputusan yang diambil…….mungkin kebohongan adalah solusi terbaik. Tetapi jika Anda mendapati alasan bahwa kebohongan itu dilakukan untuk menghin dari kekecewaan Anda terhadap kenyataan yang sebenarnya, that would be even more miserable.

 

I Need A Help

Sebagai individu yang independen, kinerjanya dalam melakukan sesuatu juga dapat menjadi tolok ukur seberapa besar orang tersebut dapatdipercaya. Tetapi, Anda tidak bisa menghindari kenyataan manusia sebagai makhluk sosial. Individualitas yang kini mengakar kuat padagenerasi millennial untuk menembus batas demi hasil maksimal disalah artikan dalam pernyataan“I don’t need help”. Tetapi kenyataan berkata lain, seseorang memiliki kelemahan masing-masing yang tak selalu bisa diatasi sendiri. Percayalah, jangan biarkan diri Anda menyesal karena tidak menggunakan kesempatan dan the power of strength yang ada pada orang-orang di sekitar Anda.

 

It’s Time To Manage Your Time

Kemampuan mengatur efisiensi waktu merupakan skill dasar yang berpengaruh baik pada kinerja kerja seseorang maupun dalam lingkup sosial lainnya. Kemampuan time-managing seseorang menentukan produktivitas, kecepatan penyelesaian tugas, kuantitas dan kualitas hasil kerja dalam susunan waktu yang padat.Tak hanya hasil pekerjaan yang dapat terselesaikan dengan efisien, time-management juga memiliki manfaat untuk menghindarkan seseorang dari stres.

 

Comments

Share this article: