Neonomora: Mengambil Alih Spotlight Panggung Internasional

Dengan konsistensi musik serta keotentikan yang dimiliki seorang Ratih Suryahutamy, ia membawa nama panggung Neonomora dan debut album bertajuk Seeds meraih banyak penghargaan, serta sebuah tur tunggal internasional ke Amerika Serikat dan Inggris. Inikah standar baru industri musik Indonesia di mata dunia?

Fringed crop jacket, Angel Chen Studio. Black dress, Nicola Bacchilega. Pouch bag, Fortie.

Pertama kali saya melihat sosok Ratih Suryahutamy adalah saat ia tampil sebagai salah satu headliner dalam perhelatan G’DAY MATE yang juga menghadirkan band indie basis Brisbane, The Jungle Giants, pada tahun 2015 silam. Solois yang kerap dikenal melalui nama panggungnya, Neonomora, malam itu mencuri perhatian para penonton yang setengahnya merupakan ekspatriat. Saat ia membawakan track berjudul You Want My Love dengan suara soulful nan energik serta tampilan distingtif, lahir harapan dalam diri saya bahwa ia akan menjadi oase bagi industri musik lokal yang kental akan dentuman nada konvensional. Not a false alarm though, karena Neonomora baru saja melangsungkan tur Inggris dan Amerika Serikat, yang mana merupakan bukti bahwa ia mampu merepresentasikan musik tanah air di kancah internasional.

Kali ini, saya mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Ratih, atau perempuan yang biasa disapa Ra. Awalnya saya menerka-nerka seperti apa karakter Ra di luar panggung? Dan keraguan saya buyar di menit pertama berkenalan dengan Ra ketika ia berkunjung ke kantor ELLE. Meskipun cuaca sedang terik dan Ra tengah menjalankan ibadah puasa kala itu, namun energi sublim tetap terpancar dari dirinya. “Ratih itu seorang introver yang socially awkward. Jika sedang di atas panggung menjadi Neonomora, karakter saya barulah berubah drastis. But once I feel the instant connection with somone new, I can just be myself,” jelasnya membuka perbincangan. Sikap friendly miliknya membuat saya percaya bahwa selain bakat, personality juga memiliki andil besar atas penghargaan yang telah diraihnya. Saya pun bertanya-tanya, sejak kapan ia jatuh cinta pada industri musik yang membesarkan namanya? “Ibu saya dulunya seorang penyanyi dan dia berusaha keras untuk itu, namun ada kendala dari dukungan yang tidak didapatnya. Alhasil, saya dan adik, Bam Mastro (vokalis Elephant Kind), sering diasupi afeksi dengan berbagai hal yang berbau musik. Dulu, setiap kami sedang duduk di meja makan untuk sarapan, ibu saya akan memutarkan lagu, terutama jazz.”

Ra yang acap kali berpindah tempat tinggal ke beberapa negara karena tuntutan pekerjaan sang ayah yang berprofesi diploma, menuturkan hal ini membuatnya harus sering beradaptasi dengan berbagai kultur baru. Dan setiap tempat memiliki porsi masing-masing yang berpengaruh bagi proses kreatifnya dalam berkarya. Saat ia bertumbuh di Illinois, masa childhood yang dihabiskan di sana memberikannya value akan seni budaya barat. Lalu setelah ia pindah ke Beijing, ia belajar banyak mengenai seni secara luas. Ia mengakui bahwa ragam bentuk seni yang berlimpah dari peradaban Tiongkok, memperkaya pengetahuannya mengenai seni. Dan saat tinggal di Perth, itulah masa Ra mulai belajar serius mendalami musik.

Jacket, Krasimira Stonyeva.

STRONG ROOTED

Mengawali karier bermusik profesional sejak tahun 2012, terdapat evolusi berkarya dalam Neonomora yang dialami Ra. Secara musikalitas, Neonomora lima tahun yang lalu hanyalah seorang anak baru berkarakter rebel dalam industri musik. Ia memiliki idealisme untuk menciptakan lagu yang menyinggung hal-hal sosial dan politik. Namun dalam albumnya yang akan rilis mendatang, Waters, Neonomora justru akan membahas berbagai hal yang memberikan keharmonisan, seperti cinta dan kehidupan.

Saya bisa merasakan transformasi kedewasaannya dalam single terakhir yang bertajuk Be Still, My Soul. Ra bercerita mengenai pengalaman up and down berkariernya selama empat tahun sebagai Neonomora. Ia pun membeberkan alasannya memilih menggunakan nama tersebut, “Karena dengan Neonomora saya memiliki karakter yang berbeda, seperti sebuah imajinasi yang hidup. Berbeda dengan kehidupan di luar panggung.” Ia meyakinkan saya bahwa kehidupan musisi sama saja seperti individu pada umumnya yang mengalami banyak kendala, “Lirik seperti ‘one day you rise, one day you fall’ merupakan refleksi dari perasaan saya bahwa sebagai musisi saya hanya seorang manusia biasa.”

Total look, Micol Ragni.

RESTLESS FIGHTER

Namun setelah menjalani 40 hari tur Amerika Serikat dan Inggris, Ra mengalami metamorfosis dalam diri. “Saat tur di sana, saya bekerja dengan orang-orang yang belum saya kenal. It opens my eyes how supportive they are toward me. Apresiasi mereka membangun self esteem terhadap kemampuan yang saya miliki. Saya juga berhasil mendapatkan deal dengan label setelah tampil di Los Angeles. Tur ini membangun rasa percaya diri untuk meneruskan album yang selama tiga tahun saya tunda. It helps me conquer my fear!”

Ra pun tampak lebih mantap dalam membeberkan proyek mendatangnya, yaitu kolaborasi bersama band indie electronic basis Bandung, HMGNC. “Dalam album HMGNC yang akan rilis, nantinya terdapat konjungsi dengan musik Neonomora. Akan terdengar sangat enak, apalagi ditambah dengan desain dan pencahayaan panggung nan epic nantinya,” ujarnya antusias. Ia pun menjabarkan yang menjadi daftar target yang ingin dicapai Neonomora tahun ini. Yang pertama adalah proses label deal dengan produser basis Perancis dan Amerika Serikat bisa terselesaikan, dan yang kedua adalah rilisnya album Waters, yang siapa tahu akan menjadi gebrakan prestasi lagi dalam industri musik Indonesia di mata dunia, paling tidak saya menggantungkan harapan padanya.

Rasanya benar apa yang dikatakan oleh Roald Dahl, “If you have good thoughts, they will shine out of your face like sunbeams and you will always look lovely.” Konsistensinya dalam berkarya serta keberaniannya untuk mempertahankan keotentikannya menularkan positive vibes ke diri saya. And i hope you feel the same way too.

 

 

PHOTOGRAPHY: Angelo Formato
STYLING: Rubina Vita Marchiori
TEXT: Mikharisti Tampubolon
MAKEUP: Fay Marie Quinton
HAIR: Piera Berdicchia
POLAROID: Rubina Vita Marchiori
TOUR CREATIVE DIRECTOR: Nelly Rose
PHOTOGRAPHY ASSISTANT: Sara Fiorino
STYLING ASSISTANT: Dana Verri
HAIR ASSISTANT: Yari Mollica

Comments

Share this article: