Panduan Gaya Maximalist dari Patricia Manfield

Delivering a level of authenticity

Era ini, fenomena street style bisa dikatakan sebagai sebuah hal yang mainstream, sesuatu yang lebih diminati (dan kemungkinan juga lebih banyak dicari dalam search engine seperti Google) daripada presentasi runway fashion week tradisional sendiri. Sebuah publikasi fashion kenamaan, Business of Fashion bahkan pernah menerbitkan sebuah artikel yang bertajuk “Where Does the Business of Street Style Go From Here?” yang meneliti “street style stars” seperti Chiara Ferragni dan Aimee Song misalnya yang berhasil berpaling, mengubah personal brand mereka menjadi sebuah bisnis yang berpotensi menghasilkan jutaan dolar.

Salah satu sosok street style star tersebut adalah Patricia Manfield. Perempuan kelahiran Moscow tersebut telah memukau Instagram followers-nya yang mencapai jumlah 250,000 lebih. Selain Instagram, Patricia mengawali dengan memposting dalam situsnya yang diberi nama The Atelier, di mana ia mengabadikan penampilannya yang over-the-top, hubungan dengan kekasihnya, perjalanan liburannya. Dan tiba-tiba, ia memiliki sekumpulan penggemar yang tidak sabar untuk melihat kombinasi pakaian unik apa yang akan ia kenakan selanjutnya. Sekarang, perempuan yang besar di kota Milan tersebut sudah melampaui hari-harinya sebagai blogger dengan beralih mengejar karier sebagai penyanyi dan penulis lagu.

Menanggapi fenomena influencer, Patricia dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Kasus saya jauh lebih berbeda hari ini, karena saya merupakan seorang musisi, dan peran saya (dalam industri ini) sama sekali berbeda (dengan ketika ia masih menjadi seorang blogger). Saya berpikir bahwa influencer dalam sebuah cara membagikan visi mereka pada hal-hal tertentu dan membangun sebuah hubungan dengan audiens berdasarkan pilihan mereka.” Dan sementara jalur kariernya mungkin telah bergeser, Patricia masih memiliki estetika yang sama, yaitu: it’s still all about style.

Berbicara mengenai estetikanya, Patricia menyebutkan, “Saya selalu merasa benar-benar nyaman di kulit sendiri dan membuat pakaian seolah milik saya sendiri. Saya dulu sering bereksperimen seperti seorang anak kecil. Saya suka bermain dengan pakaian dan menjadi banyak perempuan, saya mencoba sexy ke sporty ke masculine dan itu membuat saya merasa kuat. Fashion dan musik berjalan bersama dalam banyak hal. Apa yang saya ekspresikan dalam musik, saya ungkapkan dalam gerakan dan apa yang membalut tubuh saya. Perlu ada sebuah sinergi. Ini merupakan bentuk ekspresi yang lain.”

Rangkaian fashion month yang telah berlangsung menunjukkan secara maksimal range gaya Patricia. Pada satu hari, ia terlihat mengenakan oversized blazer, atasan siluet turtleneck, dan thigh-high boots dalam nuansa bubblegum pink. Kemudian, perempuan usia 24 tahun ini juga pernah mengenakan t-shirt putih polos, jeans, dan coat asimetris dari Jacquemus dengan motif half-plaid, half-solid-navy. Baginya, yang terutama adalah bagaimana ia dapat membuat statement. Loud atau subtle, itu bergantung hari. Namun semuanya dimulai dengan dasar basic nan solid dan keberanian untuk bereksperimen dengan busana yang mungkin tambah berlebihan pada panggung runway, tetapi jika dipasangkan dengan sesuatu yang lebih casual, dapat menghasilkan tampilan yang keren.

Rahasia utama Patricia adalah untuk menghindari “following” trend, tentu tidak sepenuhnya, tetapi kuncinya adalah untuk mengadaptasi trend tersebut dan menjadikannya personal sesuai gaya Anda. Patricia berhasil membuat maximalism menjadi bisnisnya, meskipun dapat dikatakan hal tersebut merupakan filosofi pribadinya, bukan profesional. Now, it’s time to put it into practice! 

Berikut, hasil kurasi tim ELLE Indonesia untuk street style Patricia Manfield yang unconventional.

Images: Courtesy of ImaxTree

Comments

Share this article: