Presentasi Marc Jacobs nan Colorful Menutup NYFW

Untuk presentasi musim spring/summer 2018-nya, Marc Jacobs kembali ke gudang senjata di Park Avenue, New York. Namun, musim ini nampaknya jauh berbeda dari koleksi FW17 yang membawa hip hop vibe ala ’90-an, yang juga berlangsung di lokasi yang sama musim lalu. Sebagai gantinya, Marc mengikuti arah sportswear, dengan membayangkan liburan fantasi yang mungkin dialami oleh para wisatawan kota…. View Article

Untuk presentasi musim spring/summer 2018-nya, Marc Jacobs kembali ke gudang senjata di Park Avenue, New York. Namun, musim ini nampaknya jauh berbeda dari koleksi FW17 yang membawa hip hop vibe ala ’90-an, yang juga berlangsung di lokasi yang sama musim lalu. Sebagai gantinya, Marc mengikuti arah sportswear, dengan membayangkan liburan fantasi yang mungkin dialami oleh para wisatawan kota. Ia juga melihat kembali arsipnya dan menemukan kembali cetakan dari tahun yang lalu. Inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari show-nya.

MODEL BERJALAN DALAM KESUNYIAN

Untuk SS18, para model berjalan di tengah arena dengan menginjak lantai kayu, sementara tamu undangan duduk mengelilingi tepian. Mirip dengan presentasi FW17, tidak ada soundtrack dan sebagai gantinya, satu-satunya suara yang bisa didengar saat presentasi adalah dari sepatu sang model. Dan untuk finale, ruangan bergema dengan soundtrack opera dari film Perancis tahun 1981, Diva dengan seluruh model yang berjalan secara massal.

MODEL MENGENAKAN AKSESORI HEADWRAPS

Terinspirasi oleh tampilan MJ yang dikenakan Kate Moss pada perhelatan Met Gala tahun 2009 silam, seluruh model memakai headwraps atau turban sutra yang dirancang oleh milliner Stephen Jones. Di samping itu, sepertinya juga ada referensi kuat pada syal bermotif yang secara tradisional dipakai oleh perempuan di Afrika. Dengan berbagai warna, terkadang dihiasi dengan aksen kristal, aksesori ini tampak melingkari kepala model atau menggantung di satu sisi.

THE COLLECTION

Inspirasi untuk SS18 adalah liburan fantasi di luar pemandangan kota NYC, yang bercampur dengan sportswear vibe. Bayangkan jumpsuits nilon, outerwear nan oversized, trainers yang berlapis tinsel, dan layered bag Marc juga mengimitasi ulang arsipnya, dengan cetakan dari koleksi sebelumnya yang dibawa kembali. Penggemar label basis New York mungkin dapat melihat motif bunga retro dari koleksi resort 2013 dan 2015, misalnya.

THE RETURN OF BUMBAGS

Begitu besar sehingga tidak mungkin tidak terlihat adalah bumbag besar yang dipakai beberapa model. Membawa elemen emblazon logo Marc Jacobs yang tampak retro, mungkin inilah sebuah cara untuk meng-upgrade tas staple yang identik dengan turis dan menjadikannya chic.

Comments

Share this article: