Redefinisi Era Digital dan E-Commerce Indonesia Menurut Mellisa Siska Juminto

Bergabung kala tahun ketiga berjalannya Tokopedia, Melissa merasakan benar seperti apa rasanya struggling dalam bisnis e-commerce yang dibangun sejak tahun 2009 oleh William Tanuwijaya tersebut. Mulai dari proses pencarian mitra bank yang tidak mudah, hingga minimnya respons dari para agensi yang mau diajak bekerja sama. Untuk sampai usia ke-7 dan mampu mencapai angka transaksi triliunan… View Article

Bergabung kala tahun ketiga berjalannya Tokopedia, Melissa merasakan benar seperti apa rasanya struggling dalam bisnis e-commerce yang dibangun sejak tahun 2009 oleh William Tanuwijaya tersebut. Mulai dari proses pencarian mitra bank yang tidak mudah, hingga minimnya respons dari para agensi yang mau diajak bekerja sama. Untuk sampai usia ke-7 dan mampu mencapai angka transaksi triliunan rupiah perbulan, there is no shortcut for this business. Tetapi sesuatu yang dibangun dengan niat baik, cepat atau lambat pasti akan menemukan titik terangnya. Dan hal ini juga berlaku bagi Tokopedia. “Visi kami bukan soal profit, melainkan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik melalui internet. Kami ingin setiap orang dapat menciptakan peluang bisnisnya sendiri dan membantu orang lebih banyak. Definisi kesuksesan kami adalah saat para seller berhasil melewati kesulitan lewat encouragement yang kami fasilitasi. Dan untuk meraih semuanya, kami pun menghadirkan platform bisnis yang transparan bagi seller dan pembeli, yang bisa dilihat melalui rating,” terangnya.
Bisnis model Tokopedia yang tidak konvensional justru memberi sebuah insight baru akan industri bisnis online. Walaupun tidak berorientasi sepenuhnya pada profit, Tokopedia justru mampu meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah ‎Best Company in Customer Industry dalam ajang Indonesia Digital Economy Award 2016. “Kami percaya bahwa apa yang tengah kami lakukan bukan sebuah formula absolut yang langsung sukses, sebab jawaban sukses dalam berjualan online bukanlah seperti matematika yang serba exact. Ini tentang bagaimana para seller bisa melakukan hal yang menguntungkan mereka secara personal, dan didukung melalui kualitas yang mumpuni. Untuk itu, kami aktif mengedukasi para seller agar meningkatkan profit penjualan mereka. Misalnya dengan mengikuti roadshow dengan para seller kami yang telah lebih dulu sukses.”
Dengan segala transformasi digital di mana tren transaksi belanja melalui PC kian mengarah ke perangkat mobile, ataupun kehadiran e-commerce lainnya yang bahkan memiliki tenaga ahli dibanding Tokopedia, namun hal tersebut tampaknya sama sekali bukan menjadi hal yang mempersulit langkah Melissa dan rekan di Tokopedia yang dipimpinnya. “Meski banyak sekali kompetitor di luar sana, bahkan e-commerce asing berskala besar yang masuk ke Indonesia, tetapi kami selalu percaya diri. Sebab saya dan para Nakama (sebutan bagi karyawan Tokopedia, sekaligus berarti kawan dalam Bahasa Jepang) selalu memiliki keberanian untuk bermimpi lebih besar dibanding mereka. Dan satu kelebihan lainnya, kami bisa belajar tentang local market lebih cepat, hingga pada akhirnya tujuan untuk membantu Indonesia menjadi lebih baik dapat dicapai secara progresif. Dan sebagai Vice President, adalah tugas saya untuk memastikan 700 Nakama ini bisa bekerja sesuai DNA Tokopedia, sehingga apa yang mereka kerjakan selalu terarah. Working with excellence, and doing their extramile.”

PHOTOGRAPHY: Turida Wijaya
STYLING: Jonathan Andy
MAKEUP & HAIR: Victoria Makeup Atelier

Comments

Share this article: