Rian Kaslan, Bukti Contoh Revolusi Peran dan Karier Perempuan Indonesia

“Apa revolusi yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan?”

Embellished jacket, Elsie Chrysila. Sweter wol aksen logam, Burberry London. Celana aksen pita, Coast.

Rian Eriana Kaslan

‎Head of Strategy & Digital Solutions at PT. Bank Commonwealth

Karakter gigih dan motivasi untuk memperbaiki diri yang dimiliki Rian membuatnya menjadi leading woman berturut-turut di perusahaan yang dominan dipimpin oleh kaum laki-laki. Walau telah menerjuni industri perbankan selama 18 tahun, namun ia tak langsung mendapatkan posisi tinggi dalam perusahaan tanpa mengawali karier dari paling bawah. Ia pun pernah struggle saat masih berkuliah di Amerika tahun 1998 (kala Indonesia mengalami krisis), Rian terpaksa harus bekerja tambahan untuk membantu support uang kuliah. Kala itu ia mengawali bekerja menjadi sekretaris di BNY Mellon di Boston, and she litterally starts from bottom, even to buy food for her bosses. Namun justru dari langkah awalnya itu, ia menemukan passion terpendamnya dalam bidang perbankan (ia mengambil studi marketing), dan bekerja di sana selama tujuh tahun lamanya hingga meraih posisi Client Service Manager. Ia pun pulang ke tanah air dan bergabung dengan Bank Commonwealth sejak 11 tahun silam, hingga kini didaulat sebagai Head of Strategy & Digital Solutiuons.

Menurutnya, tak ada hambatan bagi seseorang untuk melakukan hal yang revolusioner selama diri sendiri tidak membatasi, apalagi bagi perempuan. Ia mencontohkan dua neneknya yang sama-sama menjadi perempuan yang bekerja di era ‘60-an, masa di mana gerak perempuan masih terbatas. Bukan berarti bekerja didefinisikan sebagai perempuan yang berkarier di korporat besar, namun lewat usaha salon, katering, atau kegiatan sosial, perempuan telah berkontribusi kepada industri-industri di Indonesia. Dan begitulah definisi Rian terhadap revolusi, yakni perubahan hidup bagi diri sendiri, sekaligus pada orang di sekitarnya. Dan Rian adalah salah satu bukti revolusi perempuan. “Saya harus berani melepas stereotip yang bilang bahwa perempuan tidak bisa ini atau itu. Justru pertanyaan saya adalah, ‘Apa revolusi yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan?’”

 

PHOTOGRAPHY: Yehezkiel Aldo

STYLING: Anung Kamaswara

MAKEUP: Lenni Rosaline

STYLING ASSISTANT: Putra Dharma

PHOTOGRAPHED AT: Verde Apartment

Comments

Share this article: