Seni Memaafkan dalam Hubungan tanpa Melibatkan banyak Drama

Memaafkan memang tidak mudah. Tapi menurut Putri Silalahi, Anda harus melakukannya karena guess what, it’s good for you.

Berikut sesuatu yang Anda harus dengar: menyimpan amarah dan memiliki musuh, hanya akan membuat Anda cepat menua dan mungkin sakit-sakitan. Yap, ELLE tidak main-main, dan para periset ulung dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa dari 670 responden yang mereka observasi selama 8 tahun, mereka yang paling sering merasakan amarah, berakhir dengan tekanan darah tinggi, sakit kepala, masalah pencernaan, dan yang paling tidak enak dilihat–kulit yang mudah keriput. Beberapa malah berakhir dengan asma, depresi, dan penyakit jantung dan stroke. Yikes.

Ada seni dari memaafkan yang sebetulnya tidak sulit untuk dilakukan. Setiap kali Anda merasa darah mulai mendidih, kepala mulai berputar, dan mulut siap berteriak ala Hulk, segera bayangkan sosok Miss Universe di kepala dan ucapkan dua kata ini sembari tersenyum berulang-ulang: “World peace, world peace, world peace.”

Q1

Sahabat saya mencuri tunangan saya dan bulan depan mereka akan menikah. BAGAIMANA. MUNGKIN. SAYA. BISA. MEMAAFKAN.

Ew. Hal ini memang terdengar sangat buruk (baca: skanky), tapi kalau Anda pikir-pikir lagi, Anda  beruntung karena diberikan tanda kalau pria itu bukan jodoh Anda. Bayangkan jika Anda harus menghabiskan seumur hidup dengan pria yang tak sungguh-sungguh mencintai Anda, dan akan menghabiskan waktunya melirik sahabat Anda. Ew. “Kadang saat Anda dikecewakan oleh orang terdekat Anda, orang yang sudah lama Anda percayai, Anda kontan memusatkan pikiran pada hal negatif yang mereka lakukan,” ujar Lewis Smedes, penulis Forgive and Forget: Healing the Hurts We Don’t Deserve, “Well, memang yang mereka lakukan itu hal buruk, tapi coba fokuskan pada pelajaran yang Anda dapat dari kejadian ini, dan bersyukurlah karena Anda telah melihat hal yang sesungguhnya.”

 

Q2

Salah satu perempuan di grup arisan saya menyebarkan rumor kalau tas-tas yang saya kenakan adalah fake. 6 huruf untuk dia: O-M-G-W-T-F.

“Saat Anda mengalami masalah dengan satu orang, selesaikan dengan orang tersebut secara langsung,” kata Smedes. Jangan lalu Anda sibuk mengumpulkan sebanyak mungkin anggota di grup untuk berada di pihak Anda, sementara ia melakukan hal yang sama dengan anggota lainnya. Kalau tidak salah, kelakuan seperti ini yang menyebabkan kota Berlin akhirnya memiliki dinding pemisah, atau mengapa saat ini ada perang di Middle East. Ingatlah kalau perang adalah sesuatu yang mahal dan menghabiskan waktu, dan sangat-sangat melelahkan. Lebih baik, ajak ia berbicara secara 1:1 dan tanyakan mengapa ia menyebarkan rumor seperti itu. Bicara dengan tenang dan bijaksana, karena tak ada hal yang lebih fashionable daripada perempuan yang tetap calm saat diterpa rumor. Caranya? Sebelum bertemu, tarik napas dalam-dalam dan ucapkan mantra Miss Universe yang tadi disebut di atas. Ulang 150x jika Anda memang membutuhkannya.

 

Q3

Salah satu teman dekat saya di kantor tampaknya cemburu dengan promosi yang saya terima. Layaknya anak kecil, ia berhenti bicara dengan saya dan bahkan memprovokasi yang lain untuk tidak lagi makan siang dengan saya. Kira-kira apa cara tercepat untuk saya mendorongnya dari lantai 17?

Oke, tak perlu mendorong siapa pun dari lantai 17. Seriously, not even funny. Layaknya tip di atas, cara terbaik untuk Anda menyelesaikan hal ini adalah dengan mencoba mengajaknya berbicara. Jika Anda terlalu emosi, atau mungkin ia menolak untuk bicara dengan Anda (layaknya anak kecil), coba tulis email atau surat yang bisa memberikan Anda kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. Katakan kalau Anda sebetulnya berharap ia menjadi seorang teman yang justru mendukung prestasi yang ia dapatkan, bukannya memusuhi. Ia mungkin tak bergeming dan tetap berlaku serupa, tapi percayalah, Anda akan lebih merasa lega ketika Anda sudah mencurahkan isi hati Anda. “If she’s truly a friend, she’ll come around,” kata Smedes.

 

 

TEXT: Putri Silalahi

Comments

Share this article: