Tales of Cocktail: Sejarah di balik Asal Muasal Kata ‘Cocktail’

Here’s what Alexa Picaulima has heard about it.

Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana datangnya kata ‘cocktail’? I mean, everyone must agree that it’s one hella strange word. From the way it sounds sampai arti setiap syllable-nya. Like, who would come up with that? Seorang teman yang merupakan penikmat minuman ini pernah berkata pada saya, “mungkin karena awalnya ia disajikan untuk laki-laki.” Sejenak saya merenungkan pernyataan spontan tersebut. Tapi kemudian muncul lebih banyak pertanyaan dalam benak saya. Mengapa hanya untuk laki-laki? Memangnya apa yang terkandung dalam cocktail sehingga perempuan tidak boleh menikmatinya? What did it do to them? Jika membahas pernyataan teman saya, kita tidak akan menemukan titik cerah. So let’s move on. Banyak mitos beredar mengenai kata ‘cocktail.’ Ada yang bilang, “dulu, waktu belum ada shaker, minuman ini diaduk dengan bulu pada buntut ayam jantan dan ketika disajikan, bulu ayam jantan tersebut tidak disingkirkan.” And ta-da! You’ve got yourself a cock tail!

Like… What?

Cerita lain mengisahkan Antoine Amédée Peychaud yang cukup populer. Ia merupakan seorang apoteker asal Perancis yang tinggal di New Orleans pada abad ke-18. Antoine gemar membuat brandy with his bitters yang disajikan dalam ‘eggcups,’ yang dalam bahasa Perancis berarti ‘coquetier’. Rumor has it, kata ‘cocktail’ merupakan mispronunciation dari ‘coquetier,’ cause the aforementioned French word is pronounced ‘cocktay’ in English. Saat pertama kali mencicipi cocktail, saya menanyakan hal yang sama pada Ayah saya, “Why did they name it ‘cocktail’, Dad?” Lalu beliau memberikan penjelasan logis yang mudah dicerna. Katanya, sejak dulu minuman alkohol disimpan dalam barrel kecil. Setiap sudah habis, para buruh pekerja akan berusaha mengumpulkan leftovers of a cask of ale dalam satu gelas supaya nantinya bisa dinikmati bersama-sama. They would say something like,“Drink it from the tail!” or “You need to cock the tail!” sampai pada akhirnya, kegiatan ini menjadi routines yang disebut cock tailing. Seiring berjalannya waktu, cocktail semakin berkembang dan mulai dikenal. Sejak itu, orang bereksperimen untuk menjadikannya lebih menarik dan spesial. Sampai sekarang cita rasa cocktail menjadi salah satu seni di bidang F&B yang paling saya kagumi. Well, meskipun kepastian cerita-cerita di atas belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, Anda bisa memutuskan mana yang paling masuk akal.

 

TEXT: Alexa Picaulima

Comments

Share this article: