MGMT Kembalikan Jati Diri Dalam Little Dark Age

Album keempat MGMT adalah rencana mengulang sukses seperti karya perdana, Oracular Spectacular.

Kesuksesan album debut bukan jaminan bagi seorang musisi untuk kariernya senantiasa bersinar. MGMT membuktikan kenyataan pahit itu dengan dua album terdahulu, Congratulations (2011) dan MGMT (2013).

Dua karya tersebut memanen kritik pedas–bahkan dari para fans. Kejayaan MGMT yang pernah menang Grammy Awards 2009, serta NME Awards 2009 kategori Album Terbaik berkat Oracular Spectacular (2007) itu kemudian lenyap. Musikalitas band indie pop asal Amerika Serikat ini pun dipertanyakan.

Butuh lima tahun untuk MGMT menjawab pertanyaan soal eksistensi. Awal Februari ini, mereka merilis album keempat bertajuk Little Dark Age. Dunia juga telah mendengar dan menyukainya.

Little Dark Age penuh dengan pengaruh pop, synth, dan melodi elektronik ’80-an. Lirik 10 lagunya dikemas ringan dan cenderung jenaka, tetapi sarat isu sosial.

Salah satunya, “TSLAMP” yang merupakan singkatan dari Time Spent Looking at My Phone. Lagu ini kisahkan Nomophobia (no-mobile-phone phobia) yang terjadi pada generasi masa kini.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *