Ruben William Steven Menjabat Editor-in-Chief ELLE Indonesia

ruben william editor in chief elle indonesia

Kembali ke majalah ELLE Indonesia, Ruben William Steven persiapkan visi dan semangat baru.

Pemalu dan tak pernah ingin menjadi pusat perhatian. Dua karakter ini tampaknya melekat erat dengan sosok Ruben William Steven. Tak sedikit yang tercengang ketika mendengar kabar bahwa ia kini menjabat sebagai Editor-in-Chief ELLE Indonesia. Namun, tak sedikit pula yang menghubungkan pencapaiannya ini dengan keuletan dan keefektifannya dalam bekerja.

“Saya suka majalah ELLE. ELLE adalah tempat pertama saya belajar tentang visual dan segalanya. Di tempat inilah saya jatuh cinta pada jurnalistik dan media cetak,” ujar Ruben, yang pernah bergabung dengan majalah ELLE selama 5 tahun, sebelum pindah ke majalah Dewi di tahun 2015.

“Saya tak pernah bermimpi atau kepingin jadi seorang Editor-in-Chief. Mungkin konsep saya soal title ini sedikit berbeda. Pemimpin redaksi punya pengaruh dan kontrol untuk membangun budaya dan memberdayakan masyarakat. Pemimpin redaksi punya beban moril pada lingkup sosial. Apakah media yang ia pimpin memberi dampak positif atau justru membodohkan? Saya akan teramat malu jika 20 tahun yang akan datang saya melihat keberadaan saya sekarang sebagai pemimpin redaksi yang hanya mampu menghasilkan ribuan foto Instagram dan tidak memberi dampak apapun bagi masyarakat. Itu yang bikin grogi.”

elle indonesia march 2018 cover

 

Figur sang Ibu yang kuat, diakui Ruben sebagai salah satu motivasi dirinya menyanggupi posisi ini. “Mungkin saya tidak bisa dan tidak memiliki pengaruh yang sebegitunya untuk merubah pandangan semua orang, tapi apabila saya bisa menyampaikan visi tentang perempuan yang kuat, kenapa tidak?” pungkas bungsu dari tiga bersaudara ini.

“Saya adalah seorang feminis. Saya ingin membawa ELLE kembali ke DNA-nya dahulu ketika didirikan. ELLE selalu fokus dan dimotivasi oleh perempuan. Itu dibuktikan dari keberanian mengangkat isu-isu sensitif dan kontroversial pada masanya. ELLE dikenal sebagai majalah untuk perempuan intelektual dan kritis. Perempuan yang punya banyak minat. Dan minat itu tidak melulu hanya mode, melainkan juga seni, budaya, hidup, sosial, arsitektur, dan kecantikan. Dan mereka melakukan semua itu dengan sangat bergaya dan anggun! Sensibilitas tersebut melahirkan slogan, ‘if she reads, she reads ELLE.’ Inilah yang ingin saya bangkitkan dari ELLE.”

Ia menambahkan, “Satu hal yang perlu saya luruskan, ELLE bukanlah majalah anak muda. ELLE adalah majalah bagi perempuan dewasa yang berjiwa muda. Kalau muda, secara struktural ELLE punya ELLE Girl.”

elle-beauty-makeup-march

Berada di bawah manajemen baru (dalam payung besar Mayapada Group) dan tim editorial baru, ELLE Indonesia membawa visi dan semangat baru. “Saya selalu mengibaratkan diri seperti pelari marathon. Saya tahu tujuan saya ke mana. Tapi untuk sampai ke sana, saya butuh banyak hal. Saya butuh kaki yang kuat, mata yang awas, otot yang kokoh, dan paru-paru sempurna. Saya tidak akan sampai ke tujuan saya tanpa tim yang solid,” terang Ruben.

Menyoal perempuan ELLE, Ruben menjelaskan jika karakter perempuan ELLE sangat berbeda dari yang lainnya. “Ia adalah perempuan yang percaya diri, optimis, dan berani. Ia tahu visi dan value dirinya. Ia hidup dan merayakan hidup. Ia menghargai dirinya dan pendapat orang lain. Ia tahu jelas apa yang ia mau, termasuk dengan gaya berbusananya. Ia tidak bisa didikte dan ELLE tidak akan pernah mendikte. Kami menghargai personal style dan percaya bahwa setiap individu adalah unik,” tutupnya sembari tersenyum.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *