Who Gives Women the Best Sex: Love or Lust?

Di saat perempuan kian aktif berpetualang di ranjang, pertanyaan ini yang kontan hadir memenuhi pikiran.

 

 

I think I’m falling in love with him,” kata Tania* kepada dua sahabatnya di tengah girls night out hari Senin lalu. Tania, 30 tahun, baru saja selesai menceritakan kejadian di akhir pekan, saat ia tak sengaja bertemu Adam di sebuah konser musik, yang kemudian berakhir dengan enam shot tequila, heavy flirting, dan whoop━sesi bercinta ala rock star. Adam, 33 tahun, adalah mantan kolega Tania ketika mereka berdua bekerja di sebuah agency iklan. Mereka memang sempat dekat, tapi karena kemudian Tania pindah kerja, mereka putus kontak dan sekarang keduanya telah menikah dengan orang lain. Hingga akhirnya, akhir pekan lalu, konser membawa mereka kembali ke diri mereka yang dulu. Entah akibat aliran deras adrenalin dari musik rock, atau Tania dan Adam yang memang sudah lama tidak benar-benar ‘having fun’, malam itu berakhir dengan sesi ranjang yang luar biasa. Terlalu luar biasa, Tania tak bisa lupa.

 

I don’t think it’s love,” kata Beth*, sahabat Tania. “I think you’re falling in lust. Not love.” Beth kemudian menambahkan kalau Tania sudah lama menikah, sehingga seks tak lagi spontan dan exciting seperti dulu. Alhasil, tequila dan kesempatan untuk melakukannya dengan laki-laki lain membuat Tania berpikir kalau ini adalah perasaan cinta. Padahal ini tak jauh dari nafsu belaka.

 

Lain lagi dengan cerita Sasha*, 29 tahun, yang dua tahun lalu menikah dengan Wahyu, pria yang telah ia pacari selama kurang lebih 3 tahun. “I love Wahyu,” ceritanya pada ELLE, “I think he’s the kindest husband a woman could ever ask for…” Tania berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Tapi entah kenapa saya tidak bisa menerima fakta kalau saya hanya akan having sex dengan Wahyu seumur hidup saya.”

 

Selama dua tahun menikah, Sasha tetap bercinta dengan beberapa laki-laki lain. “I just really, really like sex,” katanya lagi, “And I think the best ones are fueled by adventure. Not necessarily love.”

 

***

 

Di artikel yang ditulis oleh The Independent berjudul Sex and the modern girl: Are we witnessing a new age of female sexual assertiveness?, Adult Industry Trade Association mengatakan bahwa jumlah penjualan sex toys mencapai rekor tertingginya pada tahun lalu, di mana perempuan memberikan kontribusi terbesar. Mainan terlaku, menurut situs seperti Ann Summers, Love Honey, dan Myla, adalah hand-held vibrator yang didesain khusus bagi perempuan. Baru-baru ini, studi yang dilakukan oleh University of Minnesota yang dipublikasikan oleh AskMen.com menemukan bahwa lebih dari 25% perempuan sekarang setuju untuk bercinta di minggu pertama mereka mengenal seorang laki-laki. “Dulu, untuk bisa mencapai tahap seks, lelaki harus melakukan banyak hal, dari membeli seikat bunga hingga cincin tunangan. Sekarang, tak perlu ‘semahal’ itu,” kata Kathleen Vohs, ekspert dari University of Minnesota yang memimpin studi ini.

 

Apa yang terjadi pada perempuan masa kini? Mengapa mereka semakin horny? Menurut sosiolog Mark Regrenerus dari University of Texas-Austin, perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, fenomena kesetaraan gender. Dengan zaman di mana laki-laki dan perempuan sama-sama meraih sukses di tempat kerja, dan sama-sama mandiri secara finansial, perempuan mulai berperilaku seperti stereotipe yang dulu hanya dikaitkan dengan para laki-laki. Kedua, perempuan masa kini memiliki banyak pilihan untuk orgasme tanpa harus panik keesokan harinya, dimulai dengan penemuan pil birth control yang memberi perempuan kebebasan dan kontrol akan tubuh mereka sendiri. Ketiga, hal yang mungkin Anda sudah sadari, adegan sensual di film atau Internet mulai memberikan pandangan berbeda akan seks, di mana aksi ini tak lagi hanya menjadi sesuatu yang “sacred” antara pasangan suami istri. Anda boleh cek sendiri, situs-situs porno sekarang memiliki kategori sendiri untuk perempuan: “For Women”.

 

***

 

Kembali lagi pada kisah Tania dan Sasha di atas. Anda harus mengakui kalau ada perempuan di luar sana yang ingin terus bertualang urusan ranjang. Mereka sudah memiliki satu pasangan, tapi mereka masih mencari orgasme yang lebih baik, di luar sana. Ada juga perempuan yang setelah pasangannya tertidur, memilih untuk melakukan aksi masturbasi sambil memikirkan kolega pria hot dari departemen IT di kantornya. Ada juga yang bahkan telah meninggalkan pasangannya, yang berkarier sukses dan hidup mewah di Jakarta, kemudian memilih untuk tinggal bersama seorang pria peselancar di Bali karena ia mengaku tak puas dengan servis pasangannya di ranjang.

 

Jika Anda mengecek kamus, Anda akan menemukan bahwa definisi kata ‘cinta’ tidak mengandung ‘seks’ sama sekali. Secara general, frase ‘to love’ berarti menyukai seseorang (atau sesuatu) secara intens, yang hampir serupa dengan ‘to adore’. Lain halnya dengan seks. Seks adalah panggilan biologis yang membuat orang ingin bersetubuh, atau melakukan kontak seksual dalam bentuk apapun dengan orang lain. Pengertian dari seks lebih bisa disamakan dengan “nafsu” atau “hasrat”. Dan dalam banyak kasus, seks bergantung pada gerak hormon, seperti testosteron dan adrenalin, seperti yang biasa muncul saat Anda melompat-lompat menonton konser rock.

 

“Ada pasangan penuh cinta yang tidak memiliki keinginan kuat untuk bercinta di ranjang,” kata Dr. David Devlin, seorang family planning specialist populer di London yang telah menulis hingga 27 buku. “Mereka tidak bercinta dengan orang lain karena rasa tanggung jawab untuk tetap setia pada pasangannya, dengan atau tanpa seks.” Sebaliknya, menurut Devlin, dua orang yang tak punya hubungan apa-apa selain seks, yang lambat laun menemukan kalau ternyata mereka cocok, berakhir jatuh cinta. “Ini justru lebih sering terjadi,” katanya. “Dari pure sex, berubah menjadi cinta. Jarang sebaliknya.”

 

Sekarang Anda mengerti mengapa Tania dan Sasha berperilaku seperti itu?

 

***

 

Woody Allen pernah berkata, “Love is the answer, but while you are waiting for the answer, sex raises some pretty good questions.” Jika Anda seperti Tania, yang menemukan the best sex you’ve ever had dengan orang yang tidak sepantasnya menjadi the best sex you’ve ever had, atau seperti Sasha yang terus berpetualang dari satu ranjang ke ranjang lain untuk mencari the best sex you’re ever had, Anda tak perlu merasa malu. Begitu pula dengan Anda yang telah memutuskan untuk bercinta dengan satu laki-laki saja seumur hidup Anda, karena well, he’s so darn great and that’s enough for you.

 

Pada akhirnya, satu hal yang diberikan oleh seks (terutama tipe yang hot, dirty, spin-the-world-rock-and-roll-crazy) adalah aliran deras endorfin memabukkan yang bisa membuat Anda glowing dan tersenyum seharian tanpa alasan. Rasa puas yang datang ketika seorang laki-laki bisa terus membawa Anda kepada pengalaman yang baru, exciting, dan tidak itu-itu saja. Jika cinta memang sudah bisa memberikan semua ini buat Anda… that’s really good. Tapi jika cinta memang tidak cukup, dan saat ini Anda masih memerlukan percobaan dengan satu, dua, atau tiga orang lain untuk mendapatkannya… well, who are we to judge?

 

They say: love is always in style. We say: your own satisfaction is always in style.

 

 

***

 

*) nama disamarkan untuk menjaga privasi.

 

 

BOKS

“Who is your sex alter ego?”

Apakah Anda Carrie, Miranda, Charlotte, atau… (let us guess), Samantha?

 

Pendapat Anda tentang cinta pada pandangan pertama:

  1. Ummm, cute, secara teori.
  2. Fiksional
  3. Sungguh bisa terjadi dengan orang yang tepat!
  4. Puh-lease. Mungkin maksudnya, seks pada pandangan pertama?

 

Anda sudah lama tak bercinta. Anda akan:

  1. Bersikap agresif. Mencoba blind dating, pergi ke club…
  2. Dua kata: “Halo, vibrator!”
  3. Jogging? Baca buku? Banyak hal lain yang bisa dilakukan.
  4. Excuse me? Pernah dengar aplikasi bernama Tinder?

 

Lelaki yang kemarin aktif menghubungi Anda sekarang mulai ‘menghilang’. Anda akan:

  1. Janjian ketemu di bar, di mana Anda akan muncul dengan dress paling hot, bar none!
  2. Mengirim beberapa pesan yang memberi impresi kalau ia bertemu Anda malam ini, ia akan mendapatkan malam yang tak akan bisa ia lupakan.
  3. Mengundangnya untuk makan malam di rumah, hasil masakan Anda sendiri.
  4. Mengirim pesan tanpa perlu basa-basi: “Dude, what’s the deal here?”

 

Karakter laki-laki ini biasanya menjadi turn-off terbesar bagi Anda:

  1. Tidak menjadikan Anda nomor satu dalam hidupnya.
  2. Super clingy dan meminta terlalu banyak waktu Anda.
  3. Tidak selaras dengan Anda, secara emosional.
  4. Penisnya kecil. Sorry.

 

Mayoritas A: Carrie Bradshaw

Mayoritas B: Miranda Hobbes

Mayoritas C: Charlotte York

Mayoritas D: Samantha Jones

 

…. Setelah menemukan alter ego Anda, sekarang coba tonton ulang beberapa serial Sex & the City, dan temukan petualangan Anda!

 

TEXT : Putri Silalahi

 

Comments

Tags: , , ,

Share this article: