Career Tips

SKIRT BATTLE: Persaingan Antar Perempuan di Dunia Kerja

21 Oct 2016 17:00 by: Giovani Untari

Mengutip salah satu quote dari Eleanor Roosevelt, “ A woman is like a tea bag - you can't tell how strong she is until you put her in hot water, cukup menggambarkan bagaimana kompleksnya seorang perempuan. Namun diantara kompleksitasnya, kaum hawa telah mendominasi banyak hal dalam roda kehidupan. Dan yang paling vivid ialah perannya di dunia kerja, mulai dari junior level maupun top leader sebuah perusahaan. Dalam sebuah penelitian berjudul Unlocking The Full Potential of Women At Work, data dari Mckinsey & Company di tahun 2012 mengungkapkan bahwa 53% dunia kerja diisi oleh perempuan, bahkan 24% di antaranya menempati posisi sebagai Senior Vice President. Itu artinya persaingan yang ditimbulkan perempuan dengan perempuan lainnya bisa saja semakin melebar satu sama lain. Bukan hal yang mustahil apabila meningkatnya karier seseorang maka hal tersebut akan semakin menciptakan gesekan keras antara co-workers perempuan lainnya.

Ashley Stahl, speaker dan career coach dari California menyebutkan penyebab tertentu yang membuat keharmonisan dengan co-workers bahkan pemimpin perusahaan menjadi tidak harmonis. “Hubungan seorang perempuan dengan orang lain ibarat cermin akan hubungan dengan dirinya sendiri.  Saya tidak ingin mengeneralisasi tetapi berdasarkan apa yang saya alami, klien perempuan saya menggunakan kritik dan feedback dalam urusan kerja secara lebih personal daripada klien laki-laki.” Senada dengan Ashley, Kristin Taliaferro seorang Master Certified Life and Career Coach yang saya hubungi, juga menuturkan bahwa ada berbagai faktor yang membuat perempuan membawa banyak hal secara lebih personal. “Beberapa perempuan mengalami kesulitan pada dirinya sendiri dan sekitarnya, lantaran mereka memiliki beban yang membuat stres dalam kehidupan. Bekerja, mengurus keluarga, serta menanggung banyak tanggung jawab adalah sebuah hal yang challenging. Sehingga beberapa dari mereka cenderung memelihara stres tersebut dan meluapkannya pada orang lain.”

Deal in Professional

Di saat terpaksa harus menghadapi rekan kerja yang menyebalkan (contohnya seperti Emily pada Andy dalam film The Devil Wears Prada), yang bisa Anda lakukan adalah face it! Dengan cara duduk bersama dan berbicara padanya agar pekerjaan Anda dapat berjalan secara dinamis. Sounds so easy! “Mulailah dengan nada netral yang akan memudahkannya mendengar maksud pembicaraan Anda, dan berikan kesempatan baginya untuk berbicara dari sudut pandangnya. Hindari menggunakan nada overtone karena itu akan menciptakan konflik yang secara tidak langsung memicu drama—yang melelahkan di lingkungan kerja. That is the key!” ujar Kristin.

Menyoroti hubungan perempuan dengan perempuan secara garis besar bukan sekedar hubungan horizontal semata, tetapi juga menyangkut hubungan secara vertikal di mana garis tersebut melingkupi hubungan Anda dengan atasan atau bawahan Anda. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana saat menghadapi bawahan perempuan di kantor namun usianya lebih tua dibandingkan kita? Perempuan berkarier gemilang akan mengalami hal tersebut sebagai bagian dari siklus kehidupan kerja Anda.  It’s pretty awkward, right? Cara yang paling sederhana adalah berpedoman pada hal berikut:Make sure you are comfortable being a leader. If you don't sense there's an issue, don't make it an issue!

Jika Anda merasa seorang bawahan memiliki masalah dengan Anda dan dia ternyata dia lebih tua, gunakan formula yang sama dengan sebelumnya: berbicara dengan nada netral karena itu akan sangat membantu sekaligus memberi tanda bahwa Anda memiliki respect untuk mendengarkan seseorang.  “Namun jika ia tetap membangkang atau tidak ingin berkerja sama dengan Anda, tetaplah profesional dan tempatkan diri Anda pada apa yang menjadi concern Anda sebagai leader. Dan itu artinya, Anda pun harus bersikap jujur termasuk saat menilai rekan kerja yang lain di depan atasan,” jelas Kristin.Persaingan antara perempuan dengan perempuan di kantor memang melelahkan, namun Anda tetap dapat  memenangkannya secara praktikal dengan melakukan yang terbaik dan membuat Anda terlihat stand out and shine on. That’s the best!

Agent of Change                                   

Untuk itu Kristin Taliafarno, seorang Master Certified Life and Career Coach memberi beberapa tips to stay out from office drama and working better than others:

  • Keep Yourself Busy

Fokus dan melakukan yang terbaik serta belajar skill baru yang membantu Anda terlihat pro pada pekerjaan Anda. Jika Anda sibuk dengan hal tersebut, Anda tidak akan punya waktu untuk terlibat pada drama kantor. Empower yourself and others by being a great example.

  • Life Balance

Bekerjalah secara efisien sehingga semua pekerjaan Anda dapat terselesaikan hari itu dan membuat Anda dapat pulang tepat waktu dan berisirahat di rumah. Anda akan lebih sigap dan bekerja lebih baik pada semua sisi kehidupan jika memiliki waktu istirahat yang seimbang

  • Find a Work-Mate

“The notion that women need to be in conflict or compete with one another is outdated. Many women are supportive of other women, so seek out those women! They are everywhere!”

BAGIKAN HALAMAN INI:

Updates
Horoscope
Aquarius
Wujudkan rencana seru bersama teman – teman
20 JANUARI – 18 FEBRUARI
Cancer
Akan terjadi perubahan signifikan
21 JUNI – 20 JULI
Libra
Recharge pikiran dengan melakukan hobi
23 SEPTEMBER – 22 OKTOBER
Gemini
Istirahat cukup merupakan hal yang tepat
21 MEI – 20 JUNI
Sagittarius
Keep everything simple
23 NOVEMBER – 20 DESEMBER
Taurus
Bersiaplah akan hal yang menguras energi
21 APRIL – 20 MEI
Aries
Jangan ragu memulai hal baru
21 MARET – 20 APRIL
Capricorn
Latih kemampuan untuk bisa presisi di pekerjaan
21 DESEMBER – 19 JANUARI
Scorpio
Mimpi Anda bisa jadi clue masa depan
23 OKTOBER – 22 NOVEMBER
Pisces
Cek kembali strategi untuk mencapai goal
19 FEBRUARI – 20 MARET
Leo
Saatnya memberi keputusan
21 JULI – 21 AGUSTUS
Virgo
Hadapi godaan dengan sabar
22 AGUSTUS – 22 SEPTEMBER