Berkenalan Lebih Dalam dengan Selebritas Kecantikan Huda Kattan

Huda Kattan

Simak bagaimana seorang beauty influencer asal Amerika Serikat, Huda Kattan, dapat meraih kesuksesan di industri kecantikan berskala global dengan merek kosmetik yang diluncurkannya yakni Huda Beauty.

Bagi sebagian besar pencinta industri kecantikan, sosok beauty influencer berbasis Instagram, Huda Kattan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan. Dalam kurun waktu kurang dari enam tahun, Huda Kattan telah mampu meraup kesuksesan dalam skala global lewat merek produk kecantikan yang dilansirnya yakni Huda Beauty. Dari sanalah perempuan keturuan Iraq ini kemudian masuk ke dalam daftar America’s Self-Made Women di majalah Forbes Amerika.

Dengan sedikitnya 32 juta penggemar yang setia mengikutinya di Instagram, Huda Kattan telah menjadi sosok berpengaruh di blantika kecantikan. Ialah perempuan yang mencetuskan National Lipstick Day yang dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 29 Juli. “Beauty can change the way a woman feels, and an empowered woman is fearless, unstoppable,” demikian tuturnya. Bersama jurnalis Virginie Dolata, Huda Kattan mengisahkan bagaimana ia meraih kesuksesannya.

ELLE: How did it start?

Huda Kattan: Saya selalu terobsesi dengan bulu mata palsu dan telah menggunakannya sejak remaja. Mereka sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas kecantikan saya! Menjadi makeup artist dan bekerja untuk sejumlah klien, saya tidak pernah puas dengan model dan kualitas bulu mata palsu yang ada, sehingga saya sering mengumpulkan dan membuatnya sendiri supaya hasilnya lebih sesuai dengan bentuk mata klien. Adik saya, Mona, menyarankan saya membuat merek kecantikan yang benar-benar saya rancang sendiri. Kemudian saya luncurkan merek kosmetik saya di Sephora Dubai Mall.

ELLE: Seperti apa kisah di balik kesuksesan merek Huda Beauty?

H.K.: Memegang sejumlah peran yang berbeda di industri kecantikan jelas sangat membantu nama dan karier saya terus menanjak. Saya pernah menjadi seorang blogger, saya menciptakan konten sosial (secara digital), saya pernah bekerja sebagai penata rias dan bersama tim produksi kami menciptakan berbagai jenis kosmetik di laboratorium. Saya menjadi wajah dari merek kecantikan saya sendiri. Pengalaman saya di industri ini memberikan kesempatan untuk dapat mengapresiasi dan memahami bisnis industri kecantikan yang telah mengasah sisi kompetitif saya. Di atas semua itu, kesuksesan yang kita capai justru datang ketika kita mendengarkan pendapat keluarga. Saya selalu mendapatkan inspirasi dari komentar-komentar dan permintaan yang muncul di Instagram. Ketika kami menciptakan produk baru, kami selalu mengamati apa yang followers sedang cari dan kami tidak pernah menciptakan produk tanpa permintaan pasar.

ELLE: Seperti apa rasanya menjadi pembicara di Harvard dan diwawancara oleh Business of Fashion dan media-media lainnya?

H.K.: Menjadi pembicara seperti itu membutuhkan banyak persiapan dan jujur saja saya selalu tegang sebelumnya, namun saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa pesan yang saya sampaikan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Jika apa yang saya katakan dapat memengaruhi bagaimana seseorang berpikir atau merasa, lalu semua kepanikan dan ketegangan yang saya alami menjadi sangat berarti. Diundang sebagai pembicara di Harvard merupakan sebuah pengalaman yang membanggakan dan barangkali menjadi salah satu momen terbaik sepanjang perjalanan karier saya selama ini. Universitas Harvard adalah sekolah yang sangat berpengaruh, sehingga ini berarti sekali bagi saya dan tim untuk dapat diundang kesana dan berbicara dengan pemberdayaan perempuan di hadapan banyak perempuan yang tengah menempuh pendidikan bisnis di sana.

ELLE: Seperti apa definisi Anda tentang women empowerment?

H.K.: Perempuan membantu perempuan lainnya. Tidak ada yang lebih kuat dan hebat daripada energi yang kamu dapatkan dari kelompok pemberdayaan perempuan.

ELLE: Apakah Anda menyebut diri Anda sebagai feminis?

H.K.: Tentu saja saya seorang feminis! Saya selalu mengatakan pada setiap orang bahwa selama kamu setuju laki-laki dan perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama, maka kamu adalah seorang feminis. Sayangnya banyak sekali pandangan-pandangan yang kolot tentang apa itu menjadi feminis, padahal itu tidak ada hubungannya dengan anti mencukur bulu ketiak atau membakar bra. Feminisme hanya menuntut kesetaraan dengan laki-laki.

ELLE: Sebagai seorang perempuan, hal apa yang paling mengejutkan yang telah kamu temukan?

H.K.: Setiap kali seorang perempuan berkata dia bukan feminis, itulah yang selalu membuat saya sangat terkejut. I have always been a feminist dan telah bekerja dengan begitu banyak perempuan hebat di industri ini, sehingga saya selalu terperanjat ketika perempuan tidak memperjuangkan kesetaraan gender dan merasa bahwa mereka memang tidak memiliki hak yang sama seperti laki-laki.

ELLE: Anda mengambil jurusan keuangan di Universitas Michigan, namun Anda mengakui bahwa awal karier Anda sebagai pebisnis perempuan terasa sangat sulit. Apa yang terjadi?

H.K.: Saya sering diperlakukan tidak adil ketika saya pertama kali memulai bisnis saya; salah satu kesalahpahaman yang dihadapi adalah bahwa kami bukanlah merek yang serius dan saya rasa perlakuan ataupun tantangan seperti ini tidak akan terjadi bila kami adalah laki-laki. Kami mengadakan pertemuan dengan para distributor dan retailers, dan mereka semua membuat kami merasa seperti sekelompok anak perempuan dengan sebuah hobi. Untungnya, baik saya maupun saudara-saudara perempuan saya selalu memilki visi yang besar untuk perusahaan ini dan kami tidak menyerah. Kami tetap sangat fokus pada tujuan akhir yang ingin kami capai dan pada akhirnya toko kecantikan Sephora di Dubai Mall memutuskan untuk menjual produk bulu mata palsu dari kami dan segera habis di hari yang sama.

ELLE: Apa saja beauty essentials menurut Anda?

H.K.: Aduh, banyak sekali! Tiga terpenting adalah tweezers, lip contour pencil, dan maskara! Tweezers selalu ada di tas saya! Sebagai perempuan dengan produksi rambut yang berlebih, tweezers menjadi sangat penting bagi saya. Saya juga tidak pernah keluar rumah tanpa Huda Beauty Lip Contour Pencil dalam nomor Trendsetter–it is one of my ride or die products! Saya mengenakan bulu mata palsu setiap hari namun maskara Maybelline Colossal Big Shot adalah satu produk makeup yang bisa saya andalkan untuk menggantikan bulu mata palsu. Saya sudah mencoba begitu banyak jenis maskara mulai dari merek-merek drugstore hingga dari brand luks, dan menurut saya ini tetap yang terbaik.

ELLE: Pesan apa yang ingin Anda sampaikan pada perempuan di seluruh dunia?

H.K.: Kita bisa! Jangan pernah menganggap remeh kekuatan perempuan yang saling mendukung perempuan lainnya. Dukung kolega kamu, teman-teman, saudara kandung perempuan, dan kamu akan mendapatkan energi positif itu kembali 10 kali lebih besar dalam hidupmu. Sebuah hal yang luar biasa melihat apa yang dapat kita capai jika kita saling mendukung satu sama lain!

ELLE: Ceritakan tentang “National Lipstick Day” (setiap 29 Juli) yang kamu cetuskan dan kini dirayakan di seluruh dunia?

H.K.: Saya membeli hak cipta untuk National Lipstick Day pada tahun 2016 sebagai bentuk selebrasi peluncurkan koleksi lipstik Liquid Matte kami. Kami ingin menghadirkan perayaan besar ketika kami melansir koleksi lipstik, dan kami merasa ini adalah cara yang sangat seru untuk berbicara tentang formula dan warna-warna baru yang kami tawarkan. Tahun lalu, kami menggunakan hari yang sama untuk meluncurkan koleksi lipstik terbaru kami yakni Demi Matte.

ELLE: Apakah Anda berpikir perempuan dapat memiliki segalanya?

H.K.: Absolutely! Dengan semangat dan tujuan yang jelas dan pasti, segalanya mungkin!

 

(Alih bahasa: Chekka Riesca. Foto: courtesy of Elle International)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.