Pahami Penggunaan Botoks dan Filler

Meski sama-sama melalui suntikan, kedua prosedur botoks dan filler sangat berbeda.

Botoks dan filler. Jenis perawatan kecantikan tersebut mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Keduanya kerap dianggap sebagai jalan pintas yang dapat membantu membuat kulit lebih kencang. Prosedurnya tidak melibatkan operasi. Diterapkan oleh ahli dengan cara menyuntikan zat khusus ke dalam jaringan kulit. Akan tetapi, meski terdengar serupa, prosedurnya sangat berbeda.

Perbedaan Manfaat Botoks dan Filler

Sebelum melakukan perawatan botoks atau pun filler, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu opsi yang sesuai dengan kebutuhan kulit. “Pada dasarnya tindakan untuk perawatan kecantikan seperti botoks dan filler dilakukan berdasarkan kebutuhan pasien. Namun pada beberapa kasus, pasien kurang memahami apa yang dibutuhkan kulitnya. Jadi, diperlukan adanya observasi dan konsultasi dengan dokter sebelum dilakukan tindakan,” jelas dr. Febrina Felicia Somba, M.Kes, Sp.KK, Mayapada Hospital Tangerang.

Suntik Botoks

Manfaat: Suntik botoks adalah jenis perawatan kulit yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan kerutan. Kerutan biasanya muncul seiring usia kulit. Di luar itu, gerakan wajah yang ekspresif, seperti tersenyum, mengerutkan dahi, hingga menangis, juga merupakan salah satu faktor penyebab kerut. Tetapi botoks tidak hanya digunakan sebagai penangkal kerut, aplikasinya juga sebagai terapi hiperhidrosis, mengobati kedutan, menghilangkan bekas luka dan strechmark.

Kandungan zat: Botoks memanfaatkan protein dari bakteri clostridium botolinum, yang kemudian disuntikkan ke dalam kulit.

Filler

Manfaat: Filler atau yang sering disebut dengan dermal filler, difungsikan untuk mengisi jaringan lunak di bawah permukaan kulit. Efeknya ialah menambah volume pada bagian wajah tertentu. Biasanya digunakan untuk menambah volume pada pipi, bibir, dan sekitar mulut yang menipis akibat penuaan.

Kandungan zat: Filler mengandalkan hyaluronic acid yang terdapat dalam tubuh manusia. Namun, beberapa dokter akan menyarankan penggunaan bahan lain seperti kalsium hidroksupalatit (radiesse), asam polilaktik, polyalkylimide, dan polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA), yang disesuaikan oleh kebutuhan kulit Anda.

Tindakan botoks dan filler termasuk jenis perawatan estetika yang tergolong aman. Bahkan bisa dilakukan pada remaja berusia 17 tahun dengan pertimbangan psikologis. Walau begitu, prosedurnya tetap membutuhkan penanganan ahli yang tidak sembarangan.

Beberapa klinik dan rumah sakit di Jakarta telah membuka layanan perawatan kulit dan kecantikan yang dapat membantu Anda menghadapi segala permasalahan kulit. Salah satunya, Aesthetic Clinic Mayapada Hospital Tangerang di mana pasien akan mendapat penanganan ahli oleh tim dokter spesialis kulit yang berpengalaman. DR. dr. Sukmawati Tansil Tan, Sp.KK, dr. Febrina Felicia Somba, M.Kes, Sp.KK, dan dr. Caroline Budiman, Sp.KK, ialah tiga dokter ahli yang dipercaya menangani prosedur perawatan kulit. Tidak hanya botoks dan filler, pasien dapat memilih perawatan kulit seperti tanam benang, platelet rich plasma stemcell, derma roller, serta dermalisage. Selain tindakan medis untuk perawatan kulit, Aesthetic Clinic Mayapada Hospital Tangerang juga menyediakan layanan perawatan untuk rambut, tubuh, dan wajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.