Kenali Jenis Jerawat dan Penyebabnya

problem penyebab jerawat - merawat kulit

Informasi dan fakta untuk mengidentifikasi tiga jenis jerawat yang paling sering ditemui sebagai persoalan kulit, serta memahami penyebabnya.

Pada kenyataannya, problem jerawat meliputi beberapa kategori berbeda. Memahami setiap jenisnya pun menjadi langkah awal yang tepat untuk meminimalisir peradangan, plus membantu kita menentukan solusi merawatnya. Jika telah mengetahui spesifik problem jerawat yang tengah dialami, Anda pun dapat lebih mudah menentukan bahan dan produk yang bekerja paling efektif untuk membasmi atau sekadar mencegah jerawat baru muncul. ELLE bicara dengan dua pakar dermatologi, dr. Geby Syerly dari Youth & Beauty Clinic dan dr. Olivia Ong dari Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), untuk memandu Anda mengenali tiga jenis jerawat yang paling sering ditemui sebagai persoalan kulit, serta memahami penyebabnya.

Jerawat Hormonal

Images source: IMAXTREE

Apakah itu? Jerawat hormonal meliputi tiga tipe. Yang pertama, biasanya muncul tiba-tiba pada area dagu dan rahang di waktu bersamaan, serta berkelanjutan setiap bulan (misalnya, tepat sebelum menstruasi). Tipe kedua ialah jerawat dengan komedo putih di tengah. Ketiga disebut dengan blackheads (komedo hitam) yang terlihat lebih gelap.

Penyebab: Jerawat hormonal adalah hasil dari fluktuasi hormon yang menghasilkan produksi minyak berlebih. Hal ini lantas menyebabkan pengendapan pada pori-pori yang kemudian memicu timbulnya jerawat. Saat pori-pori wajah terus tersumbat sebum dan sel kulit mati, minyak yang terperangkap di bawah permukaan kulit dapat bercampur kotoran dan menyebabkan peradangan hingga menjadi jerawat dengan komedo putih di tengah. Komedo hitam memiliki cela lebih besar di permukaan dan mengizinkan udara masuk serta mengoksidasi minyak di dalam pori, sehingga membuatnya tampak lebih gelap.

Inflammatory Acne

Apakah itu? Jerawat inflamasi terdiri dari dua jenis. Pertama, jenis papules atau papula yang berbentuk seperti benjolan merah yang lembut, berukuran lebih lebar dari jerawat pada umumnya. Kedua adalah pustules atau pustula. Tampilannya menyerupai jenis jerawat berkomedo putih, namun jerawat ini justru masuk ke dalam kategori jerawat meradang. Sebab, sebenarnya berisi cairan warna putih hingga menguning hasil peradangan bakteri.

Penyebab: Papules muncul karena pori-pori yang tersumbat oleh asupan makanan—minyak dan sel kulit mati— yang disukai bakteri P. acnes. Bakteri tersebut memiliki sifat berkembang di lingkungan yang hangat dan meradang hingga menjadi merah.

Beauty photo created by gpointstudio – www.freepik.com

Cystic Acne

Apakah itu? Jenis jerawat ini terletak pada lapisan di bawah kulit yang lebih dalam. Berbentuk menyerupai ruam dalam ukuran besar. Berwarna merah dan terasa nyeri. Biasanya muncul dalam jumlah banyak, serta kerap hadir di periode usia 20 tahun ke atas. Jerawat cystic dianggap merupakan yang paling parah. Sebab, area timbulnya jerawat masih dapat terus terisi dengan minyak, pun ketika jerawat telah berhasil dibersihkan. Jika Anda tengah mengalami persoalan cystic acne, pastikan untuk tidak memencetnya. Sebab, berbeda dengan inflammatory acne, jerawat ini terbentuk dari kantong dalam sel darah putih dan tidak berisikan carian kuning atau komedo.

Penyebab: Menurut dr. Olivia Ong dari Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), jerawat cystic disebabkan oleh genetika dan stimulasi hormonal kelenjar minyak. Pemicunya ialah kulit berminyak yang diwariskan secara genetika, sedang menjalani pergantian hormon, atau memiliki sindrom Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) yang mengeluarkan lebih banyak testosteron.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.