Era Baru Adibusana Prancis

Pekan mode adibusana kembali tampilkan pesonanya dalam kreasi dari tiga rumah mode ternama. Simak deret manifestasinya!

Pekan mode adibusana sukses menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Memamerkan tak hanya kreasi teranyar, namun juga kemahiran dari para pengrajin rumah mode legendaris di Paris. Manifestasinya kerap menawarkan mimpi dan fantasi. Disajikan dengan apik lewat presentasi yang tak kalah mencengangkan sebagai penghantar sensasi dari busana yang dipamerkan.

Hal yang serupa kembali tampak dalam gelaran pekan mode adibusana di tahun ini. Seolah membangkitkan kembali semangat dunia mode, tiga desainer dari tiga rumah mode menghadirkan koleksi yang sukses menjadi topik hangat selama pekan mode berlangsung. Ialah Daniel Roseberry untuk Schiaparelli, Chitose Abe dengan kolaborasinya bersama Jean Paul Gaultier, dan Demna Gvasalia yang menampilkan koleksi adibusana pertamanya untuk Balenciaga.

Mengambil tajuk Matador Couture, Daniel Roseberry seolah menyajikan sebuah mimpi surealisme dalam kreasi teranyarnya untuk Schiaparelli. Sebut saja gaun dengan imbuhan korsase bunga berukuran besar yang dirancang menutupi hampir seluruh permukaan. Kalung dengan liontin berbentuk paru-paru yang menutupi bagian dada. Hingga atasan yang disusun dari ukiran logam berbentuk anggota tubuh manusia, dan hewan yang berpadu dinamis dengan celana jeans beraksen serupa. 

Sesuai dengan tajuknya, sentuhan matador khas Spanyol turut ditampilkan dalam bentuk jaket bersiluet gembung. Aksen bordir emas hadir menghiasinya. Begitu pula dengan cone bra yang sengaja disisipkan sebagai persembahannya untuk desainer legendaris, Jean Paul Gaultier. Tema ini pun kembali diteruskan dalam rupa gaun hitam. Aksen tali panjang menyerupai tanduk kerbau tampil sebagai atraksinya. Dengan tetap menonjolkan bordir emas mewah yang telah menjadi ciri khasnya untuk koleksi ini.  

Seperti biasa gaun megah tampil sebagai penutup koleksi. Hanya saja kreasi dari rumah mode Schiaparelli tentu saja hadir dengan detail surealisme memukau yang mengundang setiap penontonnya untuk menelisik lebih dalam. Terdapat ukiran bunga yang ditampilkan sebagai atasan gaun, maupun bustier yang disusun dari potongan cermin. Semuanya hadir sebagai atraksi yang tak disangka dan mampu mengundang decak kagum bagi para penikmatnya.

Pendekatan yang sedikit berbeda disajikan oleh rumah mode Jean Paul Gaultier di tahun ini. Setelah mengumumkan bahwa ia akan pensiun dari dunia mode, sang desainer pun memiliki strategi baru dalam terus menyajikan koleksi untuk rumah mode yang didirikan. Chitose Abe, desainer yang sukses dengan brand Sacai, menjadi jawabannya untuk musim ini. Dikenal akan kreasinya yang kerap memainkan konstruksi busana, Chitose Abe jelas hadir sebagai kandidat yang tepat.

Hal tersebut pun tampil dengan sempurna dalam 31 tampilan yang sukses mengombinasikan identitas Jean Paul Gaultier berikut garis rancang distingtif khas Chitose Abe. Materi bercorak pinstripe disajikan dalam bentuk tampilan bertumpuk lengkap dengan bustier. Interpretasi baru akan mantel trench pun digubah ke dalam bentuk gaun a-line maupun trapeze. Serta permainan materi denim yang disulap menjadi gaun beraksen lipit khas Sacai yang menghiasi bagian belakang. Tak ketinggalan atraksi corak menggunakan motif garis khas Jean Paul Gaultier dan juga motif tartan yang ditampilkan dengan teknik patchwork.

Kembalinya Balenciaga ke ranah adibusana tentunya menjadi highlights dalam pekan mode kali ini. Vakum selama lebih dari 50 tahun, momen ini telah menjadi saat yang ditunggu-tunggu sekaligus menjawab rasa penasaran para penikmat mode tentang bagaimana Demna Gvasalia merancang koleksi adibusana untuk pertama kalinya. 

Diberkahi dengan arsip Balenciaga yang inovatif, sang desainer sukses mengawinkan warisan tersebut dengan visinya kini. Menghasilkan koleksi yang penuh dengan detail presisi ditemani oleh sentuhan kontemporer yang sarat akan ciri khasnya. 

Terdapat deret busana tailoring dengan aksentuasi pinggang khas Balenciaga. Mantel kulit mau pun bulu yang dirancang dengan siluet berukuran besar. Hingga gaun dengan bordir rumit yang mampu memamerkan keahlian dari para pengrajinnya. 

Keahlian Demna menerjemahkan atribut gaya jalanan ke dalam adibusana tampil sebagai atraksi utama. Seperti mantel panjang dengan detail menyerupai parka. Materi denim yang dirancang sebagai setelan berstruktur tegas. Dan yang paling mengejutkan terdapat kreasi jubah mandi, yang apabila diamati dari dekat akan menonjolkan materi kulit mewah yang memesona. 

Photos courtesy of Jean Paul Gaultier, Schiaparelli, & Balenciaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.