Dewi Fashion Knights Tutup Rangkaian Acara Jakarta Fashion Week 2019

Helatan Dewi Fashion Knights 2018 kali ini, majalah dewi memberi ruang kepada empat desainer terpilih untuk mengeksplorasi tema “Heroes”.

Pada malam terakhir pagelaran Jakarta Fashion Week 2019, para penikmat mode datang berbondong-bondong untuk menyaksikan pagelaran tahunan majalah dewi, Dewi Fashion Knights (DFK) 2018.Melalui tahap penjurian, empat orang desainer ditetapkan menjadi ksatria Dewi Fashion Knights tahun ini. Keempat desainer tersebut adalah Chitra Subiyakto melalui labelnya Sejauh Mata Memandang, Tommy Ambiyo Tedji lewat label BYO, duo Sean Loh dan Sheila Agatha dengan Sean Sheila, serta desainer aksesori Rinaldy A. Yunardi.


Acara Dewi Fashion Knights 2018 dibuka dengan kata sambutan yang disampaikan langsung oleh CEO Femina Group, Ibu Svida Alisjahbana yang ingin mengucap rasa syukur dan juga suka cita atas terlaksananya pagelaran besar Jakarta Fashion Week 2019 yang kini telah menginjak usia 11 tahun. Tema ‘Heroes’ diusung majalah dewi untuk menggarisbawahi kebutuhan sosok pahlawan yang mampu membuat dunia lebih baik di tengah kondisi carut-marut saat ini. Lewat tema ini, para desainer atau ksatria-ksatria DFK 2018 terpilih menarasikan tema tersebut dalam versi masing-masing di panggung runway Dewi Fashion Knights 2018.


Lewat label Sejauh Mata Memandang, Chitra Subiyakto mengangkat wastra Indonesia yang selama ini telah menjadi ciri khasnya. Lebih jauh, Chitra mengeksplorasi cerita rakyat, Timun Mas, yang kemudian ia interpretasikan ke dalam ragam batik cap dan tulis. Empat bekal Timun Mas turut dilibatkan Chitra ke dalam berbagai siluet busana batik yang ia rancang, seperti kebaya, baju bodo, dan baju Lombok.


Sementara itu, Tommy Ambiyo Tedji memilih figur orangtua, keluarga, dan sahabat terdekatnya sebagai sosok pahlawan yang ia kagumi. Lewat labelnya BYO, ia menghidupi berbagai motif khas Palembang dan Riau, lalu mentranslasikannya ke dalam berbagai jajaran busana dan aksesori bergaya modern. Pola jalinan dan bentuk anyaman yang dipersembahkannya, merupakan salah satu kreasi paling rumit yang belum pernah ia kerjakan sebelumnya.


Selanjutnya, ada Sean Loh dan Sheila Agatha yang mempersembahkan karya-karyanya lewat label Sean Sheila. Berpusat pada proses dekomposisi dan ekspresi ironi dari limbah anorganik yang ditinggalkan manusia, duo desainer ini mengusung tema ‘slow motion apocalypse’ serta mengagungkan fotografer Chris Jordan sebagai figur pahlawan lingkungan mereka. Materi plastik pun menjadi materi utama koleksi Sean Sheila kali ini yang muncul lewat ragam rok, jas hujan, tas, hingga aksen bubble wrap pada sepatu.


Helatan Dewi Fashion Knights 2018 kemudian ditutup dengan persembahan dari Rinaldy A. Yunardi. Diiringi performa live dua orang penyanyi, Rinaldy menawarkan konsep pahlawan yang ia tujukan untuk semua perempuan. Mengusung tema kecil ‘The Faces’, persembahan Rinaldy ini mengilustrasikan ragam wajah manusia yang berbeda-beda namun berasal dari satu pencipta.

 

Photography: DOC. JAKARTA FASHION WEEK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *