Eksklusif! Mary Katrantzou Bicara Mengenai Evolusi Label Miliknya

Kemampuan Mary Katrantzou sebagai seorang desainer melebihi kepiawaiannya dalam mencipta motif. ELLE berkesempatan untuk berbincang dengannya mengenai evolusi label miliknya.

Mary Katrantzou pertama kali mengejutkan dunia mode pada tahun 2008 lewat suguhan motif miliknya yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun sebelumnya. Sebelum Katrantzou, dunia mode tentu memiliki sejumlah desainer yang dikenal lewat kepiawaiannya mengolah motif. Meski demikian, motif-motif berbasis komputer kaya warna-warni vibran persembahan Katrantzou menawarkan sebuah kebaruan yang lantas menjadi ciri khasnya.

Meski Katrantzou menuai popularitas dan kesuksesan berkat motif-motif kreasinya yang begitu inovatif, berasumsi kemampuannya hanya sebatas mencipta motif merupakan sebuah kesalahan besar. Sebab nyatanya, desainer lulusan Central Saint Martins, London, ini kian berevolusi dan mendorong batasan-batasan kreatifnya. Kini, 13 tahun sejak ia pertama kali mempersembahkan koleksi pertamanya, Katrantzou masih mampu mengejutkan dunia lewat karya-karyanya yang kaya akan nilai craftmanship premium, baik secara digital maupun analog.

DESIGN BY INSTINCT

Mary Katrantzou lahir pada tahun 1983 di Athena, Yunani, dari ayah yang merupakan seorang insinyur tekstil dan ibu yang berprofesi sebagai desainer interior. Katrantzou kemudian pindah ke Amerika Serikat pada tahun 2003 untuk menuntut ilmu arsitektur di Rhode Island School of Design. Ia lalu pindah ke Central Saint Martins College of Art and Design di London, di mana ia menamatkan jenjang sarjana mudanya pada tahun 2005 dan mengantongi gelar master pada tahun 2008.

Desain tampaknya mengalir dengan begitu alamiahnya dalam darah Katrantzou. “Dikelilingi oleh pengaruh-pengaruh ini menanamkan rasa ingin tahun dalam diri saya untuk menuntut ilmu desain tekstil, ketika saya masih mengenyam pendidikan arstitektur di Rhode Island School of Design,” ungkap Katrantzou membuka pembicaraan. “Baru setelah saya belajar di Central Saint Martins, saya sadar bahwa cara asuh saya mulai mempengaruhi desain saya. Saya rasa Anda tidak menyadari betapa kuatnya pengaruh orang tua dan bagaimana Anda membentuk estetika itu sejak dini.”

Mary Katrantzou.

Saat mengenyam pendidikan di Central Saint Martins, Katrantzou mulai mengembangkan estetika desain unik miliknya dan berkesempatan untuk magang dengan salah satu desainer kenamaan Yunani, Sophia Kokosalaki, pada tahun 2006. Pengalaman bekerja di bawah asuhan mendiang desainer yang wafat pada tahun 2019 silam tersebut pun membuka mata Katrantzou.

“Sophia membuat kami semua bangga menjadi orang Yunani. Ia mengkomunikasikan nilai-nilai budaya kami, jauh melampaui batasan kami, lewat bakat, kecerdasan, dan karismanya yang luar biasa,” kenang Katrantzou. “Dalam waktu singkat saya mengenalnya, ia menunjukkan kepada saya arti kekuatan sejati dan fokus tajam yang dibutuhkan di industri ini. Saya selalu kagum dengan tekad dan nilai-nilai yang ia jalani dalam hidupnya, ia selalu melakukannya dangan caranya sendiri. Ia meninggalkan hadiah besar bagi dunia lewat karya-karyanya yang luar biasa.”

Pada bulan Februari 2008, Katrantzou membuka show graduasi Central Saint Martins M.A. bertepatan dengan helatan London Fashion Week. Koleksi perdana Katrantzou yang menampilkan motif perhiasan trompe l’oeil berukuran oversized pada jajaran gaun jersey-bonded dengan segera mencuri perhatian dunia. Koleksi pertama Katrantzou bahkan dibeli habis oleh sejumlah stockist kenamaan dunia, seperti Browns, Joyce dan Colette. Seusai show graduasinya, Katrantzou mendirikan label eponimnya sendiri. Sang desainer turut memenangkan dana NewGen dari British Fashion Council selama enam musim berturut-turut, dimulai dari sebuah ekshibisi untuk musim semi/panas 2009. Kini, karya-karya Katrantzou telah tersedia di lebih dari 100 stockist premium dunia, meliputi Selfridges, Joyce, Matchesfashion.com, Harrods, dan Bergdorf’s Goodman.

QUEEN OF PRINT

Tak butuh waktu lama bagi Mary Katrantzou untuk menyandang titel ‘The Queen of Print’. Sebutan yang dilayangkan baginya oleh para pers, merangkum pengaruh besar karya-karyanya yang mampu mengubah wajah mode abad ke-21 dan menginspirasi desainer high fashion maupun label high street lainnya. Nama Mary Katrantzou pun terus meroket sementara koleksi busana siap pakainya habis diburu para pecinta mode di tiap belahan dunia. Beragam proyek kolaborasi pun menghujaninya, mulai dari koleksi kapsul untuk Adidas Originals dan Victoria’s Secret, mendesain kostum secara eksklusif untuk New York City Ballet, hingga merancang serangkaian koleksi edisi terbatas dengan Longchamp dan Moncler.

Tak dapat dipungkiri, permainan motif memegang peranan penting dalam mendefinisikan karier Katrantzou, tak hanya sebagai desainer namun sebagai image maker. Meski demikian, motif bukan lah satu-satunya yang membuat karya-karya desainer ini begitu istimewa. “Seiring label saya tumbuh dewasa, saya merasa telah mengkomunikasikan banyak hal lewat motif digital hingga saya ingin terus menjelajahi kapasitas saya,” ujar Katrantzou. “Saya tidak pernah merasa dibatasi dan saya ingin menerapkan keberanian menemukan yang sama untuk terus mengeksplorasi keahlian dan fokus pada siluet yang kuat. Pergeseran dari motif terasa seperti progres yang alami, memindahkan fokus ke tekstur dan bentuk serta membangun media visual yang baru.”

Tiga belas tahun bukan lah waktu yang pendek. Meski demikian, Mary Katrantzou tak pernah sekalipun berhenti untuk menantang dirinya sendiri. “Selalu ada ruang untuk mendorong batasan-batasan suatu bidang di mana ada kemajuan teknologi yang begitu pesat. Anda mungkin dapat memproduksi sebuah motif yang tak dapat Anda lakukan 10 tahun yang lalu dan hal itu begitu menginspirasi secara kreatif. Karya saya terus bertema dan saya menikmati sebuah narasi yang kuat, namun hal tersebut kini tak hanya dapat ditranslasikan lewat sebuah motif hyper real, namun juga lewat inovasi desain tekstil, potongan presisi dan harmoni yang tercipta di antara semua pilar yang membentuk sebuah koleksi.”

A NEW VISUAL MEDIUM

Pada tahun 2019, Mary Katrantzou menunjukkan kebolehannya mencipta lewat koleksi adibusana pertamanya untuk musim semi/panas 2020. Dihelat di Temple of Poseidon, Athena, koleksi adibusana sarat emosi ini turut menjadi sebuah ode yang dilayangkan sang desainer terhadap tanah kelahirannya. Terdiri dari dari 36 tampilan, masing-masing gaun persembahan Katrantzou menyoroti teknik adibusana dan memanifestasikan ide filosofis yang dilahirkan di Yunani pada saat yang sama ketika Temple of Poseidon dibangun, yaitu pada tahun 440 SM.

Dengan cerdasnya, Katrantzou menyisipkan referensi Yunani pada tiap tampilan koleksi tersebut, mulai dari lapisan gaun maxi berjumbai yang dipotong dengan presisinya dan mengingatkan siapapun pada teorema Pythagoras, sehelai gaun chainmail yang berhiaskan persamaan matematika, hingga secarik gaun tulle yang memiliki gelepai berbentuk atom. Sepotong gaun tulle dan bulu yang dirancang berlapis-lapis hadir memimik keindahan lautan Yunani, sementara gaun finale yang menampilkan peta dunia mencuri perhatian dengan taburan aplikasi floral 3D miliknya.

Koleksi kolaborasi Mary Katrantzou dengan Bulgari.

Pada kesempatan tersebut, Katrantzou turut bekerja sama dengan Bulgari, yang melengkapi tiap tampilan persembahan sang desainer dengan koleksi perhiasan arsip dan high jewellery mereka. Hubungan baik dan persamaan asal-usul keduanya—pendiri Bulgari, Sotirio Bulgari, berasal dari Yunani—bahkan melahirkan sebuah proyek kolaborasi baru yang khusus diluncurkan musim ini. Lewat koleksi kapsul ini, Bulgari mendapuk Mary Katrantzou untuk merancang tiga buah tas yang terinspirasi dari tas ikonis Serpenti Forever miliknya. Seduktif dan hipnotik, tiap tas edisi terbatas ini hadir mengusung proses metamorfosis seekor kupu-kupu sebagai ilham utamanya.

“Helatan show terakhir kami yang bertempat di Temple of Poseidon, di Yunani, didedikasikan untuk menggalang dana dan menanamkan kesadaran terhadap ELPIDA, sebuah badan amal yang khusus didirikan untuk mendukung anak-anak penderita kanker. Kami mempergunakan platform kami untuk mengkomunikasikan pesan harapan dan saya rasa hal tersebut menunjukkan cara yang berbeda dalam mempergunakan suara dan kreativitas kami. Tiap potong gaun hanya diproduksi dalam kapasitas made to measure, yang menurut saya adalah masa depan desain yang bertanggung jawab,” jelas Katrantzou.

Presentasi koleksi adibusana Mary Katrantzou untuk musim semi/panas 2020 di Temple of Poseidon, Athena.

RESPONSIBLE DESIGN

Isu sustainability turut menjadi pilar penting dalam proses pendewasaan label Mary Katrantzou. Meski sang desainer beropini bahwa industri mode saat ini belum bisa menjadi sustainable 100%, ia menekankan pentingnya merancang sebuah desain yang abadi, menyoroti craftmanship, mengutamakan kain yang tepat untuk mendukung pendekatan yang lebih bertanggung jawab, dan mendorong konsumen untuk membeli lebih sedikit dan berinvestasi pada garmen berkualitas. 

            “Kami, sebagai sebuah brand, telah mengambil langkah-langkah menuju sustainability, dengan menggunakan teknologi pencetakan yang presisi, membatasi produksi untuk meminimalkan stok berlebih, menempatkan sebagian besar tempat produksi kami di Inggris, dan memperguanakn kembali kain dari koleksi-koleksi arsip kami. Kami juga berupaya menjadi carbon neutral dan tengah berinvenstasi dalam pengembangan sulaman sustainable, serta memindahkan sebagian besar produksi kami ke manufaktur fully factored.”

            Tak berhenti sampai di situ saja, Katrantzou turut menawarkan solusi pada isu inlusivitas, lewat peluncuran lini busana resor miliknya, MARY-MARE, pada tahun 2020. Koleksi kapsul inklusif pertamanya yang akan tersedia sepanjang tahun ini bertujuan untuk memberikan alternatif baru bagi para penggemar setianya agar dapat lebih menikmati label Mary Katrantzou. “Kami mulai mendesainnya tepat setelah ulang tahun ke-10 tahun kami, jadi tema yang merupakan bagian dari koleksi perdana MARY-MARE adalah hal-hal yang kami eksplorasi dalam koleksi hari jadi kami. Saya rasa koleksi ini adalah solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi industri mode saat ini, menjadi seasonless, mempergunakan serat alami 100% dan memperluas jangkauan ukuran kami hingga mencapai size UK 24.”

            Dalam kurun waktu 13 tahun, Mary Katrantzou mengkukuhkan posisinya sebagai salah satu desainer paling penting yang kita miliki saat ini. Kemampuannya untuk terus berevolusi meramalkan karier panjang penuh pencapaian yang menantinya. Meski demikian, masih banyak hal yang menurutnya perlu dibereskan. “Saya rasa dunia mode harus melihat ke depan dan memikirkan peran dan tujuan kita dalam menggunakan visi kita untuk memberi pengaruh positif di dunia. Industri mode saat ini sedang ditantang dan tiap brand tengah mencari jalannya masing-masing. Apa yang dibutuhkan industri ini adalah menganut ethical compass yang akan memimpin kita menyelesaikan masalah perlindungan lingkungan, isu sosial, dan standar etika,” tutupnya.

Photography: DOC. MARY KATRANTZOU, BVLGARI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.