Gucci Lansir Koleksi Terbarunya Lewat Sebuah Miniseri

Bertajuk OUVERTURE of Something that Never Ended, miniseri persembahan Gucci berikut menampilkan koleksi terbaru rumah mode tersebut.

Ketika menghelat show tak lagi menjadi opsi satu-satunya untuk mempresentasikan sebuah koleksi mode, siapapun tentunya melihat perubahan ini sebagai peluang besar. Tak lagi terkungkung oleh format presentasi yang terbilang tradisional, sejumlah rumah mode dunia pun berlomba untuk unjuk gigi dan memamerkan seberapa liar mereka mampu bermimpi. Tak terkecuali rumah mode asal Italia, Gucci.

Setelah sukses meluncurkan koleksi terakhirnya, Gucci Epilogue, lewat sebuah format live-stream, Gucci kembali menghadirkan koleksi teranyarnya yang dikemas dalam format miniseri sebanyak tujuh episode. Bertajuk OUVERTURE of Something that Never Ended, miniseri dan koleksi busana bernama sama ini dirilis satu per satu selama satu pekan penuh, bertepatan dengan GucciFest, sebuah festival mode dan film digital inovatif yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 22 November 2020 silam.

Diproduksi di Roma dan diarahkan oleh sutradara ternama, Gus Van Sant, dan Alessandro Michele; serial pendek sebanyak tujuh bagian ini mengikuti kehidupan aktris, seniman, dan penampil, Silvia Calderoni, beserta rutinitasnya yang begitu surealis. Sepanjang tujuh episode, penonton diajak menyelami dunia Calderoni—yang tentunya selalu tampil prima dalam balutan busana dan aksesori Gucci terbaru—dan menyimak hubungannya dengan beragam sosok yang mengisi kesehariannya.

Sebut saja Achille Bonito Oliva, yang ditemui Calderoni di episode 2. Calderoni yang tengah mengantri di sebuah kantor pos, tak sengaja mendengar pembicaraan kritikus seni tersebut dengan Harry Styles via telepon. Atau ketika Calderoni mengamati rutinitas unik tetangga-tetangganya di episode 5. Ia melihat Ariana Papademetropoulos yang gemar berkebun dan melukis serta seorang tetangga lain yang tengah menikmati video klip musisi Billie Eilish. Kita tak dapat pula melupakan penampilan sensasional Florence Welch yang ditemui Calderoni di sebuah toko vintage, di episode 6, dan adegan menyetrika ikonis musisi asal Tiongkok, Lu Han, di episode 7.

Layaknya format presentasi Gucci yang begitu bebas dan tak mengikat, gagasan ini turut mewakili konsep pakaian persembahan Alessandro Michele, sang direktur kreatif. Michele ingin membebaskan pakaian-pakaian rancangannya dan tak lagi memenjarakannya di dalam butik. Miniseri ini seakan menjawab mimpi Michele tersebut, di mana tak hanya penonton diajak untuk larut dalam dunia ideal sang desainer, tapi mampu melihat langsung pakaian-pakaian ini ‘hidup’ dan berperan bak sebuah karakter.

99 tampilan dipersembahkan Michele untuk koleksinya kali ini, di mana kebanyakan darinya unisex dan tak mengenal gender ataupun usia. Ragam jaket bouclé dan celana jeans pudar tampil semarak berhiaskan sequin dan taburan logo. Deretan gaun, baik yang berimbuhkan motif flora, renda atau dipenuhi dengan sulaman mutiara, berbagi panggung dengan koleksi sweter V-neck, jorts, sweatsuit mengilap, dan jajaran three-piece suit berkerah lebar. Michele kemudian melengkapi koleksi ini dengan ragam aksesori pencuri perhatian seperti tas Jackie 1961, tas Horsebit 1955, pasangan sepatu loafer, topi beanie, ikat pinggang hingga papan luncur berdetail logo Gucci. Kasual namun ekstravagan pada waktu yang sama, inilah dunia Alessandro Michele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.