Koleksi Adibusana Impian dari Schiaparelli

Imajinasi bintang jatuh yang menjadi komponen utama koleksi adibusana Schiaparelli untuk musim panas 2019 akan membuat siapa pun jatuh hati.

Pekan mode untuk koleksi haute couture tengah berlangsung di akhir bulan Januari ini, dan koleksi persembahan Schiaparelli menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian Elle Indonesia.

Rumah mode besutan perancang Italia, Elsa Schiaparelli, menampilkan sedikitnya 45 rancangan menawan ditampilkan dalam peragaan busana haute couture. Kali ini, tema lucky star menjadi inspirasi utama yang melandasi dibangunnya koleksi teranyar Schiaparelli–sebuah tema yang begitu lekat dengan sang desainer ikonis yang meninggal dunia pada tahun 1973 tersebut.

Semasa kanak-kanak, Elsa dikenal sebagai anak yang dianugrahi dengan imajinasi, kreatifitas, dan kemandirian–suatu kualitas yang tidak dimiliki oleh banyak anak seusianya. Imajinasi Elsa semakin berkembang setelah sang paman, Giovanni, memperkenalkan astronomi padanya lewat fitur bintik-bintik pada kedua pipi Elsa yang (menurut Giovanni) menyerupai konstelasi Ursa Mayor. Memori indah akan astronomi dan indahnya bunga-bunga yang menemaninya bermain di kebun Palazzo Corsini lantas senantiasa menjadi sumber inspirasi Elsa sepanjang kariernya.

Dengan kecintaannya yang mendalam terhadap pesona alam dan dunia botani, Elsa Schiaparelli menghias ruangannya di Place Vendôme dengan taburan bintang, elemen kosmos, dan rangkaian bunga, jauh sebelum aliran seni Surealisme lahir. Ursa Mayor pun dianggap sebagai lucky charm sang desainer, yang diabadikan ke dalam sebuah bros yang diciptakan khusus oleh Schlumberger untuknya dan selalu ia pakai bagaikan sebuah jimat.

 

Nostalgia masa kanak-kanak Elsa kemudian dituangkan ke dalam koleksi adibusana Schiaparelli untuk musim semi dan musim panas 2019. Lewat arahan Bertrand Guyon sebagai direktur kreatif Schiaparelli, koleksi yang terbagi atas rangkaian busana untuk siang dan malam ini mengangkat sekelumit elemen yang berkenaan dengan astrologi dan tata surya. Very Schiarparelli most definitely.

Setelan berpotongan peplum yang feminin tampak semakin berkarakter berkat aplikasi sculpted silhouette bertakhtakan detail bordir berupa kuncup bunga bermaterial porselen maupun renda guipure bermotif bunga. Aksen flounce berukuran besar pun kian menjadikan sejumlah tampilan runway begitu cantik dan megah.

Sederet jaket dibalut dalam palet hitam pekat kemudian diperkaya dengan embellishment yang disusun menyerupai rasi bintang dan komet-komet yang berjatuhan di malam musim panas. Indahnya langit malam yang bertabur bintang dicitrakan lewat aksen-aksen dramatis seperti sequins, bulu, corak kebun mawar, bordir bergaya psychedelic yang berasal dari India di abad ke-18, hingga aplikasi potret jenaka akan perempuan yang menyerupai Cecil Beaton atau Madame Yevonde.

Koleksi ini banyak menggunakan material seperti beledu lipit, satin crepe, organdi, maupun sifon berbalut sequins emas. Diolah dengan menggunakan pendekatan haute couture serta teknik print yang sangat rapi, maka kembali terciptalah rangkaian garmen menawan yang terlahir dari label Schiaparelli.

 

(Teks: Chekka Riesca. Foto: courtesy of Schiaparelli)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *