Menjelajahi Gucci SS19 Open House di Shanghai

Gucci SS19 Open House

Digelar di kota Shanghai, China, akhir bulan November 2018 silam, acara Open House untuk koleksi dari Gucci musim semi/panas 2019 kaya akan karakter masa lalu yang direalisasikan di masa ini.

Sebuah ruang seni bernama No.8 Bridge Space Of Art di kota Shanghai, China, terpilih menjadi lokasi Open House untuk koleksi teranyar Gucci yang menyorot formula desain luar biasa hasil kurasi sang Direktur Kreatif, Alessandro Michele. ELLE Indonesia bersama aktris dan penyanyi, Bunga Citra Lestari, atau lebih dikenal dengan panggilan BCL, berkesempatan menghadiri pagelaran elegan ini di akhir November silam.

Bunga Citra Lestari

Dibungkus dalam seri musim semi/panas 2019, koleksi ini mencakup empat lini jinjingan yang terpampang lewat karakter menonjol masing-masing yaitu Arli Bag, Rajah, Gucci Zumi, dan Mickey Bag. Arli Bag hadir identik dengan Gucci GG interlocking logo dibalut dalam patent klasik khas label Italia ini. Sedangkan tote bag khas Gucci, Rajah, yang terlahir semenjak musim gugur/dingin 2018 silam, meraung lewat logo kepala Harimau dan dirilis dalam tiga pilihan bahan yakni kulit, beledu, dan monogram GG yang terpatri di sekujur tas segi empat berukuran besar.

Motif buah strawberry yang pernah dipakai Alessandro Michele di show musim semi/panas 2019 kala itu menginspirasi sebuah patern di lini tas terbaru, Gucci Zumi, yang juga memiliki ragam opsi material lainnya seperti kulit, grain, serta precious skin yang terdiri dari croco dan snake. Kemudian yang tak luput dari atensi, Mickey Bag yang menujukkan kecintaan Michele pada karakter-karakter Disney, bertuliskan ‘mon petit chou’ yang berarti ‘my little darling’ membuat tas ini kian menggemaskan.

Di luar pesona lini jinjingan, Open House ini pun mengekspos backpak, alas kaki bertahta kristal swarovski hingga bergaya khas Marie Antoinette, serta aksesori dari Fine Jewelry hingga figur flying pig.

Jejeran busana yang ditampilkan di seri musim semi/panas 2019 ini seolah meneriakkan ingar bingar masa lalu lewat permainan siluet dan tekstur dari embroideri yang rumit hingga fake fur yang dibungkus dalam warna-warna vibran. Fokus pada tailoring yang lebih structured tak dapat diabaikan, terutama pada ragam rangkaian blazer dan jaket yang marak.

Lagi-lagi motif strawberry ditemukan dalam koleksi busana, meramaikan motif lain seperti beragam French sentence yang tertulis pada permukaan gaun atau outer. Mengapa French sentence? Karena ini sebuah cara bagi Michele dalam memberikan tribute bagi khalayak Perancis yang selama ini telah mendukungnya.

(foto: AGUS SANTOSO untuk ELLE Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.