Intip Isi Lemari: Chris Bunjamin

chris bunjamin - photograph by gilbian matie - elle indonesia november 2019 - fashion people

Tidak hanya mementingkan faktor kenyamanan, sustanability turut menjadi isu penting di balik pilihan berbusana seorang Chris Bunjamin.

“Bagi kebanyakan orang, fashion dipergunakan untuk menyenangkan hati orang lain,” ujar Chris Bunjamin membuka percakapan, “tapi bagi saya, fashion harus nyaman.” Itulah mengapa istilah fashion hurts tidak beresonansi dengan fotografer satu ini. “I don’t give a damn about showing off to people. I wear clothes that are comfortable and clothes that inspire me,” pungkasnya.

Mengenakan koleksi pribadi Yohji Yamamoto (kemeja) dan Mihara Yasuhiro (celana)

Dahulu, Chris mengaku lebih banyak memperhatikan apa yang akan ia kenakan. Kini, ritual berpakaiannya di pagi hari telah sedikit berubah. “Sekarang, saya hanya memakai apa yang ada di depan mata saja,” ungkapnya sambil diikuti dengan gelak tawa. Baju-baju bersiluet minimalis dalam palet warna basic menjadi pilihannya.

chris bunjamin - photograph by gilbian matie - elle indonesia november 2019 - fashion people
Koleksi sepatu (searah jarum jam): Celine, dua pasang Golden Goose Deluxe Brand, dan Converse Japan.

Perubahan serupa juga terjadi pada proses mengambil keputusan kala berbelanja. “Dahulu, apabila saya melihat sesuatu yang saya suka, saya akan segera membelinya ketika saya bisa,” kenang Chris.

Ia memang bukan tipe orang yang suka berpikir lama atau menunggu musim sale datang ketika berbelanja. Ia tahu pasti, dan dengan segera, apa yang ia sukai. “Sekarang, saya lebih mengarahkan apapun yang saya beli—baik baju atau apapun—agar lebih sustain. Kini, saya berpikir lebih secara jangka panjang,” ujar pengagum Yohji Yamamoto ini.

Selain Yohji Yamamoto, ada sederet desainer lain yang dikagumi olehnya. “Saya juga menyukai Rei Kawakubo, Chitose Abe, Miyahara Yasuhiro, Jun Takahashi, dan Hiroshi Fujiwara.” Mayoritas menyebut namanama desainer Jepang, Chris mengaku menyukai rancangan mereka yang sederhana, berciri khas kuat, dan yang terpenting, sustainable.

Mengenakan koleksi pribadi Calvin Klein (Kemeja)

“Saya tidak masalah mengeluarkan uang banyak, misalnya untuk membeli produk Yohji Yamamoto yang masih akan saya pakai di usia 60 tahun nanti,” ujarnya.

Untuk urusan berbelanja, Chris memiliki beberapa destinasi andalan. “Saya suka berbelanja di Escalier dan Canaan. Kedua toko itu milik istri saya, tetapi saya banyak berbelanja di sana bahkan ketika ia belum menjadi istri saya,” ujarnya sambil tertawa.

Di luar negeri, Chris mengaku begitu mencintai Tokyo. “Saya suka mencari-cari toko vintage di Tokyo, menemukan produk-produk Yohji Yamamoto vintage,” tutupnya.

(Photo: DOC. ELLE Indonesia; photography GILBIAN MATIE styling GISELA GABRIELLA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *