Intip Isi Lemari: Cissylia Stefani van Leeuwen

elle indonesia - sugi hermawan - Cissylia Stefani van Leeuwen

‘Careless’ dan ‘street style’, dua gaya khas Cissylia Stefanie van Leeuwen. Kami menemuinya untuk mencari tahu atribut andalan padu padan gaya.

“Saya tidak mengikuti aturan tertentu dalam bergaya. Saya suka untuk mix and match, dan bermain dengan berbagai warna vibran serta tabrak motif,” ujar perempuan yang gemar memasak ini. Mix and match diaku Cissyl sebagai salah satu amunisi paling esensial dalam mewujudkan gaya sehari-hari.

“Kelebihan melakukan mix and match adalah Anda dapat membuat barang-barang lama terlihat baru. Setiap hari Anda dapat tampil beda, walaupun mempergunakan item-item yang sudah Anda miliki. Terlebih bagi saya yang bekerja, mix and match menjadi begitu esensial dalam mewujudkan gaya saya,” ujar perempuan yang kini menjabat sebagai Senior Brand Lead di Tokopedia ini.

gaya Cissylia Stefani van Leeuwen

Lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, jam tangan menjadi fashion item yang wajib ia kenakan. “Time is very crucial for me. Sebuah jam tangan menjadi begitu penting sekali bagi saya untuk keep track of time.

Kecintaan Cissyl akan benda-benda bergaya funky membuatnya kerap menjauhi produk-produk fashion bergaya klasik. Ia mengaku hanya memiliki sedikit sekali tas bersiluet klasik. “Mungkin hanya satu atau dua. Saya lebih memilih untuk membeli tas atau sepatu bergaya unik, funky, dan merepresentasikan gaya pribadi saya,” jelasnya.

Beberapa waktu belakangan, Cissyl mengungkap tengah mengagumi karya-karya Chanel dan Gucci. “Saya menyukai tranformasi Chanel yang tadinya hanya klasik menjadi lebih muda, dan playful. Kini apapun yang mereka luncurkan sangat unik. Klasik dan aura empowerment-nya tetap ada tapi kini lebih quirky, dan playful. Gucci pun menjadi begitu funky setelah dipegang oleh Alessandro Michele. Begitu berbeda dengan Gucci di masa lampau,” ujarnya dengan mata berbinar-binar.

Bagaimana dengan desainer lokal? Label Tangan pun terlontar dengan cepat. Cissyl juga menyebut bahwa dirinya merupakan kolektor kreasi-kreasi Tangan besutan Zico Halim dan Margaretha Novianthy.

“Sangat otentik!” serunya, “saya tidak dapat menemukan desain seperti itu di tempat lain. Mereka banyak bermain dengan stuktur dan desain, it speaks more about myself. Kreasi-kreasinya begitu unik, dan tidak semua orang dapat pull-it-off. Itulah unique selling point mereka.”

gaya Cissylia Stefani van Leeuwen

Urusan belanja, Cissyl mengaku jarang melakukannya di dalam negeri. Ia lebih memilih untuk berbelanja di luar negeri karena opsi pilihan yang lebih banyak sehingga tidak pasaran.

Butik-butik lokal di Eropa dan Jepang, menjadi pilihan Cissyl untuk menemukan benda-benda unik yang tak dapat ditemukannya dimana-mana. “Saya suka membeli barang-barang yang ‘aneh’ dan, kalau bisa, tidak pasaran,” tutupnya penuh senyum.

Photo: DOC. ELLE Indonesia; photography SUGI HERMAWAN styling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *