Rahasia Pembuatan Tas Lady D-Lite

Di balik pesonanya yang anggun, tas Lady Dior D-Lite menyimpan sederet fase impresif menyangkut proses pembuatannya. Intip proses panjang di baliknya.

Apabila ada satu tas yang dapat mewakili dengan sempurna semangat rumah mode Dior, tas tersebut pasti lah tas Lady Dior. Dikenal lewat garis rancangnya yang tegas dan arsitektural, kreasi termasyur ini menyimbolkan keparipurnaan savoir-faire Dior Atelier.

            Musim ini, tas ikonis tersebut terlahir kembali dalam versi materi kanvas bersulam. Diberi nama Lady D-Lite, lansiran terbaru Dior ini merefleksikan kepiawaian rumah mode Prancis tersebut dalam memberikan interpretasi baru akan produk-produk paling ikonisnya.

            Layaknya mahakarya-mahakarya tersohor dunia, kreasi Lady D-Lite menyimpan sejumlah ritual unik yang mendemonstrasikan kepresisian tanpa kompromi. Hal ini tentunya nampak jelas pada proses realisasi sulaman 3D tone-on-tone motif Cannage yang diusung oleh Dior. Kita tak dapat melupakan pula proses perakitan cetakan kayu yang menjadi fondasi pembuatan tas elegan ini. Walau kerap luput dari perhatian, proses ini dinilai begitu krusial mengingat faktor inilah yang nantinya akan melahirkan siluet tegas tas Lady D-Lite yang begitu ikonis.

            Tiap detail yang hadir—baik pada clasp dan eyelet logam, charm ‘Dior’ yang bergelantung bebas, hingga huruf ‘Christian Dior’ yang menghiasi bagian depan tubuh tas—berkontribusi dalam mengelevasi pesona tas Lady D-Lite yang abadi. Dilengkapi tali bahu yang serasi, objek penuai hasrat ini tersedia dalam opsi warna abu-abu, hitam, beige, pink, dan putih. Tak hanya itu saja, kreasi unik ini dapat pula dipersonalisasi, menjadikannya sebuah mahakarya yang tak diragukan lagi keistimewaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.