Sophie Delafontaine Menyoal Proses Kreatif Longchamp Koleksi Musim Gugur/Dingin 2020

elle indonesia - longchamp kendall jenner interview

Teknik kompresi mobil ala seniman John Chamberlain menginspirasi Sophie Delafontaine dalam merampungkan koleksi terbaru Longchamp.

Selamat atas show yang begitu indah! Apakah Anda bisa menjelaskan visi koleksi Anda kali ini?
“Koleksi ini tentang 40 perempuan yang datang dari seluruh belahan dunia. Ada 40 kepribadian kuat di antara mereka. Mereka feminin, elegan, dan menyiarkan semangat Parisian. Bagi saya, hal yang terpenting dalam koleksi ini adalah koleksi kulit kami, dengan know-how dan sejarah panjang Longchamp. Musim ini, idenya adalah untuk menunjukkan bahwa para perempuan Longchamp dapat menjadi berbagai pribadi perempuan dalam waktu yang sama. Dari jajaran gaun panjang, mid-length, hingga celana kulit dan celana pendek, saya suka sekali bahwa kita dapat menjadi berbagai perempuan dalam waktu yang sama.”

Apakah ada teknik atau materi baru yang Anda eksplorasi dalam koleksi kali ini?
“Ada banyak sulaman. Saya mengaplikasikan sulaman bahkan pada produk knitwear, kulit, dan tentunya, tekstil. Selain itu, saya banyak mengeksplorasi permainan proporsi. Saya ingin bermain-main dan menemukan proporsi yang tepat. Contohnya pada koleksi tas Le Pliage kami, saya membuatnya dalam ukuran sangat mini dan sangat maxi.”

Saya menyukai koleksi Le Pliage Anda yang berukuran sangat besar. Tampak masif dan lembut seperti bantal namun tangguh berkat kulit patent yang mengilap.
“Ya, tas ini terinspirasi dari karya seorang seniman bernama John Chamberlain. Ia merupakan seorang pematung yang dikenal lewat teknik kompresi pada mobil. Tas ini menggunakan kulit patent, tetapi ketika dipeluk, ia tampak seperti dikompresi layaknya sebuah patung.”

Jajaran sepatu bot yang Anda persembahkan menuai atensi saya, terlebih dengan aksen bola dan rantai pada bagian depannya. Bisa Anda ceritakan inspirasi di baliknya?
“Ide untuk sepatu bot ini juga datang dari karya John Chamberlain. Saya ingin bermain dengan sepatu bot ini layaknya sebuah patung, maka itu saya mempergunakan kulit patent yang mengilap dan tampak begitu kuat. Desain bola dan rantai pada bagian depan sepatu berawal ketika saya mendesain koleksi cincin musim ini. Saya ingin membuat sebuah cincin mutiara yang terbuat dari logam karena saya menyukai perpaduan elemen feminin pada mutiara dengan elemen tangguh seperti logam. Ketika saya menyelesaikan kreasi cincin tersebut, saya mengaplikasikannya pada koleksi sepatu bot ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.