Chanel Presentasikan Koleksi Métiers D’Art 2021 di Château de Chenonceau

Chanel helat sebuah show untuk menampilkan koleksi Métiers D’Art 2021 dengan satu orang penonton beruntung.

Presentasi koleksi Métiers D’Art khas Chanel selalu menjadi agenda wajib yang tak dapat dilewatkan umat mode tiap tahunnya. Dihelat tiap bulan Desember, di luar kalender pekan mode resmi, koleksi busana siap pakai Chanel tersebut selalu bernarasikan sebuah destinasi—baik yang imajiner maupun yang dekat dengan realita kehidupan—dan berhubungan erat dengan sejarah panjang rumah mode tersebut.

Untuk edisi 2021, Chanel mengajak dunia untuk menyelami keindahan Château de Chenonceau di Loire Valley, Prancis. Dikenal sebagai Château des Dames atau Château Para Perempuan, Château de Chenonceau kaya akan nilai sejarah, terlebih kaitan eratnya dengan sosok-sosok perempuan kuat pada zaman Renaisans. Dirancang dan ditinggali oleh para perempuan kuat, tema Château de Chenonceau tampak sejalan dengan sejarah rumah mode Chanel. Tak hanya didirikan oleh salah satu desainer perempuan paling berpengaruh sepanjang zaman, Gabrielle Chanel, label asal Prancis tersebut kini dirancang dan dikenakan oleh para perempuan kuat saat ini. Kesamaan tersebut tampaknya tak luput dari perhatian Virginie Viard, direktur kreatif Chanel, yang kini memimpin rumah mode tersebut.

Selain itu, sejumlah elemen desain yang ditemukan di situs sejarah ini tampak beresonansi dengan kode-kode desain Chanel. Sebut saja emblem monogram milik Catherine de’ Medici yang bentuknya menyerupai logo Chanel, atau hiasan singa yang kerap menghiasi pelosok bangunan tersebut dan mengingatkan siapapun akan kecintaan Gabrielle Chanel—yang berzodiak Leo—pada hewan agung tersebut.

“Mempresentasikan koleksi Chanel di Château de Chenonceau, di dalam ‘Château des Dames’, merupakan sebuah pilihan alami. Bangunan ini dirancang dan ditinggali oleh para perempuan, termasuk Diane de Poititers dan Catherine de’ Medici. Bangunan ini merupakan sebuah kastil dalam skala manusia. Dan emblem monogram milik Catherine de’ Medici yang tersusun dari dua huruf ‘C’ yang bertautan, begitu mirip dengan milik Chanel,” jelas Virginie Viard akan pilihan lokasi koleksi Métiers D’Art keduanya untuk Chanel.

Meski awalnya berharap untuk dapat mengundang setidaknya 200 tamu, helatan Chanel kali ini diperkecil mengikuti kebijakan lockdown kedua yang diumumkan oleh pemerintahan Paris. Virginie dan tim Chanel pun dengan berat hati merevisi rencana-rencana besar mereka. Pada tanggal 3 Desember silam, tepat pada pukul tujuh waktu Paris, Chanel mempresentasikan koleksi terbarunya tersebut lewat sebuah show virtual. Seorang tamu beruntung yang dapat menyaksikan helatan show ini secara langsung, hanyalah Kristen Stewart, yang nantinya akan menjadi wajah kampanye koleksi kali ini.

Di sebuah galeri besar, di mana helatan show tersebut berlangsung, siapapun akan terpesona dengan motif tegel hitam putih yang menghiasi lantai ruangan tersebut. Bak sebuah papan catur raksasa, motif ini dipergunakan Viard dalam potongan rok mini dan rok panjang yang membuka koleksi Métiers D’Art Chanel kali ini. Sehelai mantel panjang dari bahan beledu hadir berbekal referensi busana hitam khas Catherine de’ Medici, pasca kematian sang suami, Raja Henry II dari Prancis.

Tona warna hangat yang dihadirkan lewat potongan jubah tweed terinspirasi dari permadani-permadani yang menghiasi kastil tersebut. Sementara itu, bebungaan dari kedua taman yang mengapit kastil, satu dirancang oleh Diane de Poitiers dan yang lainnya oleh Catherine de’ Medici, menginspirasi sulaman flora yang tersemat pada kerah lebar sebuah jaket.

Layaknya koleksi-koleksi Métiers D’Art Chanel pada umumnya, Chanel menggandeng sejumlah artisan dari ateliers Métiers D’Art. Sepotong gaun renda panjang yang berhiaskan lattice dan stud misalnya, menampilkan kemahiran Lemarié yang tak perlu diragukan lagi. Sepotong gaun damask hadir bermandikan sulam dari Lesage, sementara jajaran sepatu two-tone kerlap-kerlip yang melengkapi penampilan para model merupakan karya para ahli sepatu di Massaro.

“Dan sebuah topi hitam yang dibuat oleh Maison Michel, untuk penampilan yang sangat Milady! Saya juga meminta Atelier Montex untuk membuat sulaman kastil ini dengan gaya mainan anak-anak dan terbuat dari strass. Saya suka mencampur semuanya, seluruh era-era yang berbeda, antara Renaisans dan Romantisisme, antara rock dengan yang sangat girly, semuanya sangatlah Chanel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.