Karya-Karya Pierre Paulin Ilhami Koleksi Musim Gugur/Dingin 2021 Longchamp

Dipresentasikan bertepatan dengan helatan Paris Fashion Week, Sophie Delafontaine luncurkan koleksi terbarunya untuk Longchamp yang berakar pada sejarah rumah mode tersebut serta karya-karya desainer interior Prancis kenamaan, Pierre Paulin.

Beberapa waktu lalu, Longchamp mempresentasikan koleksi terbarunya untuk musim gugur/dingin 2021 lewat sebuah virtual show. Dihelat di aula berkuda Battesti, di Prancis, alamat presentasinya kali ini memaknai logo kuda pacuan Longchamp serta semangat equestrian yang membuatnya begitu dikenal.   

Presentasi dibuka oleh Mica Arganaraz yang datang dalam balutan jaket safari bersabuk warna hitam di atas sweter skinny-rib merah dan celana pendek putih. Penampilannya kian mencuri perhatian, terlebih dengan pasangan sepatu bot berwarna hitam serta kaus kaki merah yang membalut kedua kakinya. Palet warna hangat serta elemen equestrian terasa begitu kental dalam koleksi kali ini sebab Sophie Delafontaine, sang Direktur Kreatif, memvisikan sebuah koleksi yang begitu dekat dengan gaya otentik perempuan Paris.

Menyeimbangkan nuansa sporty ini, Sophie turut menyisipkan potongan gaun midi yang ringan ataupun pasangan celana cropped yang dikenakan bersamaan dengan sepatu bot selutut dan bertumit. Detail-detail penting ini kian menyuarakan semangat Parisienne yang dikejar sang desainer. Sementara itu, jahitan quilting, permainan layering, dan aksen cocooning yang dipersembahkan Delafontaine lewat ragam jaket, mantel, hingga gilet, mengambil inspirasi dari karya-karya furnitur desainer interior kenamaan Prancis, Pierre Paulin. Diaplikasikan pada materi kulit yang lembut, seluruhnya tampil sensual di tiap sentuhan.

Teknik yang sama dipergunakan Delafontaine untuk menghiasi koleksi jinjingannya musim ini. Lini tas Brioche yang baru saja ia perkenalkan pada musim semi/panas 2021 lalu, mendapatkan sejumlah infusi kebaruan: lewat ukurannya yang lebih panjang, hingga ragam materi baru yang kini menghiasinya seperti denim dan shearling. Selain itu Delafontain turut memperkenalkan kembali materi kulit baru pada lini tas ikonis Roseau, yakni Le Foulonné. Disebut-sebut oleh Delafontaine sebagai salah satu kulit tertua di arsip rumah mode Longchamp, kulit bertekstur ini memberikan kesan mewah pada tas berbentuk persegi tersebut. 

Selain itu, permainan proporsi turut diusung Delafontaine lewat imbuhan aksen rantai pada koleksi tas hingga sepatu loafer persembahannya. Kontras antara tas yang mungil dengan rantai yang besar, serta antara materi kulit yang lembut dan indah dengan bahan rantai yang terbuat dari asetat, menghasilkan efek berbeda pada keseluruhan koleksi kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.