Cara Delevingne: Saya Menjadi Lebih Baik Saat Jatuh Cinta

cara delevingne open up about love and gender - elle indonesia oktober 2019

Aktor. Model. Duta kecantikan untuk label Dior dan dikenal lewat gelagat mimik wajah jenaka yang natural…. Sosok jenius dunia mode yang paling menarik, Cara Delevingne melepas topengnya untuk berbincang bersama seorang sahabat lama, Derek Blasberg, di antara air mata, senyum, dan tawa.

Kamis malam pukul 9. Cara Delevingne enggan keluar dari kamar. Kami telah memesan makan malam di restoran hotel tempat ia menginap di Paris. Namun saat saya datang menjemput, ia malah mengajak saya datang ke kamarnya. Di sana, ia mengenakan piyama dan berkemul di balik selimut.

Jauh berbeda dengan setengah jam sebelumnya, saat ia mengenakan gaun Chanel warna merah muda di Grand Palais dan mengucapkan “selamat tinggal” kepada salah satu sosok paling integral dalam hidupnya, yaitu Karl Lagerfeld. Di perhelatan tersebut, ia membaca puisi sebagai tribute untuk kucing peliharaan Lagerferd, Choupette. Ia menahan sedih untuk waktu lama, namun tembok penahan emosi itu akhirnya luluh di titik penghujung helatan. “Yang membuat sedih adalah karena saat acara itu selesai, saya langsung mencari Karl untuk seperti biasa menjerit padanya ‘What a great show!’ Dan saya menyadari: tidak, kali ini ia tidak ada di sini.”

karl for ever
DOC. CHANEL

Model yang berusia 27 tahun, wajah dari Dior Beauty, dan juga seorang aktris, itu telah sukses merintis karier sebagai seorang perempuan jenaka nan ramah. Tapi saya telah mengenal Cara cukup lama untuk mengetahui bahwa di balik tampilan ekstrover, ia adalah perempuan yang cukup mudah larut dalam kesedihan. Saya cukup melihat satu kali ke sepasang mata bersolek smoky eyes yang menatap dari balik selimut, dan saya pun tahu, makan malam itu tidak akan terjadi. Saya menutup tirai gorden, mengambil tempat tepat di sisinya, dan kami pun terlibat sesi pillow talk.

cara delevingne open up about love and gender - elle indonesia oktober 2019

Derek Blasberg (DB): “Usia Anda sekitar 16 tahun saat kita pertama berkenalan. Saat itu Anda lebih berminat terhadap piza daripada mode. Dan kini Anda berkecimpung di dunia mode, saya rasa cukup menjadi sebuah kejutan bagi keluarga Anda, betul atau tidak?”
Cara Delevingne (CD): “Saya tetap bukan seorang fashionista. Bahkan anggota keluarga saya yang lain jauh lebih modis. Ayah saya (Charles, seorang pengembang properti) adalah orang yang sangat bergaya, begitu pula ibu saya (Pandora). Bahkan Nenek saya pun memiliki begitu banyak busana.”

DB: “Bagaimana Anda waktu masih sekolah dulu?”
CD: “Saya ingin masuk ke sekolah drama pada masa itu. Malahan saya belajar di sekolah seni. Saat itu saya dilanda depresi ringan dan tahu bahwa saya tidak akan bertahan di sekolah. Saya berjuang sangat keras kala itu dengan meredam depresi saya.”

Chanel Autumn Winter 2019 - Karl Lagerfeld
Photo: DOC. CHANEL, photography: Pascal Le Segretain/Getty Images

DB: “Menurut saya, cara untuk bertahan di dunia mode adalah untuk menemukan teman-teman sejati, bukan semata ‘teman mode’.”
CD: “Sejujurnya, saya punya ekspektasi rendah dalam menjalin pertemanan di industri ini. Saya bahkan belum berkenalan dengan Kendall hingga saya sudah berkecimpung dalam modeling untuk beberapa saat. Kami beberapa kali terlibat dalam pagelaran mode yang sama namun belum pernah berbicara sebelumnya. Hingga kemudian, kami mulai berbincang dan hangout.”

DB: “Lalu, Anda pikir dunia mode akan menjadi sebuah pelarian tepat ketika dilanda depresi?”
CD: “Saya tidak punya pengetahuan yang cukup terkait dunia mode saat itu, yang justru membuat dunia tersebut tidak mengintimidasi saya sama sekali. Saya pikir ranah itu hanya seperti di film Zoolander atau The Devil Wears Prada. Tentunya, tidak seorang pun dapat mengelabui depresi. Tekanan itu kerap hadir menghantui.”

Chanel Autumn Winter 2019 - Karl Lagerfeld
Photo: DOC. CHANEL, photography: Pascal Le Segretain/Getty Images

DB: “Apakah ada pembelajaran yang pernah Anda alami di dunia mode dan kemudian Anda lakukan untuk berakting?”
CD: “Pengalaman di dunia mode justru mengacaukan saya saat sedang berakting. Sewaktu saya syuting film pertama, Anna Karenina, setiap kali saya tampak di layar, sang sutradara (Joe Wright) akan menghampiri dan berkata, ‘Cara, Anda selalu saja berpose. Hentikan usaha Anda untuk selalu tampak cantik.’ Saat itu saya satu dari 60 orang figuran yang tampil di layar. Saya tidak menyangka bahwa saya tengah beraksi seperti itu. Modeling membuat Anda sadar kamera setiap saat, sedangkan Anda harus melupakan hal itu saat sedang berakting.”

DB: “Apakah Anda memiliki ketakutan dalam membanting setir dari modeling untuk lebih fokus pada akting dan musik?”
CD: “Saya baru saja berbicara tentang ini bersama Helen Mirren hari ini. Saya bertanya padanya, ‘Pernah kah Anda melakukan sesuatu yang terasa mudah?’ Ia kemudian menjawab, ‘Tidak pernah.’ Bukan berarti modeling itu mudah. Sama sekali tidak. Saya tidak pernah berpikir akan mencapai kesuksesan di dunia ini dengan cara atau bentuk apa pun. Tapi setelah menggelutinya beberapa tahun, saya menyadari bahwa dunia ini tidak baik untuk saya, physically or emotionally, dan saya harus berani untuk mencoba hal-hal lainnya.”

DB: “Anda pernah berucap pada saya bahwa dunia modeling bukan area yang aman.”
CD: “Di titik tertentu, saya tidak punya cukup keberanian untuk mengatakan ‘no’ pada apa pun. Dunia modeling seolah memberi ide bahwa tampak cantik adalah satu-satunya hal yang saya sukai dari diri sendiri. Cara yang salah untuk menghadapi dunia nyata. Saya menyadari bahwa hal ini tidak akan memberikan saya gaya hidup yang sehat atau pun interaksi manusia.”

cara delevingne open up about love - elle indonesia october 2019

DB: “Serial terbaru Anda, Carnival Row, mengacu sebagai referensi untuk krisis modern.”
CD: “Acara ini tentang sebuah fantasi ala era Neo Victoria dan saya berperan sebagai seorang peri. Membahas tentang krisis yang dialami proses imigrasi dan pengungsi yang terjadi di sebuah dunia fiktif. Terdapat banyak plot cerita dan banyak karakter. Acara ini dibuat untuk para kutu buku dan orang-orang yang gemar melakukan pembedahan analisa tentang dunia fiktif. Sejujurnya, kalau saya tidak memiliki naskah untuk saya baca di awal, saya pun tidak yakin mampu memahami jalan ceritanya.”

DB: “Anda sedang berada di hubungan yang stabil saat ini, hubungan yang Anda perlihatkan pada dunia saat Anda menerima Hero Award yang diberikan oleh Trevor Project (sebuah organisasi non-profit nasional yang didedikasikan untuk menyediakan layanan krisis intervensi dan pencegahan bunuh diri kepada kaum muda di komunitas LGBTQ yang berbasis di New York—saat itu Cara ditemani oleh partnernya, aktris Ashley Benson). Dalam pidato, Anda menyatakan bahwa Anda tengah jatuh cinta. Apa arti cinta untuk seorang Cara?”
CD: “I’m just better when I’m in love. Bukan selalu berarti cinta pada seseorang. Bisa juga cinta pada diri saya sendiri. Faktanya memang terasa luar biasa saat Anda tahu bahwa Anda tidak sendirian, bahwa Anda menghadapi dunia ini berdampingan dengan seseorang.”

cara delevingne open up about love - elle indonesia october 2019

DB: “Tapi kenapa Anda begitu ragu untuk berbagi cerita tentang cinta pada para wartawan?”
CD: “Karena cinta itu sakral. Saya paham bahwa orang-orang sangat peduli pada saya, dan saya pun tidak ingin berusaha menutupi terlalu banyak hingga membuat orang berpikir bahwa sebenarnya saya malu akan hal ini. Tapi nyatanya, saya tidak pernah berada di sebuah hubungan di mana segala hal menjadi konsumsi umum. Kami telah mencapai titik di mana kami telah memendam ini semua sebagai sebuah rahasia dan saya bangga akan apa yang telah kami usahakan. Orang menciptakan asumsi mereka sendiri dan itu yang mengkhawatirkan. Bila hal ini adalah sebuah hal yang begitu indah, Anda tidak akan mau ada orang lain yang merusaknya walau hanya lewat asumsi.”

DB: “Prinsip hidup Anda adalah ‘Embrace your weirdness.’ Bagaimana caranya?”
CD: “Artinya rangkul lah karakter yang tidak Anda sukai dalam diri Anda. Saya telah belajar untuk menerima dan merangkul segala hal tentang diri saya, yang baik dan buruk. Lagipula, saya jatuh cinta pada seseorang justru karena kekurangan mereka. Dan saya pun belajar untuk mencintai diri saya sendiri lewat segala kekurangan yang saya miliki.”

Photo: DOC. ELLE, photography LIZ COLLINS styling SASA THOMANN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.