Frank Gehry dan Peter Marino Bersatu untuk Merampungkan Louis Vuitton Maison Seoul

Louis Vuitton membuka Louis Vuitton Maison pertamanya di kota Seoul dengan menggandeng arsitek Frank Gehry dan Peter Marino.

Pada tanggal 30 Oktober 2019 silam, Louis Vuitton membuka Louis Vuitton Maison pertamanya di kota Seoul. Proyek renovasi yang diinisiasi pada tahun 2015 ini menjadi kolaborasi penting antara rumah mode asal Prancis tersebut dengan dua arsitek legendaris dunia, Frank Gehry dan Peter Marino. Kedua ikon ternama ini dipilih oleh Louis Vuitton untuk merancang Louis Vuitton Maison Seoul sembari melayangkan sebuah penghormatan pada warisan dan budaya Korea.

Fasad bangunan Louis Vuitton Maison Seoul rancangan arsitek Frank Gehry.

                Beralamat di jalanan Cheongdam-dong, di distrik Gangnam yang prestisius, bangunan ini menjadi kreasi pertama Frank Gehry di Korea Selatan. Sekilas, atap-atap kacanya yang melengkung dan nyaris membentuk kurva akan mengingatkan siapapun pada kreasi-kreasi mengalir khas Gehry yang begitu ikonis. Namun siapapun yang memerhatikan dengan teliti, akan menyadari koneksi khusus antara bangunan Louis Vuitton Maison Seoul dengan bangunan Fondation Louis Vuitton di Paris, yang juga merupakan gubahan Gehry. Tak hanya mereferensikan bentuk dan kurva atap Fondation Louis Vuitton di Paris, Gehry turut terinspirasi dari elemen arsitektur tradisional khas Korea seperti Benteng Hwaseong—yang dibangun pada abad ke-18—serta gerakan gemulai dan kostum putih para penari tradisional Dongnae Hakchum (crane dance).

                Memasuki area interior Louis Vuitton Maison Seoul, Anda akan segera disambut dengan permainan warna yang kontras dengan fasad bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu. Terdiri dari lima lantai, masing-masing lantai menawarkan dunia Louis Vuitton yang begitu distingtif. Permainan volume dan ruang menjadi fokus arsitek Peter Marino dalam merancang interior Louis Vuitton Maison Seoul. Mulai dari area entrance atau lobby yang lapang dan mencapai tinggi 12 meter, hingga lounge-lounge intim yang memberikan pengalaman berbelanja eksklusif sepanjang waktu.

                Beragam karya seni turut dilibatkan Marino untuk menyuntikkan warna ke dalam Louis Vuitton Maison Seoul. Beberapa di antaranya, yang dipajang di sepanjang tangga, menyulap area ini menjadi sebuah galeri vertikal. Melayang dan memberikan sensasi lapang, tangga-tangga ini mengubungkan dunia-dunia Louis Vuitton yang berbeda di tiap lantainya. Pada lantai basement misalnya, merupakan area Men’s universe, dimana Anda dapat menemukan koleksi ready-to-wear, leather goods, sepatu, produk travel, dan formal wear khusus untuk laki-laki. Sementara itu, di lantai satu dan dua, area Women’s universe menaungi koleksi ready-to-wear, leather goods, aksesori, wewangian, hingga koleksi perhiasan untuk perempuan.

Area Women’s Universe di lantai dua.
Area Women’s Universe di lantai dua.

                Sebuah area khusus dirancang Marino untuk mengakomodasi pertemuan-pertemuan eksklusif di lantai tiga. Di lantai ini, para klien-klien VIP dapat menghabiskan waktunya tanpa perlu mengkhawatirkan masalah privasi. Satu lantai di atasnya, yaitu lantai keempat, hadir mengusung konsep Espace Louis Vuitton. Didedikasikan sebagai sarana pengekspresian budaya dan artistik, area ini menjadi area ekshibisi, dimana untuk ekshibisi pertamanya, memamerkan karya-karya tersohor pematung Alberto Giacometti.

Espace Louis Vuitton di lantai empat yang tengah memamerkan koleksi patung Alberto Giacometti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.