Peter Marino Tuturkan Kisahnya Merancang Interior Maison Louis Vuitton Seoul

Keindahan interior Maison Louis Vuitton di Seoul semakin memesona berkat sentuhan arsitek Peter Marino. ELLE berkesempatan untuk berbincang dengan sang ikon.

Beberapa waktu silam, Louis Vuitton membuka Louis Vuitton Maison pertamanya di kota Seoul. Proyek renovasi yang diinisiasi pada tahun 2015 ini menjadi kolaborasi penting antara rumah mode asal Prancis tersebut dengan dua arsitek legendaris dunia, Frank Gehry dan Peter Marino. Kedua ikon ternama ini dipilih oleh Louis Vuitton untuk merancang Louis Vuitton Maison Seoul sembari melayangkan sebuah penghormatan pada warisan dan budaya Korea.

Memasuki area interior Louis Vuitton Maison Seoul, Anda akan dengan segera disambut dengan permainan warna yang kontras dengan fasad bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu. Permainan volume dan ruang menjadi fokus arsitek Peter Marino dalam merancang interior Louis Vuitton Maison Seoul. Simak wawancara eksklusif ELLE dengan sang ikon.

Seperti apa pendekatan Anda pada bangunan unik ini? Apakah ini pertama kalinya bagi Anda untuk mengerjakan interior bangunan Frank Gehry?

“Area interiornya dirancang dengan ketegasan Miesian untuk semakin menonjolkan kualitas struktural eksterior Gehry yang mengalir penuh energi. Bebatuan interiornya mengalir ke dalam dari eksteriornya. Dinamisme volumenya yang persegi panjang tampil kontras dengan perisai kaca bergaya baroque yang melindungi bangunan tersebut.”

Bangunan tersebut memiliki hubungan erat dengan Fondation Louis Vuitton di Paris. Bagaimana Anda menghubungkan interior bangunan tersebut dengan atmosfer Fondation Louis Vuitton?

“Karena Fondation Louis Vuitton dibuka di Paris, saya berpikir koneksinya ada pada: ‘perusahaan ini mendukung gerakan seni sepenuhnya’ dan hal tersebut sangat lah signifikan. Display menjadi begitu krusial; dan kami mengikuti filosofi yang sama bahwa karya seni harus lah dari kualitas terbaik.”

Maison Louis Vuitton Seoul meliputi berbagai area berbeda yang khusus didedikasikan untuk beragam dunia, dan sebuah lantai paling atas yang khusus dirancang sebagai Espace Louis Vuitton untuk ekshibisi. Bagaimana Anda menciptakan tampilan dan suasana berbeda  untuk area-area ini, dan kapasitasnya untuk diubah dan bertransformasi?

“Ada begitu banyak kategori produk berbeda saat ini: kiatnya adalah untuk mengintegrasikan semuanya agar para klien tidak memfokuskan dirinya pada perbedaan namun keseluruhan brand tersebut.

Di Seoul, orang-orang cenderung berbelanja dengan keluarga atau sahabat sehingga membuat area yang fleksibel dan area lounge menjadi begitu penting. Di dalam butik seperti ini, pengalaman berbelanja harus lah luar biasa. Dapat berhenti dan bersantai menjadi salah satu kemewahan yang ditawarkan Louis Vuitton untuk para klien-kliennya di seluruh dunia.”

Bagaimana dan mengapa Anda memilih material yang dipergunakan dalam Louis Vuitton Maison Seoul? Seperti biasa, karya seni menjadi bagian esensial dalam konsep Anda. Bisakah Anda menjelaskan sedikit mengenai pilihan-pilihan ini?

“Kami mengambil apa yang ada di luar, ke dalam. Menggunakan batu gamping Frank Gehry, kami melapisi area interior butik dengannya. Hampir seluruh permukaan interiornya menggunakan batu. Kami rasa kami cukup dermawan dalam menciptakan ruang luas tanpa sekat setinggi tiga lantai.  

Karya-karya seni yang kaya warna dipajang secara strategis di seluruh butik—Anda dapat melihat kreasi-kreasi Mark Hagan, Marcello Lo Guidice, Brendan Smith, Luigi Mainolfi, Martin Kline, Harmony Hammonds, Bernard Aubertin, dan Anselm Reyle. Sebuah karya seni membutuhkan ruang napasnya sendiri dan tidak diperuntukkan bersanding dengan produk, sehingga saya tidak pernah memajangnya bersama produk. Ia mungkin melayang di langit-langit, atau dalam kasus patung, menempati areanya sendiri. Walau begitu, ia harus dapat diapresiasi dalam konteksnya masing-masing.”

Frank Gehry terpengaruh dari arsitektur dan cerita rakyat tradisional Korea dalam rancangannya. Apakah Anda mengambil inspirasi dari Seoul dan budaya Korea, baik tradisional maupun kontemporer? Atau bagaimana cara desain yang Anda ciptakan memberi respon pada budaya Korea? Apa keistimewaan Seoul bagi Anda?

“Bagi saya, yang istimewa dari kota ini adalah Anda memiliki pegunungan sebagai latar belakang, yang mana sangat lah romantis dan indah. Urban Seoul sendiri merupakan kota metropolis yang kompleks dengan perpaduan berbagai jenis dan gaya bangunan. Kami memilih untuk memahat batu yang sederhana namun bold untuk interior butik. Kami membawa keanggunan dan ketenangan ke tempat ini, selaras dengan kisi Miesian, dan palet material terpilih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.