Andini Effendi: Kemewahan Terdapat Di Setiap Detail

andini effendi opinion elle indonesia

Kemewahan tidak bisa diukur dari satu barang tertentu, melainkan lewat sebuah detail dari hal-hal yang kita rasakan. Oleh Andini Effendi.

Salah satu desainer mode ternama, Hubert de Givenchy, pernah berucap, “kemewahan itu ada pada setiap detail”. Di sini Givenchy bermaksud untuk menjelaskan bahwa pada setiap objek atau detail yang dianalisa oleh seseorang, pasti ada kemewahan yang terlihat. Kemewahan ini bisa memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Tenang, saya tidak akan membahas soal the hits and glamorous fashion lifestyle. Saya justru merasa apa yang dikatakan Givenchy sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini.

Seperti kebanyakan orang, saya merasa tahun 2020 akan menjadi “my year”. Saya keluar dari zona nyaman, berhenti kerja dari perusahaan yang telah menjadi bagian hidup saya selama lebih dari 12 tahun. Saya berencana mewujudkan mimpi untuk membuat konten digital dengan tim impian yang satu visi dan satu irama dengan saya. Saya juga ingin melanglang buana ticking off my bucket list satu demi satu. Hingga kemudian Covid-19 hadir dan mengubah segala rencana.

work from home - di rumah aja - elle indonesia - photography diego lorenzo - styling cheryl tan - 00
photography DIEGO LORENZO styling CHERYL TAN for ELLE Indonesia April 2020

Di masa sulit, yang paling menantang adalah melihat sisi positif dari setiap situasi. Saya mungkin tidak bisa merasakan kesedihan yang dialami teman-teman yang kehilangan orang tersayang akibat Covid-19, atau memahami bagaimana tenaga kesehatan yang berjaga 18 jam dengan pakaian hazmat, tidak bisa ke kamar kecil, melupakan makan dan tak punya waktu untuk istirahat. Termasuk orang-orang yang dipotong gajinya atau kehilangan pekerjaan dan terkena pemutusan hubungan kerja. Saya seperti diberikan “kemewahan” untuk tidak merasakan kejadian-kejadian tersebut. Dan bagi kalian yang membaca tulisan ini dan tidak merasakan hal-hal tersebut, just so you know, kalian memiliki kemewahan.

Saya masih ingat ketika masih sekolah dulu, satu hal yang paling saya tunggu ketika datang ke sekolah adalah bertemu teman-teman. Tidak terbayang rasanya menjadi anak sekolah di tahun 2020. Berjam-jam di depan komputer, tidak ada interaksi fisik dengan teman, belum lagi orangtua yang ikut stres karena jadi harus terlibat aktivitas belajar jarak jauh. Apalagi kalau orangtuanya juga harus kerja. Belum lagi ada 69 juta siswa-siswi Indonesia yang kehilangan akses pendidikan dan pembelajaran. Hanya 40% warga Indonesia yang memiliki akses internet, angka ini mayoritas di Pulau Jawa. Jadi buat teman-teman yang sering frustasi saat menemani anak belajar online, saya mungkin enggak akan pernah mengerti apa yang kalian rasakan, tapi percayalah posisi kalian jauh lebih beruntung dari kebanyakan orang. Dan ini adalah suatu kemewahan.

andini effendi opinion elle indonesia
photography ARTHUR PROCHNICKI SEPTEMBER ART AGENCY styling SERAFIN ZIELINSKI for ELLE Indonesia November-December 2020

Siapa juga yang pernah menyangka bahwa hal sesimpel cuci tangan ternyata membawa perubahan signifikan pada masalah akut di Indonesia? Berdasarkan temuan dari pusat penelitian pengentasan kemiskinan global, Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab, gerakan cuci tangan untuk menanggulangi Covid-19 berhasil menurunkan kasus diare di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dari 79 kasus pada April 2019 menjadi 23 kasus pada April 2020. Dan bukan hanya kejadian diare yang akan dikurangi. Lebih banyak yang mengenakan masker berarti lebih sedikit tuberkulosis dan lebih sedikit kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas. Tidak menyangka bukan ternyata perubahan perilaku sesederhana mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker dapat membantu menekan permasalahan stunting dan tuberkulosis?

Saat saya menulis tulisan ini saya sambil di-blow oleh tukang blow langganan, mas Gio, yang penghasilannya jauh berkurang di masa pandemi. Mas Gio sangat bahagia bisa nge-blow rambut saya lagi setelah tujuh bulan tidak pernah datang. Setiap panggilan kerja yang ia terima di masa pandemi diperlakukan seperti rejeki nomplok. Bayangkan saja, sebelum pandemi untuk dapat slot mas Gio harus waiting list. Kliennya bisa enam hingga tujuh orang per hari. Kini, bisa dapat dua klien per minggu merupakan kemewahan bagi mas Gio.

andini effendi opinion elle indonesia
photography ARTHUR PROCHNICKI SEPTEMBER ART AGENCY styling SERAFIN ZIELINSKI for ELLE Indonesia November-December 2020

2020 masih menjadi “our year”. Hanya perspektif mengenai apa itu “our year” menjadi lebih tajam ketika kita banyak bersyukur pada apa yang kita miliki. Tentu ada target yang meleset, tapi setidaknya kita sehat dan tidak kekurangan apa pun. Kemewahan bagi saya tidak bisa diukur dari satu barang tertentu. Melainkan dari detail dari hal-hal yang saya rasakan, saya alami dan saya lihat dari sudut pandang yang berbeda.

We may not be on the same boat but we are riding the same wave. And believe me, we will get through this.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.