Indra Herlambang: Kecantikan Seseorang adalah Tentang Pilihan

makna angka pada usia - elle indonesia - indra herlambang

Makna sebuah usia. Oleh INDRA HERLAMBANG.

Ada sebuah interview di televisi yang tidak pernah bisa saya lupakan. Tayangannya biasa saja, tentang seorang selebritas super cantik yang baru saja bertambah usia. Pertanyaan dari para wartawan pun cukup mudah untuk ditebak. Dari mulai pesta seperti apa yang dirayakan, siapa saja yang memberikan ucapan, hadiah apa yang didapat, hingga doa dan harapan apa yang dipanjatkan.

Semua dijawab oleh sang aktris dengan tenang dan manis. Namun nada suara dan raut wajahnya seketika berubah tegas saat salah satu dari awak media bertanya tentang rahasia apa yang dilakukannya untuk bisa tetap terlihat menawan di usia yang nyaris kepala lima.

Dengan cukup emosi dia berkata; “Memangnya kalau sudah hampir 50 tahun harusnya bagaimana? Harus terlihat berantakan? Harus enggak menjaga badan? Harus awut-awutan? Harus gimana sih?”

ElleIndonesia_fashion_styling cheryl
photography DIEGO LORENZO JOSE-ASSEMBLY AGENCY styling CHERYL TAN wardrobe PRADA wardrobe (above: GIVENCHY (atasan), FENDY (anting); below: BALLY (kacamata) FENDI (jaket))

Jawaban ketus itu kemudian diikuti dengan tawa dan penjelasan panjang tentang gaya hidup sehat yang selama ini dijalani, seolah pernyataannya tadi hanya kelakar semata untuk mencairkan suasana. Tapi jujur saja, respon ajaib ini cukup lama bertahan di dalam kepala dan membuat saya bertanya-tanya.

Ketika berhubungan dengan kecantikan seseorang, apakah usia memang menjadi satu faktor utama yang patut dipertimbangkan? Kenapa seolah ada gambaran ideal tentang bagaimana seharusnya seorang perempuan berpenampilan sesuai dengan usia mereka? Apakah setelah tiba di fase ‘matang’, perempuan tidak lagi diharapkan untuk tampil cantik sempurna? Apakah berarti kecantikan hanya lah milik mereka yang masih muda dan perlahan harus tergerus seiring dengan pertambahan usia?

Tentu saja asumsi-asumsi konyol tersebut akan gugur dengan mudahnya saat kita melihat semua kenyataan yang kini ada. Kemajuan teknologi dan produk kecantikan ditambah tingginya kesadaran soal wellness living membuat umur menjadi unsur yang remeh saat kita membahas tentang kecantikan seorang perempuan.

ElleIndonesia_fashion_styling cheryl
photography DIEGO LORENZO JOSE-ASSEMBLY AGENCY styling CHERYL TAN

Sekarang tersedia begitu banyak cara untuk bisa aging gracefullybe an ageless beauty, atau justru tidak melakukan apa-apa dan embracing your age and own your beauty.

Semua adalah pilihan.

Dan untuk hal ini tidak ada yang salah atau benar.

Kenyataannya, kecantikan datang dari pikiran.

Jika ada yang merasa tidak nyaman dengan kerutan di wajah lalu memutuskan untuk melakukan tindakan medis atau menggunakan rangkaian produk tertentu, ya sah-sah saja. Jika ada yang melihat kerutan itu sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dibiarkan bahkan dirayakan, ya tidak salah juga.

Karena pada dasarnya, kecantikan berhubungan erat dengan kenyamanan.

Untuk soal ini, lagi-lagi saya harus menggunakan sosok Ibu sebagai contohnya. Di usia nyaris 80 tahun, penampilan beliau masih sering mengundang pujian. Padahal kulitnya penuh kerut, layaknya Eyang Puteri yang sudah memiliki selusin cucu. Boro-boro botoks atau facelift, sebotol krim malam yang sengaja saya belikan saja bisa bertahan dua tahun karena jarang digunakan. Rambutnya yang telah beruban terkadang mendadak hitam legam disemir cat, tetapi jika sedang malas akan dibiarkan putih apa adanya, menyembul di balik sanggul rapinya. Sesuka beliau saja. Namun untuk urusan busana, jangan main-main. Beliau punya satu prinsip yang tidak boleh diganggu gugat: warna cerah adalah segala-galanya.

ElleIndonesia_fashion_styling cheryl
photography DIEGO LORENZO JOSE-ASSEMBLY AGENCY styling CHERYL TAN wardrobe PRADA

Ibu pernah bercerita tentang teman-teman arisannya yang selalu berkomentar saat mereka berkumpul bersama; “Ibu Indah ini selalu pakai baju warna-warni ya, seperti anak muda saja.”

Jawaban beliau? “Memang masih ABG.”

Dan ini terlihat jelas dari foto yang selalu beliau kirimkan ke chat Whatsapp group keluarga. Ibu tampak seperti sebatang Stabilo di tengah deretan crayon warna pastel. Seperti matahari di tengah lautan awan abu-abu.

Kenyataannya, kecantikan datang dari pikiran.

Barangkali ini yang membuat beliau tetap memesona di usianya yang terhitung senja: cara berpikirnya. Beliau memilih untuk tidak memedulikan penilaian orang dan melakukan apapun yang dirasa paling nyaman ketika berhubungan dengan penampilan dan kecantikan. Bahwa pada akhirnya, semua kembali pada keputusan pribadi. Dan apa pun pilihan yang diambil, tidak ada seorang pun yang berhak untuk menghakimi.

Lagi pula, bukankah usia hanya sekadar angka? Dan tidak seperti nomor ponsel atau tanggal pernikahan, untuk urusan usia, semua angka sama cantiknya.

Images as seen in Fashion Well ELLE Indonesia April 2020“A Head of the Game
photography DIEGO LORENZO JOSE-ASSEMBLY AGENCY styling CHERYL TAN model CATHY WOLF, CLAIRE COLLINES (IMG MODELS) makeup KRISTIN BRETT hair MADISON VOLOSHION @ VIVIENS CREATIVE

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.