16 Film Romantis Untuk Ceriakan Hari Valentine

best romantic movies for valentine

Komedi romantis hingga drama yang menguras emosi, simak pilihan film romansa yang menarasikan kompleksitas perasaan cinta untuk penghiburan Hari Kasih Sayang Anda di rumah.

Pro dan kontra meliputi perayaan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day telah menjadi suatu perdebatan lama. Beberapa orang berpandangan bahwa selebrasinya merupakan bentuk kapitalisme atas sebuah perasaan, dan untuk sebagian lain gagasan romantisisme menyuntikkan semburat asa bahagia. Tidak masalah di manapun Anda memilih untuk menempatkan diri dalam argumentasi tersebut, sebab bukankah cinta sejatinya sebuah rasa yang universal.

Jika Anda lama tidak tertarik daya magis cinta, atau bahkan—semoga saja tidak—telah kehilangan keyakinan akan cinta, mungkin ini saatnya bagi Anda menyelami kembali rasanya. ELLE mengurasi lebih dari 15 sinema romansa untuk menemani Anda merenungkan tentang cinta. Mengalami berkencan secara langsung tentu saja guru terbaik, tetapi film romantis menangkap potret realitas hubungan manusia dari berbagai hal yang terjadi di kehidupan nyata dengan curahan segenap asa. Baik Anda dapat mengambil pelajaran dari narasinya, atau sekadar menjadikannya bentuk eskapisme tersendiri untuk menemukan kehangatan dalam hati lewat setiap adegannya.

Mulai dari komedi romantis tentang dinamika relasi perempuan dan laki-laki, hingga drama kompleks perwujudan sebuah cinta sejati. Akhir bahagia hanya dongeng untuk kisah yang belum tamat? Bukan hal naif. Kita semua pernah menjalani narasi kehidupan yang mematahkan hati seperti 500 Days of Summer atau In the Mood for Love. Namun, di setiap kisah cinta selalu ada penebusan rasa yang menginspirasi kita kembali bangkit dan memandang hidup secara optimis.

Jadi, siapkan popcorn (dan segelas wine sebagai penyemarak suasana) dan ambil remote televisi Anda. Nikmati bersama pasangan atau cukup penghiburan seorang diri, rangkaian adegannya akan mengingatkan Anda pada sensasi perasaan berbunga-bunga ketika jatuh cinta.

When Harry Meet Sally (1989)

Photo courtesy Castle Rock Entertainment

Apakah perempuan dan laki-laki tidak bisa memiliki hubungan platonik? Sally Albright (diperankan oleh Meg Ryan) dan Harry Burns (diperankan oleh Billy Crystal) berhasil mempertahankan diri dari jerat asmara ketika keduanya berbagi mobil untuk sebuah perjalanan darat dari Chicago ke New York. Satu dekade berlalu dalam perjalanan relasi keduanya, perdebatan tentang hubungan perempuan dan laki-laki kembali mencuat dan kini mulai mendominasi realitas, di mana hasrat untuk saling memiliki kian tak tertahankan.

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Photo courtesy Focus Features

Film besutan Michel Gondry yang naskahnya ditulis oleh Charlie Kaufman ini mengeksplorasi tentang memori serta dampaknya terhadap hubungan manusia. Joel (diperankan oleh Jim Carrey) dan Clementine (diperankan oleh Kate Winslet) adalah sepasang kekasih yang tidak mampu menyelamatkan hubungan mereka. Ketika perpisahan tak terelakkan, Clementine dan Joel tidak ingin terpuruk dalam kenangan masa lalu. Mereka menghapus seluruh memori tentang keduanya dari isi kepala masing-masing. Namun, cinta bekerja secara misterius dan perasaan kembali mempertemukan mereka hingga keduanya mencari jalan untuk memperbarui hubungan setiap kali dilanda stagnan.

The Wedding Singer (1998)

Photo courtesy New Line Cinema

Sekali dalam 10 tahun, Drew Barrymore dan Adam Sandler—yang merupakan sahabat baik di kehidupan nyata—berjanji akan selalu kembali menjadi pasangan kekasih yang jatuh cinta di film. Jauh sebelum keduanya mengukit asmara di Afrika Selatan, atau 50 kali mengulang perkenalan pertama, formula romantisisme klasik ala Barrymore dan Sandler berawal lewat The Wedding Singer. Kisah cinta sarat humor yang terangkum dalam serangkaian pickup line yang bikin dahi berdenyut geli hingga senandung lagu bersajak chessy yang membuat Anda ikut tersenyum. Sebab, tidak dipungkiri, memang terdengar manis.

The Notebook (2004)

Photo courtesy New Line Cinema

Rachel McAdams dan Ryan Gosling memenangkan piala MTV Movie Awards atas adegan berciuman yang memperlihatkan kedalaman emosi serta kekuatan relasi di film ini. Namun yang sejatinya memenangkan hati para penonton ialah narasi romantis The Notebook yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nicholas Sparks. Plotnya mengikuti kisah asmara Allie Calhoun (diperankan oleh Rachel McAdams) dan Noah (diperankan oleh Ryan Gosling) pada sebuah musim panas. Kesenjangan ekonomi keluarga sempat menggempur dan menghentikan hubungan keduanya. Namun cinta sejati terbukti tak lekang waktu. Happy ending? Tidak secepat itu, penyakit keras turut menantang kesetiaan.

Notting Hill (1999)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy Universal Pictures/Spinel Entertainment

Lagu-lagu cinta sepanjang masa, seperti She (dipopulerkan oleh Elvis Costello), I Do (Cherish You) (dipopulerkan oleh 98 Degrees), hingga vokal merdu Ronan Keating yang menyenandungkan When You Say Nothing At All turut melatari jalan cerita romantis. Hidup William Thacker (diperankan oleh Hugh Grant) yang membosankan mulai bergejolak ketika seorang aktor terkenal, Anna Scott (diperankan oleh Julia Roberts), secara tidak sengaja berkunjung ke toko buku miliknya. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan asmara berbumbu perselingkuhan. Kedekatan mereka kian ditantang dalam upaya mendamaikan gaya hidup masing-masing yang berbeda.

500 Days of Summer (2008)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy Fox Searchlight Pictures

Cinta juga punya masa kedaluwarsa. 500 hari adalah lama waktu yang dibutuhkan Tom (diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt), seorang penulis kartu ucapan dan romantis, untuk merasakan jatuh cinta, patah hati, dan melepaskan diri dari bayang-bayang sang mantan kekasih. Tom tidak dapat memahami alasan Summer (diperankan oleh Zooey Deschanel) mengakhiri hubungan mereka karena tak lagi merasa cinta. Di kesendirian, Tom mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap cinta, sampai di titik di mana ia menemukan bahwa sebuah rasa dapat diperbarui seiring waktu berjalan.

In the Mood for Love (2000)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy Block 2 Pictures

Wong Kar-wai menggarap In the Mood for Love berlatarkan Hong Kong pada tahun 1960-an. Menarasikan hasrat manusia untuk menjalin asmara kedua didorong oleh rasa kesepian. Seorang jurnalis, Chow Mo-wan (diperankan oleh Tony Leung Chiu Wai), baru saja pindah tinggal ke sebuah apartemen bersama istrinya yang penggila kerja. Di apartemen barunya, ia berkenalan dengan seorang perempuan melankolis, Su Li-zhen (diperankan oleh Maggie Cheung Man-yuk), yang bersuamikan pebisnis sibuk. Sama-sama merasa sepi serta curiga terkhianati, Chow dan Su mulai menjalin hubungan yang membiaskan pertemanan dan romansa. Tetapi tak ada yang berniat melepaskan kesetiaan dari pasangan masing-masing.

Casablanca (1942)

Photo courtesy Warner Bros.

Jika Anda berminat untuk menonton film klasik hitam-putih dengan cerita tak lekang zaman, Casablanca menawarkan salah satu kisah ikonis. Plot melodrama romantis dilatari peristiwa perang yang eksotis pada tahun 1941. Pahlawannya: Rick Blaine (diperankan oleh Humphrey Bogart), seorang pemilik kelab malam yang arogan dan berpandangan sinis di kota Casablanca, Maroko. Sifat kerasnya perlahan luluh ketika seorang perempuan nan memikat yang diburu tentara Jerman, Ilsa Lund (diperankan oleh Ingrid Bergman), memasuki kelabnya dan meminta bantuan suaka.

Say Anything (1989)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy 20th Century Fox

Apakah Anda ingat sensasi yang diberikan cinta pertama? John Cusack dan Ione Skye membawa Anda mengenang kembali rasa tersebut lewat Say Anything. Kisahnya mengikuti seorang pemuda bernama Lloyd (diperankan oleh Cusack) berusaha optimis memenangkan hati perempuan paling populer di sekolah, Diane (diperankan oleh Skye). Di luar perbedaan kelompok sosial di sekolah, orangtua Diane yang posesif menyabotase setiap hubungan sang anak. Film drama di tahun ’80-an tidak selalu menawarkan narasi yang berat, bahkan cenderung ringan, tetapi kaya akan adegan-adegan romantis yang maksimal. Tunggu hingga bagian Lloyd mengambil hati Diane lewat speaker boombox, dan Anda akan mengerti apa yang saya bicarakan.

As Good As It Gets (1997)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy TriStar Pictures/Sony Pictures Releasing

20 tahun lalu, Jack Nicholson melompat-lompat di jalanan Manhattan dan mencoba menghindari retakan di trotoar. Ia menghidupkan karakter novelis obsesif-kompulsif yang pemarah, Melvin Udall, dalam As Good As It Gets di bawah arahan James L. Brooks. Temperamennya yang meledak-ledak perlahan luruh ketika ia mulai merasakan jatuh cinta pada seorang pelayan restoran (diperankan oleh Helen Hunt) dan berteman dengan tetangganya yang homoseksual (diperankan oleh Greg Kinnear). “Anda membuat saya ingin menjadi pria yang lebih baik,” rayuan Melvin yang bikin luluh hati.

I Am Love (2009)

Photo courtesy Mikado Film

I Am Love mengekspos hubungan destruktif yang berdampak pada keutuhan sebuah keluarga. Narasinya mengikuti Emma (diperankan oleh Tilda Swinton) yang menjalin hubungan asmara berasma seorang koki, Antonio (diperankan oleh Edoardo Gabbriellini) dan menomorduakan kepercayaan keluarganya.

The Shape of Water (2017)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy Fox Searchlight Pictures

The Shape of Water berpesan bahwa cinta adalah sebuah hal sueralis, dan penampilan bisa menipu. Plotnya diwarnai ambisi pemerintah Amerika Serikat usai Perang Dunia untuk menjadi negara unggul yang berujung pada eksperimen sains. Walau begitu, fokus utama tetap membicarakan cinta yang mengikuti hasrat makhluk hidup berbeda dunia. Kehidupan “sunyi” Elisa yang dikisahkan bisu, tiba-tiba “ramai” manakala ia menemukan monster bersisik dari Amerika Selatan yang tinggal di tangki air. Rasa takjub Elisa lambat laun berkembang menjadi afeksi cinta.

Atonement (2007)

best romantic movies for valentine
Photo courtesy Universal Pictures

Sepenggal kebohongan menciptakan kehancuran dalam suatu hubungan dan berdampak bagi kehidupan seseorang. Diadaptasi oleh buku karya Ian McEwan, narasi Atonement mengikuti perjalanan kasih Cecilia Tallis (diperankan oleh Keira Knightley) dan Robbie Turner (diperankan oleh James McAvoy). Hubungan pasangan muda itu menghadapi perpisahan tatkala kecemburuan sang adik (diperankan oleh Saoirse Ronan) menciptakan cerita muslihat. Saat Tallis berkesempatan kembali bertemu dengan Turner di perlintasan kamp Perang Dunia II, sang kekasih tengah berada diujung tanduk kehidupan.

Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013)

Photo courtesy Cinesurya/Amalina Pictures

Dirilis secara global dengan judul What They Don’t Talk About When They Talk About Love, karya Mouly Surya yang melenggang di berbagai festival film internasional ini memaknai cara mencinta seorang manusia dengan keterbatasan indra. Narasinya meliputi beberapa karakter yang tinggal di sebuah asrama sekolah berkebutuhan khusus. Diana (diperankan oleh Karina Salim), seorang perempuan dengan kemampuan melihat yang terbatas. Fitri (diperankan oleh Ayushita), seorang tunanetra sejak lahir. Edo (diperankan oleh Nicholas Saputra) seorang laki-laki bisu dan tuli.

The Mirror has Two Faces (1996)

Photo courtesy TriStar Pictures/Sony Pictures Releasing

Gregory Larkin (diperankan oleh Jeff Bridges) paham betul caranya menyatakan perasaan yang mampu meluluhkan hati pasangan untuk memaafkan kesalahannya. Aksi berteriak-teriak di depan apartemen Rose Morgan (diperankan oleh Barbara Streisand) pada tengah malam adalah salah satunya, rangkaian kalimat permohonan maaf nan manis, dan sedikit keyakinan bahwa cinta dapat mengalahkan segalanya. The Mirror has Two Faces membawa Anda kembali merenungkan perjalanan asmara yang berorientasi pada hati alih-alih hubungan fisik.

While You Were Sleeping (1995)

Sandra Bullock menyelamatkan seorang lelaki yang jatuh pingsan di rel kereta pada Hari Natal, yang kemudian mengantarkannya pada cinta sejati? While You Were Sleeping adalah representasi kisah cinta di mana Anda tidak pernah menyadari bahwa soulmate merupakan orang tak terduga yang selama ini berdiri di samping Anda.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.