Cate Blanchett Menarasikan Emosi Tentang Cinta

MarcoBrambilla_TheFourTemperamentsAR- cate blanchett

Tafsiran rasa cinta, dan bagaimana emosi tersebut menghilang, lewat ekspresi wajah Cate Blanchett terekam dalam video Marco Brambilla, The Four Temperaments.

Ketika produksi sinema berhenti bergerak, Cate Blanchett mengekspresikan jiwa kreatifnya melalui sebuah instalasi seni. Aktris pemenang Piala Oscar tersebut bermain karakter dalam proyek video kreatif karya Marco Brambilla yang mengeksplorasi sisi emosional manusia.

Berkolaborasi dengan Acute Art, Marco Brambilla, seniman video asal Kanada, meluncurkan karya The Four TemperamentsAR bertepatan dengan Berlin Art Week. Dalam karya tersebut, peran Blanchett ialah menarasikan empat ketegori emosi seseorang terhadap cinta yang dibagi berdasarkan kepribadian manusia. Klasifikasinya yang merujuk pada definisi oleh seorang filsuf Yunani kuno, Galen.

Kategori emosi yang ditunjukkan meliputi: Sanguine (optimis/riang), Choleric (terseinggung), Melancholic (melankolis, and Phlegmatic (apatis/dingin). Masing-masing emosi ditampilkan dalam sinematografi warna berbeda yang sesuai dengan sifatnya. Kuning untuk sikap penuh kepercayaan, merah menyiratkan hati yang tersinggung, biru ketika merasa kesedihan, dan hijau menandakan rasa apatis.

Setiap karakter yang dibawakan oleh Blanchett muncul dalam sebuah bola kristal yang mengambang. Wajah sang aktris akan menyapa Anda seraya mengutarakan rasa cinta secara berulang dan dalam berbagai emosi. Ketika Anda merasakan hati mulai ‘berbunga’, narasinya berubah menjadi pernyataan sebuah rasa yang telah memudar.

Digarap di tengah periode pandemi, proses pembuatan karya yang dikerjakan di studio sang seniman tidak jauh berbeda. Film ini dipahami sebagai pengalaman virtual dan juga pengalaman fisik. “Saya pikir seni harus melibatkan orang-orang di luar galeri dan dinding museum,” kata Brambilla.

The Four TemperamentsAR mengajak para pemerhatinya menghadapi berbagai rasa yang mudah berganti; melibatkan keintiman dan jarak, kelembutan dan kebrutalan. Keseluruhan efeknya ditujukan untuk dapat menggerasakan rasa Anda yang terlibat sebagai subjek emosi. Dipertontonkan di galeri Michael Fuchs sebagai bagian dari Berlin Art Week, The Four TemperamentsAR turut dapat dijangkau dari berbagai belahan dunia melalui aplikasi ponsel pintar Acute Art.

“Berkat realitas virtual dan teknologi augmented reality, kami dapat menghadirkan karya seni ke hampir semua tempat, publik atau pribadi, dan keterlibatan dalam beberapa kasus bahkan bisa lebih kuat daripada instalasi museum konvensional,” kata Brambilla.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.