Cinta Laura Kiehl: Kini Saya Tumbuh Sebagai Seniman

cinta laura interview elle indonesia december 2019

Cinta Laura Kiehl menyatakan eksistensi lewat berbagai cara, mulai dari peran sinema, mendirikan label fashion atas namanya sendiri dan kini memperkenalkan diri sebagai penyanyi.

Salah satu figur yang terbilang sukses menjalani dua bidang karier secara bersamaan: seni peran dan dunia tarik suara. Tiga belas tahun silam, Cinta Laura Kiehl hadir dan segera menyedot perhatian publik. Masa mudanya diisi dengan karya dan prestasi. Ia merengkuh popularitas di usia muda. Namun demikian, ketenaran tak membuat ia mengabaikan urusan pendidikan.

Cinta meraih dua gelar sarjana, Psikologi dan Sastra Jerman, keduanya dari Columbia University, Amerika Serikat. Sempat tujuh tahun berjeda dari industri hiburan Tanah Air dan memilih tinggal di negara tersebut, Cinta kini kembali ke Indonesia. Saya menemui Cinta Laura di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Pukul 12 siang, ia datang tepat waktu. Sambil menyantap semangkuk salad, Cinta bercerita banyak hal. Tentang apa yang membuatnya pulang ke Tanah Air, bagaimana kematangan usia membuat ia kini mampu menentukan pilihan dan memutuskan jalan hidupnya sendiri, serta berbagai rencana yang ia letakkan sebagai kenyataan di masa depan.

cinta laura interview elle indonesia december 2019
Busana: HIAN TJEN

Mengawali karier sebagai finalis Top Model tahun 2006, Cinta mencuri perhatian salah satu juri yang juga seorang casting director di MD Entertainment. Tawaran bermain dalam sinetron Cinderella menjadi pembuka jalan masuknya ke industri perfilman Tanah Air. Perannya di sinetron tersebut membuahkan penghargaan Aktris Ngetop dari ajang SCTV Awards. Tahun 2008, Cinta kembali berkiprah dalam judul sinetron Upik Abu dan Laura (2008) dan ikut mengisi soundtrack untuk tayangan tersebut dengan judul You Say Aku. Tahun 2008, Cinta beradu akting bersama aktor Tio Pakusadewo dalam film Oh Baby sekaligus menyanyikan lagu dengan judul yang sama untuk film tersebut.

Cinta terus mengasah kemampuannya dalam berakting. Tercatat beberapa film yang ia bintangi yakni Seleb Kota Jogja (2010), After The Dark (2013), The Wallflower (2015), Goodnight (2017), Resident Evil Vendetta (2017), dan Target (2018). Dalam bidang musik, Cinta pernah merilis dua album bertajuk Cinta Laura (2010) dan Hollywood Dreams (2012). Kerja kerasnya tak sia-sia. Cinta diganjar berbagai penghargaan atas prestasinya di bidang film dan musik. Beberapa di antaranya yakni Aktris Terfavorit dari ajang Panasonic Awards 2007, Penyanyi Wanita Terfavorit dari Indonesia Kids Choice Awards 2008, Aktris Terfavorit dari Indonesia Kids Choice Awards 2009, dan Album Paling Ngetop dari SCTV Music Awards 2011. Sederet peristiwa hidup yang mengundang kagum dan rasa bangga di hati.

cinta laura interview elle indonesia december 2019

Namun kenyataannya tidak selalu demikian. “Saya memulai karier di usia 13 tahun. Sebagai remaja yang kala itu minim pengalaman, saya nyaris tidak ikut andil dalam memutuskan apa pun. Lagu-lagu dipilihkan oleh pihak label, gaya berpakaian ditentukan oleh orang lain. Bukan saya tidak mensyukuri apa yang terjadi di masa lalu, namun sesungguhnya saya tidak suka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan identitas dan karakter diri saya. Saya ingin pegang kendali dan punya hak untuk membuat keputusan,” kata Cinta usai saya memuji karya dan prestasinya.

Kendati sukses dan populer, Cinta mengaku tak bisa membohongi dirinya sendiri. “Saya tentu senang ketika mengetahui orang-orang menyukai musik serta akting saya di sinetron dan film. Namun nyatanya, apa yang terlihat di publik sama sekali tidak merepresentasikan siapa diri saya yang sebenarnya,” ungkapnya. Akhir 2018, pihak Sony Music menghubungi Cinta Laura dan menawarkan agar ia kembali ke industri musik. Cinta ragu untuk menyetujui. “Sesungguhnya, saya tidak ingin terus dipaksa untuk menyanyikan lagu yang minim nilai-nilai kehidupan, yang tak sesuai dengan keinginan saya. Pihak Sony Music lantas mengurai janji bahwa jika saya kembali, saya akan dibebaskan untuk memilih apa yang ingin saya lakukan. Mereka ingin saya bahagia dan bangga dengan karya sendiri,” kisah Cinta.

Kecintaan pada musik membuat ia akhirnya memberanikan diri untuk menerima tantangan. Cinta Laura telah mempersiapkan berbagai kejutan bagi industri hiburan Tanah Air. Namun, skala kejutan yang diberikan kali ini sungguh lah berbeda. Cinta tidak hadir untuk sekadar menuai atensi akibat sensasi. Ia kembali ke Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya lewat cara yang mungkin tak pernah diduga oleh kebanyakan orang. Setelah absen tujuh tahun dari dunia musik, ia kembali lewat single terbarunya, Vida. Lagu yang menyiratkan rasa gembira yang dirasakan seseorang dalam hubungan yang kian berkembang.

“Lewat Vida, saya berharap banyak orang menjadi optimis, kuat, percaya diri, sekaligus penuh rasa cinta,” ujarnya. Selama bertahun-tahun, Cinta mengaku sangat dipengaruhi oleh genre musik Reggaeton, Afro-Pop, dan Baila Funk. Kendati Vida termasuk lagu pop, Cinta menyematkan unsur-unsur latin dalam lagu dan tarian pada video musiknya. Reggaeton adalah salah satu dari sedikit genre yang tidak pernah gagal menyemangati pendengarnya. “Vida sendiri diciptakan untuk merayakan cinta dan kehidupan. Saya sangat senang punya kesempatan luar biasa seperti ini!” kata Cinta bersemangat.

cinta laura interview elle indonesia december 2019
Busana: SAN LAVIN (atasan), DIDI BUDIARJO (gaun)

Sebuah karya yang menjadi penanda kematangan Cinta dalam berkarier di bidang musik. Ia kini ikut ambil bagian pada setiap proses kreatif. Mulai dari penulisan lagu yang ia lakukan bersama Pontus Gamalk dan Maia Wright, memberi masukan pada bagian aransemen, mengawasi jalannya proses editing, menaruh ide dalam konsep rekaman video musik, hingga melakukan editing yang ia kerjakan di apartemennya.

Dari segi koreografi , Cinta bekerja sama dengan penari profesional Ufa Sofura. Sementara untuk penampilan di video musik, ia mengenakan busana rancangan desainer mode Nicolas Jebran yang pernah merancang pakaian untuk selebriti dunia, di antaranya Beyoncé dan Cardi B. Dalam video musik Vida, Cinta juga memakai karya-karya mode dari desainer favoritnya yakni Harry Halim, Moschino, dan Giuseppe Zanotti. “Ada perbedaan yang sangat jelas ketika kita mengerjakan sesuatu dengan gairah dan cinta. Saya sangat bersemangat untuk menunjukkan kepada orang-orang, betapa kini saya telah tumbuh sebagai seorang seniman,” ujar perempuan kelahiran 17 Agustus 1993 tersebut.

Kematangan Cinta dalam berkarya menjadi angin segar bagi mereka yang telah lama merindukan bakat-bakat baru dari generasi muda. Ada standar kualitas tinggi yang mulai ditetapkan oleh Cinta. Karya-karyanya menjadi dokumentasi yang layak dinikmati, sekaligus presentasi yang membuat setiap kepala sulit berpaling. “November tahun ini, saya segera merilis single kedua berjudul Caliente, yang saya tulis sendiri dengan sepenuh hati. Berkisah tentang seseorang yang terjebak dalam ‘toxic relationship’ dan harus memutuskan, apakah ia ingin bertahan dalam hubungan atau melepas ikatan untuk kebahagiaan diri sendiri,” ungkap Cinta.

Tak hanya di bidang musik, ia juga bersiap merilis film Jeritan Malam yang dijadwalkan tayang Desember 2019. Di film tersebut, ia beradu akting dengan Herjunot Ali. “Film ini menarik karena bikin saya berpikir bahwa bukan mustahil ada hal-hal lain di luar pemahaman kita selama ini. Jeritan Malam mengisahkan mitos dan legenda Indonesia dalam kemasan yang mencekam,” kisahnya. Dalam film tersebut, Cinta berperan sebagai Wulan. Untuk karakternya, ia mengganti warna rambut dan mengubah gaya berpakaian.

cinta laura interview elle indonesia december 2019
Busana: SAN LAVIN (atasan), HIAN TJEN (gaun)

“Kerap memakai kardigan dan rok panjang, Wulan digambarkan sebagai karakter perempuan yang sederhana cenderung naif, selalu patuh tanpa daya kritis, dan kurang kuat prinsipnya. Sementara saya selalu senang memimpin dan memegang kendali. Tidak pernah takut untuk mengemukakan pendapat dan sangat suka berterus terang. Karakter Wulan berbeda jauh dengan diri saya, tapi sangat menarik karena jadi ada pengalaman baru,” ujarnya.

Cinta Laura mengaku sangat menikmati masamasa mudanya. Tak sekadar bersenang-senang, ia gemar mengisi hari dengan produktif. Musik dan film, dua bidang yang ia cintai, tidak menghentikan langkahnya untuk menjajal kemampuan lain dalam berbisnis. Akhir tahun ini, ia segera merilis label sporstwear. “Ada pesan yang ingin disampaikan melalui pemakaian model iklan yang tidak tipikal. Ada yang berwarna kulit gelap, bertipe tubuh plus size, dan memakai hijab. Lewat label ini, saya ingin perempuan percaya diri sekaligus kuat dan berdaya,” ungkap Cinta.

Tak berhenti di situ, awal tahun 2020, ia akan melansir sebuah merek produk perawatan kulit. Lewat aksinya tersebut, Cinta ingin perempuan mencintai dirinya sendiri, yakni dengan merawat kulit sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Alih-alih dianggap memanfaatkan popularitas, Cinta justru merasa senang bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Jika seorang figur publik dianggap sosok signifikan karena pengaruhnya begitu besar, maka Cinta Laura Kiehl ingin eksistensinya berdampak secara positif. Ia ingin ketenarannya menginspirasi kaum perempuan agar terus berkarya dan berdaya.

“Saya tidak nyaman dalam keadaan luang yang santai. Semakin banyak aktivitas, rasanya semakin baik. Terlebih di usia 20-an, saya harus produktif dan berkontribusi secara positif. Dan kini, rasanya selalu bergairah karena akhirnya dapat melakukan apa pun yang menyenangkan hati saya,” ujar Cinta. Dibutuhkan konsistensi dan kerja keras untuk membuktikan tingginya komitmen. Termasuk berani menghadapi risiko dan bernyali besar untuk melawan keraguan serta rasa takut. Cinta Laura Kiehl menyadari adanya berbagai tantangan dalam setiap fase hidupnya.

“Ada banyak orang yang meragukan, namun saya dapat memahami hal tersebut. Bagi saya, yang signifikan saat ini ialah membuktikan eksistensi lewat kapabilitas. Seseorang pernah bertanya, apakah saat ini diri saya adalah Cinta Laura Kiehl yang ‘baru’? Saya langsung menjawab, Tidak. Yang dulu kalian lihat bukanlah diri saya, melainkan bentukan orang lain terhadap sosok Cinta Laura. “So now, this is the real me. Inilah diri saya yang sebenarnya,” pungkasnya.

photography HENDRA KUSUMA styling SIDKY MUHAMADSYAH makeup BUBAH ALFIAN hair ADE RAGIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.