Estetika Materi Rotan Di Tangan Abie Abdillah

abie abdillah

Dengan misi ingin merepresentasikan karya anak negeri di ranah internasional, Abie Abdillah secara konsisten meluncurkan rancangan furnitur penuh pesona yang selalu memperoleh respon positif.

Berawal sejak menimba ilmu desain produk di Institut Teknologi Bandung, Abie Abdillah mulai tertarik pada material rotan. Dengan mimpi membangkitkan industri lokal, ia mulai merancang furnitur yang secara visual terpaut akrab dengan budaya Indonesia. Rotan menjadi fokus eksplorasi material, namun tidak menutup kemungkinan untuk meluncurkan koleksi dengan menggunakan material lain.

Berbagai riset dilakukan untuk mendalami karakteristik material agar rancangannya tampak menonjol sehingga penikmat desain—lokal maupun internasional—tidak lagi memandang sebelah mata furnitur rotan dari Indonesia. “Rotan itu unik, lentur, tetapi kuat. Material ini pun memiliki karakter yang beragam, tergantung dari daerah asalnya,” ucapnya.

Sheya Coffee & Side Table for Bika Living
Sheya Coffee & Side Table for Bika Living, photo courtesy Bika Living

Maka lahirlah bench Pretzel, sebuah ikon di awal perjalanan kariernya. Memanfaatkan karakteristik rotan serta potensi pengrajinnya, bench Pretzel hadir memberikan harapan bagi industri rotan yang pada saat itu sedang menurun. Lewat bentuk yang organis dan simpel, bench tersebut sukses menerima sorotan di dunia desain Indonesia; tidak lama setelah itu, pasar internasional pun mengenal namanya.

Penghargaan demi penghargaan diraihnya, namun apresiasi dari Singapore Furniture Awards merupakan momen paling berkesan karena merupakan penghargaan pertama dengan skala internasional. Sejak itu, nama Abie Abdillah kian bersinar. Di luar karya-karya keluaran studio pribadinya bernama Studiohiji, beberapa merek seperti Vivere, Bika Living, bahkan Cappellini mengajaknya berkolaborasi. Merek furnitur ternama asal Italia tersebut menggandengnya untuk meluncurkan karya yang dipamerkan di ajang desain bergengsi skala internasional, Milan Design Week pada tahun 2016. Bertajuk Lukis, kursi rotan ini berhasil meraih penghargaan Good Design of The Year 2017 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Seakan-akan mengistirahatkan identitasnya sebagai desainer furnitur rotan, koleksinya bersama Bika Living memperlihatkan perpaduan kayu, metal, dan upholstery berkualitas tinggi. Aspek perajin dan material lokal juga tetap diusung, menjadikan coffee table dan side table Sheya, serta lounge chair Cabana, dan juga console table Maze terlihat unik dan modern. Koleksi tersebut juga berkesempatan mengisi ajang Maison et Objet di Paris. Tak lelah berlari mengejar mimpi, Abie Abdillah tangkas merespons perubahan dan tak sungkan menantang kapasitas serta potensinya sebagai desainer furnitur.

Teks oleh RIRI WAROKKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.